Saham hotel 2025-2026: 8 pemain utama yang layak diinvestasikan dari pasar Thailand dan internasional

Dalam dua tahun terakhir, saham hotel menjadi perhatian banyak investor saat sektor pariwisata mulai pulih dari krisis. Tahun 2025 dianggap sebagai tahun transisi penting, ketika pergerakan wisatawan kembali normal dan terus meningkat. Setiap saham hotel memiliki peluang untuk menghasilkan imbal hasil yang menarik, tergantung pada pemilihan dan analisis yang tepat.

Sektor pariwisata pulih, saham hotel sedang menyala

Pemulihan sektor pariwisata global menyebabkan kedatangan wisatawan secara berkelanjutan. Perubahan perilaku pelancong, seperti preferensi liburan berkelanjutan dan pengalaman lokal, memaksa perusahaan hotel untuk beradaptasi dan mengembangkan layanan baru. Oleh karena itu, saham hotel memiliki risiko dan peluang yang harus dipantau secara dekat.

Tanda paling jelas adalah kedatangan wisatawan dari luar negeri maupun domestik secara konsisten. Tingkat hunian dan harga rata-rata per kamar meningkat, tercermin dari indikator RevPAR (Revenue Per Available Room) dari masing-masing perusahaan.

5 saham hotel Thailand yang layak investasi

1. MINT (Minor International): Pemimpin jaringan hotel lengkap

MINT adalah perusahaan utama dalam pengelolaan dan kepemilikan berbagai merek hotel di seluruh dunia, mulai dari Angsana hingga Oaks. Pada tahun 2024, perusahaan melaporkan laba bersih sebesar 7.750 juta baht, meningkat 43% dari tahun sebelumnya. Data ini menunjukkan pemulihan yang kuat. P/E ratio sebesar 20,85 kali, harga saham saat ini 28,25 baht. Cocok untuk investor yang menginginkan diversifikasi risiko secara menyeluruh.

2. AWC (Asset World Corp): Pengembang properti yang ahli

AWC mengelola hotel dan properti di lokasi strategis di Thailand. Perusahaan ini fokus pada fasilitas pertemuan dan acara MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition). Sejak tahun 2025, AWC berencana memperbaiki dan mengembangkan banyak hotel. P/E ratio sebesar 16,19 kali, harga saham 2,96 baht. Cocok untuk investor dengan anggaran terbatas.

3. CENTEL (Central Plaza Hotels): Pemimpin dalam pengembangan

CENTEL memiliki banyak hotel di destinasi wisata utama Thailand. Perusahaan berencana menginvestasikan 19.000 juta baht dalam tiga tahun ke depan untuk menambah dan memperbaiki aset. Pada tahun 2025, perusahaan membuka hotel baru dan memulai proyek renovasi properti mewah di Hua Hin dan Krabi. Diperkirakan pendapatan akhir 2025 mencapai 15.000 juta baht, tumbuh 23%. P/E ratio 25,22 kali, harga saham 33,00 baht.

4. ERW (The Erawan Group): Ahli diversifikasi risiko

ERW memiliki aset hotel beragam, dari mewah hingga menengah, dan jaringan luas di seluruh Thailand. Pada kuartal 4 tahun 2024, pesanan dari grup MICE yang mengelola konferensi dan seminar meningkat signifikan. Hal ini menunjukkan ERW mendapatkan manfaat dari peningkatan kerja sama grup perusahaan. P/E ratio 12,67 kali, harga saham 3,24 baht.

5. SHR (S Hotels and Resorts): Pengelola kawasan premium

SHR fokus pada pengelolaan hotel dan resort premium di destinasi utama, baik domestik maupun internasional. Pada kuartal 4 tahun 2024, perusahaan memperkirakan akan kembali meraih laba. Renovasi hotel SAii Laguna Phuket yang sebelumnya dijadwalkan selesai kemudian, selesai lebih awal. Selain itu, hotel SO/Maldives memasuki musim wisata puncak. P/E ratio 58,49 kali, harga saham 2,16 baht. Namun, investor harus berhati-hati karena P/E yang tinggi dibanding perusahaan lain.

Saham Harga (Baht) P/E Keunggulan
MINT 28,25 20,85 Berbagai merek, meliputi banyak negara
AWC 2,96 16,19 Pengembangan properti lengkap
CENTEL 33,00 25,22 Pengelolaan standar internasional
ERW 3,24 12,67 Diversifikasi merek dan risiko
SHR 2,16 58,49 Lokasi premium dan aset berkualitas tinggi

3 kisah sukses saham hotel internasional

1. Marriott International (MAR): Ratu jaringan hotel dunia

Marriott adalah perusahaan Amerika yang mengelola, berinvestasi, dan memiliki jaringan hotel terbesar di dunia. Merek terkenal meliputi Marriott, Ritz-Carlton, Sheraton, dan W Hotels. Keunggulan Marriott terletak pada program loyalitas pelanggan yang menarik tamu untuk kembali, serta investasi dalam teknologi dan pengalaman pelanggan. Harga saham saat ini USD 280, P/E 32,52 kali. Investasi jangka panjang yang kokoh.

2. Hilton Worldwide Holdings (HLT): Pionir standar layanan

HLT adalah perusahaan multinasional asal Amerika yang memberikan waralaba dan mengelola hotel serta resort di seluruh dunia. Hilton dikenal karena layanan berkualitas tinggi, mendapatkan skor tinggi dari pelanggan. Model bisnisnya fleksibel dan mampu beradaptasi dengan berbagai situasi. Harga saham USD 258, P/E 42,09 kali.

3. Wyndham Hotels & Resorts (WH): Pemenang pasar menengah

Wyndham fokus pada pasar hotel ekonomi dan menengah, dengan berbagai merek di banyak negara. Pertumbuhan Wyndham berasal dari ekspansi jaringan yang terus menerus. Jumlah kamar meningkat secara stabil, memberi peluang keuntungan yang baik. Harga saham USD 104, P/E 29,03 kali. Cocok untuk investor yang mengincar pertumbuhan dengan risiko sedang.

Saham Harga (USD) P/E Keunggulan
MAR 280 32,52 Jaringan global, program loyalitas kuat
HLT 258 42,09 Merek terkenal, layanan tinggi
WH 104 29,03 Efisiensi biaya, pasar menengah potensial

5 kriteria cerdas memilih saham hotel

1. Analisis kinerja dan profitabilitas

Periksa pendapatan dan laba selama 3-5 tahun terakhir untuk melihat tren pertumbuhan perusahaan. Analisis margin kotor dan margin bersih untuk memahami kemampuan menghasilkan laba. Pelajari rasio keuangan seperti rasio utang terhadap ekuitas untuk menilai kekuatan keuangan dan risiko operasional.

2. Indikator operasional hotel

Tingkat hunian (Occupancy Rate): Persentase kamar terisi dibandingkan total kamar. Semakin tinggi, semakin baik. Umumnya, angka di atas 70% dianggap baik.

Rata-rata tarif harian (Average Daily Rate - ADR): Menunjukkan harga rata-rata yang dikenakan per kamar. Perusahaan dengan ADR tinggi biasanya memiliki aset berkualitas dan lokasi strategis.

Pendapatan per kamar yang tersedia (Revenue Per Available Room - RevPAR): Menggabungkan occupancy dan ADR. Indikator ini sangat penting untuk menilai efisiensi pengelolaan hotel.

3. Strategi jangka panjang dan rencana pengembangan

Pelajari latar belakang dan pengalaman manajemen. Periksa strategi pertumbuhan, seperti pembukaan hotel baru, renovasi aset, atau masuk pasar baru. Pastikan strategi tersebut sesuai tren pasar.

4. Faktor eksternal dan ekonomi makro

Pantau tren pariwisata nasional, pengaruh suku bunga, dan nilai tukar mata uang. Karena sebagian besar wisatawan asing melakukan pertukaran mata uang, faktor ini berpengaruh besar. Perhatikan juga kebijakan pemerintah terkait pariwisata.

5. Kekuatan merek dan diversifikasi risiko

Pilih perusahaan dengan merek terkenal dan berpengaruh di industri pariwisata. Hotel dengan merek kuat memiliki keunggulan kompetitif. Hindari perusahaan yang hanya memiliki satu atau dua hotel, karena risiko lebih tinggi. Sebaliknya, perusahaan dengan portofolio hotel yang beragam dan tersebar di berbagai lokasi memiliki risiko yang lebih tersebar.

Jalur investasi saham hotel untuk orang Thailand

Investor Thailand memiliki berbagai pilihan investasi saham hotel, masing-masing dengan kelebihan dan keterbatasan.

1. Pasar saham utama Thailand (SET)

Cara: Buka rekening saham di perusahaan sekuritas berizin. Setelah itu, bisa membeli dan menjual saham hotel Thailand di pasar SET secara langsung.

Kelebihan: Mudah dan cepat, tanpa perlu khawatir nilai tukar. Biaya transaksi umumnya lebih rendah dibanding investasi luar negeri.

Kekurangan: Pilihan saham hotel terbatas, dan mungkin kekurangan aset tertentu.

2. Reksa dana yang fokus pada saham hotel

Cara: Investasikan unit penyertaan dalam reksa dana yang menargetkan saham hotel atau sektor pariwisata.

Kelebihan: Dikelola oleh tim profesional, risiko tersebar di banyak aset, cocok untuk yang tidak punya waktu rutin mengikuti pasar.

Kekurangan: Biaya pengelolaan, dan investor tidak memiliki kendali langsung atas portofolio.

3. Perdagangan melalui bank atau broker luar negeri

Cara: Ajukan permohonan pembukaan rekening investasi luar negeri. Setelah itu, bisa membeli saham hotel luar negeri seperti Marriott, Hilton, Wyndham.

Kelebihan: Akses ke saham luar negeri yang berpotensi tinggi.

Kekurangan: Perlu memahami nilai tukar, biaya lebih tinggi, dan harus mengikuti pasar internasional.

Rangkuman saran

Tahun 2025-2026 adalah periode penting untuk saham hotel, baik di pasar domestik maupun internasional. Dengan pemulihan pariwisata global, kebijakan promosi pariwisata pemerintah, dan kedatangan wisatawan kembali, investasi saham hotel layak dipertimbangkan. Namun, investor harus berhati-hati karena risiko tetap ada.

Volatilitas ekonomi global, ketidakpastian politik, atau kejadian tak terduga (seperti pandemi atau bencana alam) dapat mempengaruhi sektor pariwisata.

Saran untuk investor:

  1. Lakukan analisis kinerja perusahaan secara menyeluruh, fokus pada indikator RevPAR dan ADR.
  2. Pilih perusahaan dengan merek kuat dan beragam untuk mengurangi risiko.
  3. Pertimbangkan investasi jangka panjang (3-5 tahun ke atas), karena sektor pariwisata pulih dan tumbuh secara bertahap.
  4. Gunakan metode DCA (Dollar Cost Averaging), yaitu investasi jumlah tetap secara berkala, untuk mengurangi risiko volatilitas harga.
  5. Terus ikuti berita dan analisis dari sumber terpercaya, serta konsultasikan dengan profesional atau penasihat investasi jika perlu.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)