Makna mendalam dari likuidasi cryptocurrency — mengapa modal bisa hilang dalam sekejap?

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Kebangkrutan dalam mata uang kripto adalah salah satu risiko paling menakutkan dalam perdagangan investasi. Saat pasar bergejolak hebat, satu kesalahan kecil bisa membuat modal Anda menguap dalam sekejap, bahkan menyebabkan Anda berhutang. Dibandingkan saham tradisional atau forex, risiko kebangkrutan di mata uang kripto jauh lebih ganas—bukan hanya modal hilang, tetapi juga koin yang Anda miliki bisa menghilang begitu saja. Apa sebenarnya arti dari kebangkrutan dalam mata uang kripto? Mengapa hal ini bisa terjadi? Bagaimana cara menghindarinya agar tidak menjadi korban? Artikel ini akan membahasnya secara lengkap.

Makna sebenarnya dari kebangkrutan—akibat bahaya dari forced liquidation

Kebangkrutan adalah kondisi di mana posisi trading Anda salah arah, mengalami kerugian hingga tidak mampu lagi menutup margin, dan sistem broker secara otomatis menutup semua posisi Anda. Secara spesifik, ketika nilai modal (equity) Anda turun di bawah ambang margin minimum yang ditetapkan broker, sistem akan secara otomatis menutup semua posisi Anda tanpa memberi peluang untuk balik modal—proses ini disebut “kebangkrutan”.

Mengapa bisa kebangkrutan? Inti penyebabnya hanya ada dua:

  • Arah trading Anda berlawanan dengan pergerakan pasar, sehingga terus mengalami kerugian
  • Kerugian mencapai titik di mana margin benar-benar habis

Tampak sederhana, tetapi kenyataannya, pemicuannya sangat cepat. Terutama saat menggunakan leverage tinggi, pasar hanya perlu berfluktuasi sedikit saja untuk memicu ambang kebangkrutan.

Mengapa kebangkrutan di mata uang kripto sangat berbahaya—jebakan volatilitas tinggi + kerugian ganda

Risiko kebangkrutan di mata uang kripto jauh lebih tinggi dibanding aset lain, karena tiga keunikan berikut:

1. Volatilitas ekstrem yang menyebabkan kebangkrutan cepat

Pasar kripto memiliki fluktuasi yang jauh lebih besar daripada aset tradisional. Bitcoin pernah mengalami pergerakan lebih dari 15% dalam waktu singkat, yang langsung memicu banyak trader mengalami kebangkrutan. Dibandingkan pasar forex yang fluktuasinya sekitar 1% sudah cukup keras, volatilitas 10%+ di kripto sudah biasa terjadi.

Saat Anda menggunakan leverage 10x untuk trading kripto, pergerakan berlawanan hanya sekitar 1,5%, margin Anda sudah berisiko kebangkrutan; jika pergerakan mencapai 5% ke atas, hampir pasti akan terjadi kebangkrutan.

2. Kerugian ganda dalam kebangkrutan kripto

Ini bagian paling menakutkan dari kebangkrutan di kripto: bukan hanya margin yang hilang, tetapi juga koin yang Anda miliki bisa menghilang bersamaan.

Misalnya, Anda membuka posisi Bitcoin dengan modal 50.000 rupiah dan leverage 10x, sehingga kontrol posisi senilai 500.000 rupiah. Jika terjadi kebangkrutan, modal 50.000 rupiah Anda akan hangus, dan posisi Bitcoin senilai 500.000 rupiah juga akan dipaksa ditutup—artinya, Anda tidak hanya kehilangan modal awal, tetapi juga aset yang berpotensi menguntungkan di masa depan.

3. Risiko “black swan” dan “crossing” saat terjadi peristiwa ekstrem

Selama pandemi COVID-19, perang Ukraina-Rusia, dan peristiwa besar lainnya, pasar kripto mengalami penurunan berturut-turut, bahkan dalam kondisi ekstrem, bursa kadang tidak mampu menutup posisi tepat waktu, menyebabkan kerugian melebihi margin—ini disebut “crossing”, di mana Anda tidak hanya kehilangan modal, tetapi juga berhutang ke bursa.

Jebakan leverage tinggi—mengapa investor mudah mengalami kebangkrutan?

Frekuensi kebangkrutan di kripto sangat tinggi karena beberapa praktik berisiko tinggi berikut:

1. Menggunakan leverage terlalu besar

Ini adalah penyebab utama kebangkrutan. Misalnya, modal 10 juta rupiah dengan leverage 10x berarti posisi Anda setara 100 juta rupiah. Jika pasar berbalik hanya 1%, modal Anda langsung hilang 10 juta. Banyak trader percaya diri bisa mengendalikan risiko, tetapi pergerakan pasar sering kali di luar prediksi, dan satu kesalahan analisis bisa memicu margin call.

2. Sifat “hold on” dan tidak mau mengakui kerugian

Kesalahan umum trader ritel adalah berpikir “nanti pasti rebound”, padahal saat pasar tiba-tiba turun tajam, broker langsung menutup posisi secara market, dan kerugian jauh melebihi ekspektasi. Pasar 24 jam di kripto membuat risiko ini semakin nyata—saat Anda tidur, posisi Anda bisa saja sudah dipaksa ditutup.

3. Mengabaikan biaya tersembunyi

Banyak strategi yang secara tidak langsung memerlukan margin tambahan, misalnya, saat menjual opsi saat volatilitas melonjak, margin yang dibutuhkan bisa tiba-tiba membengkak dua kali lipat, menyebabkan saldo tidak cukup dan otomatis kebangkrutan. Atau, saat melakukan day trading dan tidak menutup posisi, keesokan harinya bisa langsung terkena margin call saat terjadi lonjakan harga.

4. Trik likuiditas

Trading di koin yang kurang likuid atau di sesi malam dengan spread besar bisa menyebabkan order stop-loss terisi di harga yang jauh dari target, misalnya ingin stop di 100 rupiah, tetapi pasar hanya ada pembeli di 90 rupiah, sehingga kerugian membesar.

5. Peristiwa pasar mendadak

Pada tahun 2024-2025, kejadian geopolitik, perubahan kebijakan, pengumuman dari institusi besar bisa menyebabkan lonjakan atau penurunan harga kripto secara ekstrem. Dalam kondisi penurunan berturut-turut, margin bisa terkuras habis, dan risiko crossing pun meningkat.

Alat pengelolaan risiko kebangkrutan—bagaimana menggunakan stop loss dan take profit?

Risiko kebangkrutan di kripto memang tinggi, tetapi dengan pengelolaan risiko yang tepat, kerusakan bisa diminimalkan.

Stop loss dan take profit—penyelamat dalam trading

  • Stop loss (SL): Tentukan harga otomatis jual saat harga turun ke level tertentu, mencegah kerugian tak terbatas. Ini adalah alat paling penting untuk mencegah kebangkrutan.
  • Take profit (TP): Tentukan target harga jual otomatis saat harga mencapai level tertentu, mengunci keuntungan.

Menghitung rasio risiko-imbalan

“Duit yang didapat harus lebih besar dari yang hilang”—ini prinsip dasar trading.

Rasio risiko-imbalan = (Harga masuk - harga stop loss) ÷ (harga take profit - harga masuk)

Misalnya, risiko 1 rupiah untuk mendapatkan 3 rupiah, maka trading ini layak dilakukan. Semakin kecil rasio ini, semakin seimbang risiko dan potensi keuntungan.

Perlindungan saldo negatif

Platform trading yang diawasi biasanya menyediakan perlindungan saldo negatif, artinya Anda tidak akan berhutang ke platform—modal Anda paling banter habis, dan kerugian yang tersisa ditanggung oleh platform. Ini adalah pelindung terakhir bagi trader pemula.

Saran menghindari kebangkrutan bagi trader pemula

Jika Anda masih baru dan ingin menghindari kebangkrutan di kripto, berikut langkah-langkah yang disarankan:

Langkah pertama: Mulai dari posisi kecil

  • Mulai dari 0,01 lot (micro lot) untuk latihan, agar terbiasa dengan volatilitas pasar
  • Gunakan simulasi atau akun demo untuk belajar dari kasus kebangkrutan nyata, bukan modal asli

Langkah kedua: Gunakan leverage konservatif

  • Batasi leverage di bawah 10x
  • Lebih baik di 5x atau kurang, meskipun keuntungan kecil, peluang bertahan lebih tinggi

Langkah ketiga: Selalu pasang stop loss

  • Jangan pernah melawan pasar tanpa stop loss
  • Gunakan metode persentase, misalnya 5% dari harga masuk sebagai batas kerugian

Langkah keempat: Pilih platform yang diawasi dan terpercaya

  • Pastikan platform memiliki regulasi internasional resmi (misalnya lisensi SIB, AFSL)
  • Pastikan ada perlindungan saldo negatif

Langkah kelima: Investasi rutin dan bukan all-in

  • Investasi secara berkala lebih aman daripada all-in sekaligus
  • Rata-rata biaya beli, mengurangi risiko trigger kebangkrutan

Kesimpulan: Memahami arti kebangkrutan di kripto agar bisa bertahan lebih lama

Kebangkrutan di kripto secara sederhana berarti “paksaan likuidasi dana”, tetapi risiko di baliknya jauh lebih kompleks. Volatilitas tinggi, leverage besar, kerugian ganda, risiko crossing—semua ini menjadikan kripto sebagai ladang yang rawan kebangkrutan.

Namun, jika Anda memahami penyebabnya, menggunakan stop loss dan take profit dengan bijak, memilih platform yang terregulasi, mengendalikan leverage, dan belajar pengelolaan risiko, kebangkrutan di kripto sebenarnya bisa dihindari. Investasi memang ada untung dan rugi, kuncinya adalah mau belajar dan disiplin mengelola risiko agar tetap bertahan.

Ingatlah: hidup lebih penting daripada sekadar mencari keuntungan besar.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)