Pasar semakin mengantisipasi kenaikan suku bunga Bank of Japan, menjadi kekuatan utama yang mendorong penguatan yen. Baru-baru ini, pasangan USD/JPY terus menguat, bahkan sempat menembus level 153 pada pertengahan Februari, mencerminkan ekspektasi pasar terhadap pengetatan kebijakan moneter Jepang yang semakin menguat. Namun, pandangan para pelaku industri berbeda secara mencolok mengenai apakah yen akan terus menguat di masa depan atau menghadapi tekanan depresiasi.
Stabilitas politik meredakan kekhawatiran fiskal, memberikan dukungan kebijakan untuk yen
Koalisi pemerintahan Jepang meraih kemenangan telak dalam pemilihan umum terbaru, hasil politik ini memberikan dampak positif terhadap pasar valuta asing. Perdana Menteri Sana Takashi menyatakan tidak akan menerbitkan obligasi defisit untuk membiayai langkah pengurangan pajak konsumsi, pernyataan ini mengurangi kekhawatiran pasar terhadap ekspansi fiskal berlebihan di Jepang. Selain itu, Menteri Keuangan Jepang, Shōgetsu Katō, secara tegas menyatakan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan intervensi langsung di pasar valuta asing jika terjadi fluktuasi nilai tukar yang menyimpang dari fundamental. Sinyal kebijakan ini memberikan dukungan ganda bagi yen, menstabilkan ekspektasi fiskal sekaligus meningkatkan kewaspadaan pemerintah terhadap volatilitas nilai tukar yang ekstrem.
Ekspektasi kenaikan suku bunga lebih awal, memicu imajinasi pasar tentang kekuatan yen
Prediksi terbaru dari bank-bank AS menunjukkan bahwa Bank of Japan kemungkinan akan mulai menaikkan suku bunga pada April, dengan kenaikan sebesar 25 basis poin, jauh lebih cepat dari prediksi sebelumnya yang menargetkan Juni. Realisasi ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih awal ini memperkuat harapan pasar terhadap apresiasi yen. [Sumber gambar: TradingView; Tren USD/JPY dalam tiga bulan terakhir] Kenaikan ekspektasi suku bunga ini menjadi pendorong utama bagi penguatan USD/JPY dari level 150 ke atas hingga menembus 153.
Pandangan lembaga berbeda: pertarungan antara tekanan depresiasi dan potensi apresiasi
Mengenai arah masa depan nilai tukar yen, berbagai lembaga memberikan prediksi yang sangat berbeda, mencerminkan ketidakpastian besar terhadap prospek aset ini.
Mizuho Securities berpendapat bahwa meskipun yen menguat dalam jangka pendek, tren depresiasi jangka panjang tidak berubah. Lembaga ini memprediksi USD/JPY bisa bergerak ke kisaran 160–165 yen, menunjukkan risiko yen akan terus melemah.
Nomura Securities memperingatkan bahwa sikap moderat Takashi setelah terpilih mungkin hanya sementara, dan pasar bisa kembali mengobral ekspektasi kebijakan terkait dirinya (“Perdagangan Takashi”), yang dapat menyebabkan investor menjual yen lebih lanjut. Analisis Nomura menyebutkan bahwa jika USD/JPY mendekati 160, risiko intervensi pasar oleh Kementerian Keuangan Jepang akan meningkat secara signifikan.
Sebaliknya, Deutsche Bank mengambil sikap yang lebih konservatif. Bank ini telah menutup posisi short yen dan saat ini memegang pandangan netral terhadap yen. Deutsche Bank menyatakan bahwa kemungkinan akan ada lebih banyak kebijakan yang mendukung pasar di masa depan, dan janji sebelumnya untuk pengurangan pajak konsumsi juga bisa mengalami penundaan pelaksanaan, faktor-faktor ini menambah variabel dalam pergerakan nilai tukar.
Akankah level 150 bertahan? Kenaikan suku bunga menjadi kunci, berbagai variabel menunggu untuk diamati
Sebagian pelaku pasar berpendapat bahwa kenaikan suku bunga Jepang pada April sudah pasti, yang akan memberikan dorongan penguatan yen lebih lanjut, bahkan USD/JPY berpotensi menembus level 150 secara turun. Namun, dari pandangan berbagai lembaga, apakah yen akan terus menguat atau berbalik melemah tergantung pada sejumlah variabel kompleks—termasuk tindakan nyata dari bank sentral, perkembangan lingkungan suku bunga global, dan intervensi kebijakan pemerintah Jepang terhadap nilai tukar. Dalam jangka pendek, ekspektasi pasar terhadap arah yen masih sangat tidak pasti.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Nilai Yen Jepang melemah dan ekspektasi kenaikan suku bunga saling beradu, setelah menembus 153 apakah akan naik lagi melewati 150?
Pasar semakin mengantisipasi kenaikan suku bunga Bank of Japan, menjadi kekuatan utama yang mendorong penguatan yen. Baru-baru ini, pasangan USD/JPY terus menguat, bahkan sempat menembus level 153 pada pertengahan Februari, mencerminkan ekspektasi pasar terhadap pengetatan kebijakan moneter Jepang yang semakin menguat. Namun, pandangan para pelaku industri berbeda secara mencolok mengenai apakah yen akan terus menguat di masa depan atau menghadapi tekanan depresiasi.
Stabilitas politik meredakan kekhawatiran fiskal, memberikan dukungan kebijakan untuk yen
Koalisi pemerintahan Jepang meraih kemenangan telak dalam pemilihan umum terbaru, hasil politik ini memberikan dampak positif terhadap pasar valuta asing. Perdana Menteri Sana Takashi menyatakan tidak akan menerbitkan obligasi defisit untuk membiayai langkah pengurangan pajak konsumsi, pernyataan ini mengurangi kekhawatiran pasar terhadap ekspansi fiskal berlebihan di Jepang. Selain itu, Menteri Keuangan Jepang, Shōgetsu Katō, secara tegas menyatakan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan intervensi langsung di pasar valuta asing jika terjadi fluktuasi nilai tukar yang menyimpang dari fundamental. Sinyal kebijakan ini memberikan dukungan ganda bagi yen, menstabilkan ekspektasi fiskal sekaligus meningkatkan kewaspadaan pemerintah terhadap volatilitas nilai tukar yang ekstrem.
Ekspektasi kenaikan suku bunga lebih awal, memicu imajinasi pasar tentang kekuatan yen
Prediksi terbaru dari bank-bank AS menunjukkan bahwa Bank of Japan kemungkinan akan mulai menaikkan suku bunga pada April, dengan kenaikan sebesar 25 basis poin, jauh lebih cepat dari prediksi sebelumnya yang menargetkan Juni. Realisasi ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih awal ini memperkuat harapan pasar terhadap apresiasi yen. [Sumber gambar: TradingView; Tren USD/JPY dalam tiga bulan terakhir] Kenaikan ekspektasi suku bunga ini menjadi pendorong utama bagi penguatan USD/JPY dari level 150 ke atas hingga menembus 153.
Pandangan lembaga berbeda: pertarungan antara tekanan depresiasi dan potensi apresiasi
Mengenai arah masa depan nilai tukar yen, berbagai lembaga memberikan prediksi yang sangat berbeda, mencerminkan ketidakpastian besar terhadap prospek aset ini.
Mizuho Securities berpendapat bahwa meskipun yen menguat dalam jangka pendek, tren depresiasi jangka panjang tidak berubah. Lembaga ini memprediksi USD/JPY bisa bergerak ke kisaran 160–165 yen, menunjukkan risiko yen akan terus melemah.
Nomura Securities memperingatkan bahwa sikap moderat Takashi setelah terpilih mungkin hanya sementara, dan pasar bisa kembali mengobral ekspektasi kebijakan terkait dirinya (“Perdagangan Takashi”), yang dapat menyebabkan investor menjual yen lebih lanjut. Analisis Nomura menyebutkan bahwa jika USD/JPY mendekati 160, risiko intervensi pasar oleh Kementerian Keuangan Jepang akan meningkat secara signifikan.
Sebaliknya, Deutsche Bank mengambil sikap yang lebih konservatif. Bank ini telah menutup posisi short yen dan saat ini memegang pandangan netral terhadap yen. Deutsche Bank menyatakan bahwa kemungkinan akan ada lebih banyak kebijakan yang mendukung pasar di masa depan, dan janji sebelumnya untuk pengurangan pajak konsumsi juga bisa mengalami penundaan pelaksanaan, faktor-faktor ini menambah variabel dalam pergerakan nilai tukar.
Akankah level 150 bertahan? Kenaikan suku bunga menjadi kunci, berbagai variabel menunggu untuk diamati
Sebagian pelaku pasar berpendapat bahwa kenaikan suku bunga Jepang pada April sudah pasti, yang akan memberikan dorongan penguatan yen lebih lanjut, bahkan USD/JPY berpotensi menembus level 150 secara turun. Namun, dari pandangan berbagai lembaga, apakah yen akan terus menguat atau berbalik melemah tergantung pada sejumlah variabel kompleks—termasuk tindakan nyata dari bank sentral, perkembangan lingkungan suku bunga global, dan intervensi kebijakan pemerintah Jepang terhadap nilai tukar. Dalam jangka pendek, ekspektasi pasar terhadap arah yen masih sangat tidak pasti.