Risiko geopolitik yang meningkat dan tekanan inflasi yang terus berlanjut membuat emas sebagai aset lindung nilai kembali menarik perhatian investor. Tapi bagaimana cara membeli emas dan bagaimana agar bisa meraih keuntungan dari investasi ini? Sebenarnya, selain membeli emas fisik secara tradisional, kini ada berbagai cara efisien untuk berinvestasi emas. Artikel ini membandingkan secara detail berbagai saluran investasi emas, membantu Anda memilih skema terbaik sesuai gaya trading Anda.
Sekarang, bagaimana cara membeli emas agar bisa menghasilkan uang? Analisis nilai investasi
Harga emas dalam beberapa tahun terakhir mengalami fluktuasi yang tajam. Antara tahun 2022-2023, harga emas berfluktuasi antara puncak sekitar 2000 dolar AS dan rendah sekitar 1700 dolar AS, dipengaruhi oleh konflik geopolitik dan kebijakan kenaikan suku bunga Federal Reserve. Namun mulai tahun 2024, nilai investasi emas menunjukkan peningkatan yang jelas.
Pada tahun 2024, harga emas menembus rekor tertinggi, didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga di AS yang meningkat, peningkatan risiko geopolitik, serta pembelian emas oleh bank-bank sentral global secara terus-menerus. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2024, pembelian bersih emas oleh bank-bank sentral global mencapai 1045 ton, selama tiga tahun berturut-turut melebihi seribu ton, langsung mendorong harga emas menembus 2700 dolar AS. Hingga tahun 2025, keuntungan dari investasi emas semakin signifikan, dengan kenaikan tahunan mencapai 64,72%, mencatat rekor tertinggi sepanjang masa.
Namun, perlu diingat bahwa harga emas dipengaruhi oleh banyak faktor dan tren jangka pendeknya sulit diprediksi. Cara membeli emas harus didasarkan pada tujuan investasi Anda:
Strategi Nilai Jangka Panjang: Fokus utama adalah menemukan titik masuk yang tepat, bukan menunggu harga naik baru membeli. Cocok untuk membeli emas fisik, sertifikat emas, atau ETF emas, dengan menukar waktu untuk mendapatkan kenaikan nilai.
Strategi Keuntungan Jangka Pendek: Jika mampu menanggung risiko dan memiliki kemampuan analisis pasar, bisa mempertimbangkan kontrak berjangka emas atau CFD emas, untuk meraih selisih harga dari fluktuasi pasar. Kedua instrumen ini mengikuti harga emas internasional, dan dengan kemampuan analisis, Anda bisa meraih keuntungan dari posisi long atau short.
Cara membeli emas: 5 metode lengkap perbandingan
Metode Pembelian
Ambang Investasi
Waktu Transaksi
Biaya Transaksi (per transaksi)
Leverage
Biaya Kepemilikan
Sasaran Investor
Emas Fisik
Sedang
Jam operasional bank/toko emas
1%-5%
Tidak ada
Biaya penyimpanan
Investor jangka panjang yang ingin lindung nilai
Sertifikat Emas
Sedang
Jam operasional bank
1,00%
Tidak ada
Tidak ada
Investor frekuensi rendah
ETF Emas
Lebih rendah
Jam transaksi broker
0,25%
Tidak ada
Biaya pengelolaan 0,25%-1%
Investor pemula
Kontrak Berjangka Emas
Lebih tinggi
4-6 jam / 24 jam
0,10%
Ada (tinggi)
Biaya pergantian posisi
Investor profesional
CFD Emas
Lebih rendah
24 jam penuh
0,04%
Ada (rendah)
Bunga overnight
Trader jangka pendek
Bagaimana cara membeli emas agar paling hemat? Kunci utama adalah: apakah tujuan investasi Anda untuk lindung nilai atau meraih selisih harga? Durasi investasi jangka panjang atau pendek?
Metode 1: Emas Fisik — Pilihan paling tradisional untuk lindung nilai
Emas fisik meliputi batangan emas, koin emas, perhiasan emas, dan koin peringatan, yang bisa dibeli di bank atau toko emas.
Kelebihan: Risiko rendah, pembelian mudah, emas nyata terlihat langsung
Kekurangan: Harga satuan tinggi, membutuhkan tempat penyimpanan, biaya tambahan, likuiditas sedang
Jika ingin cara paling aman untuk lindung nilai, emas fisik layak dipertimbangkan. Tapi hindari beberapa jebakan: koin emas dan perhiasan biasanya mengandung biaya pengolahan, saat dijual juga dikenai biaya komisi dan kerusakan, sehingga total biaya menjadi tidak efisien. Disarankan membeli batangan emas dengan berat besar, melalui bank resmi atau saluran bersertifikasi LBMA, agar aman dan terpercaya.
Emas fisik cocok untuk koleksi jangka panjang dan lindung nilai, terutama dalam kondisi ekonomi ekstrem, karena merupakan uang keras terakhir. Tapi jika ingin cepat mendapatkan keuntungan, emas fisik kurang ideal karena tidak menghasilkan pendapatan dan memerlukan perangkat penyimpanan khusus.
Di mana membelinya? Di Malaysia, bank besar seperti Maybank, CIMB, Public Bank menyediakan layanan pembelian emas yang terpercaya. Di AS, bisa melalui JPMorgan Chase, Bank of America. Di Hong Kong, pilih HSBC, Hang Seng Bank, dan lain-lain.
Metode 2: Sertifikat Emas — Kemudahan melalui kertas emas
Sertifikat emas, juga dikenal sebagai “kertas emas”, inti nya adalah Anda membeli emas tapi disimpan oleh bank, tanpa harus memiliki fisik secara langsung. Pembelian dan penjualan dilakukan melalui sertifikat ini, jauh lebih praktis dibandingkan membeli batangan.
Kelebihan: Risiko lebih rendah, transaksi kecil bisa dilakukan, bisa ditukar dengan emas fisik, mudah dioperasikan
Kekurangan: Hanya bisa beli dan jual, biaya konversi mata uang ada, waktu transaksi terbatas
Banyak bank besar menyediakan layanan sertifikat emas, seperti Maybank, Public Bank, HSBC, RHB Bank. Tapi, bagaimana cara menghemat biaya saat membeli emas? Perhatikan poin berikut:
Jika membeli dengan ringgit Malaysia, harus memperhitungkan risiko fluktuasi kurs (harga emas internasional dihitung dalam dolar AS). Jika membeli dengan mata uang asing, akan ada biaya konversi. Biaya ini umumnya sedang, tapi jika sering transaksi, biaya akan menumpuk. Jadi, sertifikat emas cocok untuk investor dengan frekuensi transaksi rendah, tidak disarankan untuk trading aktif.
Dari sisi pajak, jika transaksi dianggap sebagai kegiatan komersial (sering transaksi), harus dilaporkan sebagai penghasilan usaha dan membayar pajak penghasilan pribadi.
Metode 3: ETF Emas — Investasi indeks dengan biaya rendah
ETF emas adalah dana indeks yang mengikuti harga emas. Sebagai dana, tentu ada biaya pengelolaan. Bisa berinvestasi di ETF emas Malaysia (0828EA), atau ETF emas AS (GLD/IAU).
Biaya:
ETF Malaysia (0828EA): biaya pengelolaan (1%/tahun) + biaya transaksi (0,1%-0,5%) + biaya konversi mata uang (0,3%-1%)
Kelebihan: Mudah dibeli/jual, modal awal rendah, likuiditas tinggi
Kekurangan: Perlu memperhatikan biaya pengelolaan, hanya bisa posisi long, transaksi terbatas waktu
Untuk pemula, ETF emas adalah pilihan tepat. Modal kecil, cukup melalui akun broker, likuiditas tinggi, cocok untuk investasi jangka panjang. Tapi, setiap transaksi dikenai biaya, dan biaya tahunan pengelolaan harus diperhitungkan.
Saluran pembelian: Di Malaysia, bisa melalui broker lokal untuk ETF 0828EA, atau membuka akun broker luar negeri untuk ETF AS. GLD dan IAU adalah ETF emas terbesar dan paling likuid di AS. Di Hong Kong, bisa pilih Hang Seng Gold ETF (7800), atau China Asset Management Gold ETF.
Metode 4: Kontrak Berjangka Emas — Pilihan untuk investor profesional
Kontrak berjangka emas adalah kontrak derivatif yang mengikuti harga emas di masa depan, bisa diperdagangkan secara dua arah (long/short), menggunakan margin untuk leverage.
Kelebihan: Transaksi T+0 24 jam, fleksibel posisi long/short, leverage meningkatkan efisiensi modal
Kekurangan: Risiko leverage tinggi, harus melakukan pengiriman fisik, perlu pergantian kontrak
Bagaimana cara membeli emas agar bisa meraih keuntungan jangka pendek? Kontrak berjangka emas adalah alat yang baik, tapi membutuhkan pengetahuan khusus. Dengan leverage, keuntungan bisa diperbesar, tapi risiko juga meningkat. Harus punya manajemen risiko yang baik. Kontrak berjangka memiliki tanggal kadaluarsa, sehingga perlu melakukan rollover, yang menimbulkan biaya tambahan.
Tempat transaksi: Bursa Malaysia Derivatives menawarkan kontrak berjangka emas, tapi waktu transaksi terbatas. Di luar negeri, banyak broker menawarkan kontrak berjangka 24 jam, likuiditas dan volume lebih baik. CME Group (CME) dengan kontrak COMEX GC paling populer, likuiditas tinggi, spread kecil. Hong Kong Exchange (HKEX) juga menyediakan kontrak berjangka emas, waktu transaksi relatif terpusat (09:15-12:00, 13:00-16:30, 17:15-23:30).
Metode 5: CFD Emas — Alat jangka pendek yang fleksibel dan efisien
CFD (Contract for Difference) adalah kontrak yang mengikuti harga spot emas, memungkinkan transaksi dua arah tanpa harus memiliki fisik.
Kelebihan: Modal kecil, posisi long/short fleksibel, T+0 24 jam, proses pembukaan akun cepat
Kekurangan: Risiko leverage tinggi, membutuhkan kemampuan trading, biaya overnight
Bagaimana cara tercepat masuk pasar emas? CFD emas adalah pilihan paling efisien. Dibandingkan kontrak berjangka, CFD menawarkan banyak keunggulan:
Fleksibilitas kontrak: Kontrak berjangka memiliki ukuran tetap dan modal besar; CFD bisa mulai dari 0,01 lot, margin jauh lebih rendah
Fleksibilitas posisi: Tidak ada tanggal kadaluarsa, bisa open-close kapan saja
Struktur biaya: Berjangka mengenakan biaya transaksi dan pajak, CFD utama biaya spread dan biaya overnight
CFD emas cocok untuk trader berpengalaman yang ingin cepat terjun ke pasar. Deposit awal sekitar 50 dolar AS, efisiensi modal tinggi. Tapi ingat, leverage adalah pedang bermata dua: bisa memperbesar keuntungan tapi juga kerugian. Pemula disarankan memakai leverage rendah atau akun demo terlebih dahulu.
Platform trading: Pasar CFD didominasi broker luar negeri. Platform terkemuka yang diatur termasuk IG Markets, Plus500, eToro, yang memiliki lisensi dari lembaga keuangan internasional, biaya transparan, dan aman. Di AS, CFD tidak banyak diterima karena regulasi SEC dan CFTC. Di Hong Kong, CFD lebih umum, termasuk Dukascopy, Saxo Capital Markets, Futu Securities.
Bagaimana cara membeli emas: pilih skema terbaik sesuai kebutuhan
Jika Anda investor lindung nilai: Prioritaskan emas fisik atau sertifikat emas, paling aman, tapi harus siap menahan posisi jangka panjang, keuntungan jangka pendek terbatas.
Jika Anda investor risiko rendah: ETF emas adalah pilihan ideal, modal kecil, likuiditas tinggi, cocok untuk investasi rutin.
Jika Anda berani risiko tinggi dan mampu analisis pasar: Kontrak berjangka emas atau CFD emas bisa dipertimbangkan. Keduanya menawarkan leverage dan posisi dua arah, tapi membutuhkan kemampuan analisis dan manajemen risiko. CFD lebih fleksibel, modal lebih kecil, cocok untuk partisipasi kecil.
Setelah memilih metode investasi emas, satu saran terakhir: apapun cara membelinya, pastikan Anda memahami durasi investasi dan toleransi risiko. Investasi jangka panjang harus fokus pada titik masuk yang tepat, bukan mengejar harga tinggi secara buta. Untuk trading jangka pendek, belajar mengelola stop-loss dan membatasi leverage sangat penting. Meskipun emas adalah aset lindung nilai, setiap metode memiliki risiko berbeda. Memilih yang tepat akan membantu Anda meraih manfaat maksimal dari investasi emas.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Bagaimana cara membeli emas dengan paling menguntungkan? Perbandingan dan analisis 5 metode investasi
Risiko geopolitik yang meningkat dan tekanan inflasi yang terus berlanjut membuat emas sebagai aset lindung nilai kembali menarik perhatian investor. Tapi bagaimana cara membeli emas dan bagaimana agar bisa meraih keuntungan dari investasi ini? Sebenarnya, selain membeli emas fisik secara tradisional, kini ada berbagai cara efisien untuk berinvestasi emas. Artikel ini membandingkan secara detail berbagai saluran investasi emas, membantu Anda memilih skema terbaik sesuai gaya trading Anda.
Sekarang, bagaimana cara membeli emas agar bisa menghasilkan uang? Analisis nilai investasi
Harga emas dalam beberapa tahun terakhir mengalami fluktuasi yang tajam. Antara tahun 2022-2023, harga emas berfluktuasi antara puncak sekitar 2000 dolar AS dan rendah sekitar 1700 dolar AS, dipengaruhi oleh konflik geopolitik dan kebijakan kenaikan suku bunga Federal Reserve. Namun mulai tahun 2024, nilai investasi emas menunjukkan peningkatan yang jelas.
Pada tahun 2024, harga emas menembus rekor tertinggi, didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga di AS yang meningkat, peningkatan risiko geopolitik, serta pembelian emas oleh bank-bank sentral global secara terus-menerus. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2024, pembelian bersih emas oleh bank-bank sentral global mencapai 1045 ton, selama tiga tahun berturut-turut melebihi seribu ton, langsung mendorong harga emas menembus 2700 dolar AS. Hingga tahun 2025, keuntungan dari investasi emas semakin signifikan, dengan kenaikan tahunan mencapai 64,72%, mencatat rekor tertinggi sepanjang masa.
Namun, perlu diingat bahwa harga emas dipengaruhi oleh banyak faktor dan tren jangka pendeknya sulit diprediksi. Cara membeli emas harus didasarkan pada tujuan investasi Anda:
Strategi Nilai Jangka Panjang: Fokus utama adalah menemukan titik masuk yang tepat, bukan menunggu harga naik baru membeli. Cocok untuk membeli emas fisik, sertifikat emas, atau ETF emas, dengan menukar waktu untuk mendapatkan kenaikan nilai.
Strategi Keuntungan Jangka Pendek: Jika mampu menanggung risiko dan memiliki kemampuan analisis pasar, bisa mempertimbangkan kontrak berjangka emas atau CFD emas, untuk meraih selisih harga dari fluktuasi pasar. Kedua instrumen ini mengikuti harga emas internasional, dan dengan kemampuan analisis, Anda bisa meraih keuntungan dari posisi long atau short.
Cara membeli emas: 5 metode lengkap perbandingan
Bagaimana cara membeli emas agar paling hemat? Kunci utama adalah: apakah tujuan investasi Anda untuk lindung nilai atau meraih selisih harga? Durasi investasi jangka panjang atau pendek?
Metode 1: Emas Fisik — Pilihan paling tradisional untuk lindung nilai
Emas fisik meliputi batangan emas, koin emas, perhiasan emas, dan koin peringatan, yang bisa dibeli di bank atau toko emas.
Kelebihan: Risiko rendah, pembelian mudah, emas nyata terlihat langsung
Kekurangan: Harga satuan tinggi, membutuhkan tempat penyimpanan, biaya tambahan, likuiditas sedang
Jika ingin cara paling aman untuk lindung nilai, emas fisik layak dipertimbangkan. Tapi hindari beberapa jebakan: koin emas dan perhiasan biasanya mengandung biaya pengolahan, saat dijual juga dikenai biaya komisi dan kerusakan, sehingga total biaya menjadi tidak efisien. Disarankan membeli batangan emas dengan berat besar, melalui bank resmi atau saluran bersertifikasi LBMA, agar aman dan terpercaya.
Emas fisik cocok untuk koleksi jangka panjang dan lindung nilai, terutama dalam kondisi ekonomi ekstrem, karena merupakan uang keras terakhir. Tapi jika ingin cepat mendapatkan keuntungan, emas fisik kurang ideal karena tidak menghasilkan pendapatan dan memerlukan perangkat penyimpanan khusus.
Di mana membelinya? Di Malaysia, bank besar seperti Maybank, CIMB, Public Bank menyediakan layanan pembelian emas yang terpercaya. Di AS, bisa melalui JPMorgan Chase, Bank of America. Di Hong Kong, pilih HSBC, Hang Seng Bank, dan lain-lain.
Metode 2: Sertifikat Emas — Kemudahan melalui kertas emas
Sertifikat emas, juga dikenal sebagai “kertas emas”, inti nya adalah Anda membeli emas tapi disimpan oleh bank, tanpa harus memiliki fisik secara langsung. Pembelian dan penjualan dilakukan melalui sertifikat ini, jauh lebih praktis dibandingkan membeli batangan.
Kelebihan: Risiko lebih rendah, transaksi kecil bisa dilakukan, bisa ditukar dengan emas fisik, mudah dioperasikan
Kekurangan: Hanya bisa beli dan jual, biaya konversi mata uang ada, waktu transaksi terbatas
Banyak bank besar menyediakan layanan sertifikat emas, seperti Maybank, Public Bank, HSBC, RHB Bank. Tapi, bagaimana cara menghemat biaya saat membeli emas? Perhatikan poin berikut:
Jika membeli dengan ringgit Malaysia, harus memperhitungkan risiko fluktuasi kurs (harga emas internasional dihitung dalam dolar AS). Jika membeli dengan mata uang asing, akan ada biaya konversi. Biaya ini umumnya sedang, tapi jika sering transaksi, biaya akan menumpuk. Jadi, sertifikat emas cocok untuk investor dengan frekuensi transaksi rendah, tidak disarankan untuk trading aktif.
Dari sisi pajak, jika transaksi dianggap sebagai kegiatan komersial (sering transaksi), harus dilaporkan sebagai penghasilan usaha dan membayar pajak penghasilan pribadi.
Metode 3: ETF Emas — Investasi indeks dengan biaya rendah
ETF emas adalah dana indeks yang mengikuti harga emas. Sebagai dana, tentu ada biaya pengelolaan. Bisa berinvestasi di ETF emas Malaysia (0828EA), atau ETF emas AS (GLD/IAU).
Biaya:
Kelebihan: Mudah dibeli/jual, modal awal rendah, likuiditas tinggi
Kekurangan: Perlu memperhatikan biaya pengelolaan, hanya bisa posisi long, transaksi terbatas waktu
Untuk pemula, ETF emas adalah pilihan tepat. Modal kecil, cukup melalui akun broker, likuiditas tinggi, cocok untuk investasi jangka panjang. Tapi, setiap transaksi dikenai biaya, dan biaya tahunan pengelolaan harus diperhitungkan.
Saluran pembelian: Di Malaysia, bisa melalui broker lokal untuk ETF 0828EA, atau membuka akun broker luar negeri untuk ETF AS. GLD dan IAU adalah ETF emas terbesar dan paling likuid di AS. Di Hong Kong, bisa pilih Hang Seng Gold ETF (7800), atau China Asset Management Gold ETF.
Metode 4: Kontrak Berjangka Emas — Pilihan untuk investor profesional
Kontrak berjangka emas adalah kontrak derivatif yang mengikuti harga emas di masa depan, bisa diperdagangkan secara dua arah (long/short), menggunakan margin untuk leverage.
Kelebihan: Transaksi T+0 24 jam, fleksibel posisi long/short, leverage meningkatkan efisiensi modal
Kekurangan: Risiko leverage tinggi, harus melakukan pengiriman fisik, perlu pergantian kontrak
Bagaimana cara membeli emas agar bisa meraih keuntungan jangka pendek? Kontrak berjangka emas adalah alat yang baik, tapi membutuhkan pengetahuan khusus. Dengan leverage, keuntungan bisa diperbesar, tapi risiko juga meningkat. Harus punya manajemen risiko yang baik. Kontrak berjangka memiliki tanggal kadaluarsa, sehingga perlu melakukan rollover, yang menimbulkan biaya tambahan.
Tempat transaksi: Bursa Malaysia Derivatives menawarkan kontrak berjangka emas, tapi waktu transaksi terbatas. Di luar negeri, banyak broker menawarkan kontrak berjangka 24 jam, likuiditas dan volume lebih baik. CME Group (CME) dengan kontrak COMEX GC paling populer, likuiditas tinggi, spread kecil. Hong Kong Exchange (HKEX) juga menyediakan kontrak berjangka emas, waktu transaksi relatif terpusat (09:15-12:00, 13:00-16:30, 17:15-23:30).
Metode 5: CFD Emas — Alat jangka pendek yang fleksibel dan efisien
CFD (Contract for Difference) adalah kontrak yang mengikuti harga spot emas, memungkinkan transaksi dua arah tanpa harus memiliki fisik.
Kelebihan: Modal kecil, posisi long/short fleksibel, T+0 24 jam, proses pembukaan akun cepat
Kekurangan: Risiko leverage tinggi, membutuhkan kemampuan trading, biaya overnight
Bagaimana cara tercepat masuk pasar emas? CFD emas adalah pilihan paling efisien. Dibandingkan kontrak berjangka, CFD menawarkan banyak keunggulan:
CFD emas cocok untuk trader berpengalaman yang ingin cepat terjun ke pasar. Deposit awal sekitar 50 dolar AS, efisiensi modal tinggi. Tapi ingat, leverage adalah pedang bermata dua: bisa memperbesar keuntungan tapi juga kerugian. Pemula disarankan memakai leverage rendah atau akun demo terlebih dahulu.
Platform trading: Pasar CFD didominasi broker luar negeri. Platform terkemuka yang diatur termasuk IG Markets, Plus500, eToro, yang memiliki lisensi dari lembaga keuangan internasional, biaya transparan, dan aman. Di AS, CFD tidak banyak diterima karena regulasi SEC dan CFTC. Di Hong Kong, CFD lebih umum, termasuk Dukascopy, Saxo Capital Markets, Futu Securities.
Bagaimana cara membeli emas: pilih skema terbaik sesuai kebutuhan
Jika Anda investor lindung nilai: Prioritaskan emas fisik atau sertifikat emas, paling aman, tapi harus siap menahan posisi jangka panjang, keuntungan jangka pendek terbatas.
Jika Anda investor risiko rendah: ETF emas adalah pilihan ideal, modal kecil, likuiditas tinggi, cocok untuk investasi rutin.
Jika Anda berani risiko tinggi dan mampu analisis pasar: Kontrak berjangka emas atau CFD emas bisa dipertimbangkan. Keduanya menawarkan leverage dan posisi dua arah, tapi membutuhkan kemampuan analisis dan manajemen risiko. CFD lebih fleksibel, modal lebih kecil, cocok untuk partisipasi kecil.
Setelah memilih metode investasi emas, satu saran terakhir: apapun cara membelinya, pastikan Anda memahami durasi investasi dan toleransi risiko. Investasi jangka panjang harus fokus pada titik masuk yang tepat, bukan mengejar harga tinggi secara buta. Untuk trading jangka pendek, belajar mengelola stop-loss dan membatasi leverage sangat penting. Meskipun emas adalah aset lindung nilai, setiap metode memiliki risiko berbeda. Memilih yang tepat akan membantu Anda meraih manfaat maksimal dari investasi emas.