Jika Anda seorang investor yang baru memulai, kata “permintaan” dan “penawaran” mungkin terdengar seperti istilah dewa dalam ilmu ekonomi. Tetapi sebenarnya, grafik Penawaran (Supply Curve) dan Grafik Permintaan (Demand Curve) adalah alat yang sangat kuat untuk memprediksi perubahan harga saham dan aset keuangan lainnya. Artikel ini akan membantu Anda memahami bagaimana cara kerja grafik penawaran dan bagaimana menggunakannya untuk pengambilan keputusan investasi.
Grafik Penawaran dan Permintaan: Perbedaan yang harus diketahui investor
Orang sering bingung antara kedua konsep ini, tetapi memahami perbedaannya sangat penting.
Permintaan (Demand) adalah keinginan untuk membeli barang, atau dalam pasar saham, keinginan untuk memegang aset tersebut. Ketika kita menggambar jumlah yang ingin dibeli pada berbagai tingkat harga, kita mendapatkan garis permintaan yang biasanya menurun dari kiri atas ke kanan bawah, yang berarti bahwa saat harga turun, pembeli bersedia membeli lebih banyak.
Penawaran (Supply) sebaliknya adalah keinginan untuk menjual barang. Ketika kita menggambar jumlah yang bersedia dijual pada berbagai tingkat harga, grafik penawaran akan naik dari kiri bawah ke kanan atas, menunjukkan bahwa saat harga naik, penjual bersedia menawarkan lebih banyak barang.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran grafik penawaran di pasar
Grafik penawaran tidak selalu statis. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan pergeseran:
Biaya produksi: Ketika biaya produksi meningkat, misalnya upah lebih tinggi atau harga bahan baku naik, produsen membutuhkan harga yang lebih tinggi agar bersedia menjual. Ini menyebabkan grafik penawaran bergeser ke kiri. Sebaliknya, jika teknologi baru menurunkan biaya, produsen dapat menawarkan lebih banyak pada harga yang sama, sehingga grafik bergeser ke kanan.
Kebijakan perusahaan: Perusahaan yang melakukan buyback saham akan mengurangi jumlah saham di pasar, menggeser grafik penawaran ke kiri. Sebaliknya, peningkatan modal akan menambah jumlah saham, menggeser grafik ke kanan.
Peraturan hukum: Regulasi pasar modal, seperti pembatasan Silent Period setelah IPO, dapat membatasi penjualan saham oleh pemegang saham besar, yang mempengaruhi grafik penawaran.
Cara menggunakan grafik penawaran dalam analisis teknikal
Trader yang menggunakan Price Action sering membaca grafik penawaran melalui pengamatan candlestick. Ketika muncul candlestick besar berwarna merah, itu sinyal adanya tekanan jual (penawaran) yang meningkat. Sebaliknya, candlestick besar berwarna hijau menunjukkan kekuatan beli yang lebih besar.
Mencari Support & Resistance juga merupakan penerapan prinsip grafik penawaran. Resistance biasanya adalah area di mana penjual menunggu harga mencapai dan bersedia menjual, mewakili “penawaran yang padat”. Sebaliknya, Support adalah area di mana pembeli menunggu harga turun dan bersedia membeli, mewakili “permintaan yang kuat”.
Membaca tren: Jika harga terus-menerus mencapai titik terendah baru, ini menunjukkan bahwa grafik penawaran masih kuat, dan harga cenderung terus turun.
Demand Supply Zone: Penerapan grafik penawaran untuk trading saham
Teknik Demand Supply Zone dibuat untuk menunjukkan area di grafik yang menunjukkan permintaan atau penawaran yang kuat.
DBR: Ketika saham turun lalu kembali naik
Ketika saham jatuh cepat (Drop), menunjukkan tekanan jual yang besar. Setelah itu, harga mulai berfluktuasi (Base) karena adanya pembelian. Jika ada faktor positif yang masuk, harga akan berbalik naik (Rally). Ini membantu trader membeli di titik yang tepat.
RBD: Ketika saham naik lalu melambat
Sebaliknya, saham melonjak cepat (Rally) dan kemudian beristirahat (Base) sebelum jatuh (Drop) karena faktor negatif. Trader dapat menjual di titik yang sesuai.
RBR dan DBD: Tren berkelanjutan
Seringkali tren berlanjut dengan pola RBR (Rally-Base-Rally), menunjukkan kekuatan tren naik, atau DBD (Drop-Base-Drop), menunjukkan tren turun yang berkelanjutan.
Menggunakan grafik penawaran dan permintaan dalam analisis fundamental
Analis fundamental berpendapat bahwa ketika ada berita baik tentang perusahaan, permintaan untuk memegang saham (permintaan) akan meningkat, sementara penawaran menurun, sehingga harga naik. Sebaliknya, berita buruk akan meningkatkan penawaran dan menurunkan permintaan, menyebabkan harga turun.
Pentingnya analisis ini adalah agar investor dapat memprediksi perubahan permintaan dan penawaran sebelum harga benar-benar berubah. Oleh karena itu, membaca grafik penawaran dan mengikuti sinyal peringatan perubahan penawaran adalah keterampilan yang sangat penting.
Kesimpulan: Grafik penawaran adalah alat, bukan teori kebenaran mutlak
Grafik penawaran dan permintaan tetap menjadi dasar yang kuat dalam analisis harga. Baik Anda seorang analis fundamental maupun trader teknikal, pemahaman tentang bagaimana grafik penawaran mempengaruhi harga akan membantu Anda membuat keputusan investasi dengan lebih percaya diri.
Kursus ini membutuhkan latihan nyata: membaca grafik harga saham nyata yang terjadi di pasar dan mencoba menerapkan konsep bahwa permintaan, penawaran, dan keseimbangan harga adalah proses belajar yang tak pernah berakhir. Semakin sering Anda berlatih, semakin mahir Anda dalam membaca grafik penawaran dan situasi pasar secara akurat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Memahami Grafik Penawaran dan Permintaan: Kunci Utama untuk Investasi yang Tepat
Jika Anda seorang investor yang baru memulai, kata “permintaan” dan “penawaran” mungkin terdengar seperti istilah dewa dalam ilmu ekonomi. Tetapi sebenarnya, grafik Penawaran (Supply Curve) dan Grafik Permintaan (Demand Curve) adalah alat yang sangat kuat untuk memprediksi perubahan harga saham dan aset keuangan lainnya. Artikel ini akan membantu Anda memahami bagaimana cara kerja grafik penawaran dan bagaimana menggunakannya untuk pengambilan keputusan investasi.
Grafik Penawaran dan Permintaan: Perbedaan yang harus diketahui investor
Orang sering bingung antara kedua konsep ini, tetapi memahami perbedaannya sangat penting.
Permintaan (Demand) adalah keinginan untuk membeli barang, atau dalam pasar saham, keinginan untuk memegang aset tersebut. Ketika kita menggambar jumlah yang ingin dibeli pada berbagai tingkat harga, kita mendapatkan garis permintaan yang biasanya menurun dari kiri atas ke kanan bawah, yang berarti bahwa saat harga turun, pembeli bersedia membeli lebih banyak.
Penawaran (Supply) sebaliknya adalah keinginan untuk menjual barang. Ketika kita menggambar jumlah yang bersedia dijual pada berbagai tingkat harga, grafik penawaran akan naik dari kiri bawah ke kanan atas, menunjukkan bahwa saat harga naik, penjual bersedia menawarkan lebih banyak barang.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran grafik penawaran di pasar
Grafik penawaran tidak selalu statis. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan pergeseran:
Biaya produksi: Ketika biaya produksi meningkat, misalnya upah lebih tinggi atau harga bahan baku naik, produsen membutuhkan harga yang lebih tinggi agar bersedia menjual. Ini menyebabkan grafik penawaran bergeser ke kiri. Sebaliknya, jika teknologi baru menurunkan biaya, produsen dapat menawarkan lebih banyak pada harga yang sama, sehingga grafik bergeser ke kanan.
Kebijakan perusahaan: Perusahaan yang melakukan buyback saham akan mengurangi jumlah saham di pasar, menggeser grafik penawaran ke kiri. Sebaliknya, peningkatan modal akan menambah jumlah saham, menggeser grafik ke kanan.
Peraturan hukum: Regulasi pasar modal, seperti pembatasan Silent Period setelah IPO, dapat membatasi penjualan saham oleh pemegang saham besar, yang mempengaruhi grafik penawaran.
Cara menggunakan grafik penawaran dalam analisis teknikal
Trader yang menggunakan Price Action sering membaca grafik penawaran melalui pengamatan candlestick. Ketika muncul candlestick besar berwarna merah, itu sinyal adanya tekanan jual (penawaran) yang meningkat. Sebaliknya, candlestick besar berwarna hijau menunjukkan kekuatan beli yang lebih besar.
Mencari Support & Resistance juga merupakan penerapan prinsip grafik penawaran. Resistance biasanya adalah area di mana penjual menunggu harga mencapai dan bersedia menjual, mewakili “penawaran yang padat”. Sebaliknya, Support adalah area di mana pembeli menunggu harga turun dan bersedia membeli, mewakili “permintaan yang kuat”.
Membaca tren: Jika harga terus-menerus mencapai titik terendah baru, ini menunjukkan bahwa grafik penawaran masih kuat, dan harga cenderung terus turun.
Demand Supply Zone: Penerapan grafik penawaran untuk trading saham
Teknik Demand Supply Zone dibuat untuk menunjukkan area di grafik yang menunjukkan permintaan atau penawaran yang kuat.
DBR: Ketika saham turun lalu kembali naik
Ketika saham jatuh cepat (Drop), menunjukkan tekanan jual yang besar. Setelah itu, harga mulai berfluktuasi (Base) karena adanya pembelian. Jika ada faktor positif yang masuk, harga akan berbalik naik (Rally). Ini membantu trader membeli di titik yang tepat.
RBD: Ketika saham naik lalu melambat
Sebaliknya, saham melonjak cepat (Rally) dan kemudian beristirahat (Base) sebelum jatuh (Drop) karena faktor negatif. Trader dapat menjual di titik yang sesuai.
RBR dan DBD: Tren berkelanjutan
Seringkali tren berlanjut dengan pola RBR (Rally-Base-Rally), menunjukkan kekuatan tren naik, atau DBD (Drop-Base-Drop), menunjukkan tren turun yang berkelanjutan.
Menggunakan grafik penawaran dan permintaan dalam analisis fundamental
Analis fundamental berpendapat bahwa ketika ada berita baik tentang perusahaan, permintaan untuk memegang saham (permintaan) akan meningkat, sementara penawaran menurun, sehingga harga naik. Sebaliknya, berita buruk akan meningkatkan penawaran dan menurunkan permintaan, menyebabkan harga turun.
Pentingnya analisis ini adalah agar investor dapat memprediksi perubahan permintaan dan penawaran sebelum harga benar-benar berubah. Oleh karena itu, membaca grafik penawaran dan mengikuti sinyal peringatan perubahan penawaran adalah keterampilan yang sangat penting.
Kesimpulan: Grafik penawaran adalah alat, bukan teori kebenaran mutlak
Grafik penawaran dan permintaan tetap menjadi dasar yang kuat dalam analisis harga. Baik Anda seorang analis fundamental maupun trader teknikal, pemahaman tentang bagaimana grafik penawaran mempengaruhi harga akan membantu Anda membuat keputusan investasi dengan lebih percaya diri.
Kursus ini membutuhkan latihan nyata: membaca grafik harga saham nyata yang terjadi di pasar dan mencoba menerapkan konsep bahwa permintaan, penawaran, dan keseimbangan harga adalah proses belajar yang tak pernah berakhir. Semakin sering Anda berlatih, semakin mahir Anda dalam membaca grafik penawaran dan situasi pasar secara akurat.