Buy limit vs buy stop adalah dua jenis pending order di pasar forex yang memainkan peran penting dalam manajemen risiko dan pengendalian titik masuk dan keluar. Artikel ini akan membantu trader pemula dan berpengalaman untuk memahami perbedaan ini dengan jelas.
Mengenal Market Order dan Pending Order
Sebelum masuk ke detail Buy limit vs buy stop, penting untuk dipahami bahwa trading forex memiliki dua kelompok utama trading order yang tersedia untuk setiap broker.
Pesanan Pasar Ini adalah pesanan yang segera dieksekusi pada harga pasar terbaik pada saat itu. Sangat cocok untuk trader yang ingin segera membuka posisi. Tetapi kelemahannya adalah harga yang tepat tidak dapat dijamin, karena harga dapat berubah antara klik dan jeli tempat pesanan dieksekusi.
Pesanan Tertunda Ini adalah pesanan perdagangan berjangka, yang dieksekusi hanya ketika pasar mencapai tingkat harga yang ditetapkan oleh pedagang. Jenis pernyataan ini dibagi menjadi dua kategori utama. Limit order dan stop order masing-masing memiliki karakteristik dan metode penggunaan yang berbeda.
Buy Stop vs Buy Limit - Perbedaan yang Perlu Diketahui
Buy limit vs buy stop adalah dua jenis order untuk membuka posisi dengan perbedaan fundamental harga dan target perdagangan.
Buy Stop - Tempatkan pesanan saat harga naik.
Beli Berhenti Ini adalah pesanan untuk membuka posisi beli dengan harga yang lebih tinggi dari harga pasar saat ini. Perintah ini adalah taruhan bahwa ketika harga menembus satu level resistance, harga akan dapat melewati garis Bull Line. Trader sering menggunakan Buy Stop ketika mereka melihat bahwa pasar jelas bergerak ke atas dan ingin masuk ke arah pasar.
Misalnya, jika harga saat ini berada di 1.0950, seorang trader dapat menempatkan Buy Stop di 1.1000.
Batas Beli - Pesan dengan harga lebih rendah.
Batas Beli Ini adalah pesanan untuk membuka posisi beli dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar saat ini. Pesanan ini adalah prediksi bahwa harga akan turun ke level tertentu dan kemudian berbalik ke atas.
Misalnya, jika harga saat ini berada di 1,0950, seorang trader mungkin menempatkan Batas Beli di 1,0900, menunggu harga turun untuk mencapai apa yang mereka yakini akan menjadi akhir dari penurunan.
Jual Stop dan Sell Limit
Demikian pula, Jual Berhentiadalah pesanan untuk membuka posisi short pada harga yang lebih rendah dari harga saat ini.Batas Jual adalah pesanan untuk menjual dengan harga yang lebih tinggi dari harga saat ini. Untuk menunggu pasar mencapai level tertentu dan kemudian para dewa keluar.
Dua Jenis Pending Order yang Perlu Diketahui Trader
Limit Order - Par dengan harga tertentu
Limit order adalah order yang akan dieksekusi ketika harga mencapai level yang ditetapkan. Atau lebih baik Hanya Keuntungan dari Limit Order adalah menawarkan jaminan harga pada tingkat yang diharapkan. Hal ini memungkinkan pedagang untuk menghindari slippage (penyimpangan harga dari ekspektasi).
Kerugiannya adalah pengoperasiannya tidak dijamin. Pesanan tidak akan dibuka, dan pedagang mungkin kehilangan peluang perdagangan.
Stop Order - Dibuka saat pasar aktif.
Stop order segera dieksekusi ketika harga mencapai level yang ditetapkan. Pesanan ini penting untuk mengambil keuntungan dan membatasi kerugian (Stop Loss).
Keuntungan menggunakan Buy limit vs buy stop
1. Kontrol Harga Masuk yang Tepat
Dengan menggunakan Buy Limit, trader dapat mendekati posisi pada harga yang diinginkan. Tanpa khawatir tentang perubahan harga yang tiba-tiba. Bagian Buy Stop memungkinkan masuk ketika pasar mengkonfirmasi arahnya. Mengurangi kerugian yang disebabkan oleh terbalik
2. Otomatisasi dan Kenyamanan
Setelah pesanan tertunda ditetapkan, tidak perlu memantau pasar sepanjang waktu. Pesanan dieksekusi secara otomatis ketika kondisi terpenuhi, memungkinkan pedagang untuk fokus pada strategi lain.
3.
Mengetahui berapa harga titik masuk dan keluar akan terjadi Ini memungkinkan pedagang untuk menghitung rasio risiko-imbalan terlebih dahulu. Kurangi dampak pengambilan keputusan emosional
4. Hindari membuat keputusan yang disebabkan oleh emosi.
Dengan melakukan pemesanan terlebih dahulu, pedagang dapat tetap berpegang pada rencana perdagangan mereka. Ini tidak terpengaruh oleh fluktuasi pasar jangka pendek atau tekanan psikologis yang disebabkan oleh melihat pergerakan pasar.
Kerugian dan risiko yang harus diwaspadai
1. Fluktuasi Tak Terduga
Pasar forex sangat fluktuatif. Berita atau peristiwa utama dapat menyebabkan harga melonjak di atas titik lokasi Pending Order tanpa kesempatan untuk dieksekusi. Ini disebut celah, yang dapat menyebabkan banyak selip.
2.
Jika pasar tidak mencapai titik di mana pesanan tertunda berada, pesanan tidak akan dibuka sama sekali. Trader mungkin kehilangan perdagangan yang menguntungkan karena prediksi harga yang tidak akurat.
3. Strategi Kompleks
Menggunakan beberapa pending order sekaligus dapat memperumit strategi trading. Hal ini membuatnya sulit untuk dilacak, dianalisis, dan ditingkatkan.
Cara menempatkan pesanan Buy Stop dan Buy Limit dalam praktiknya
Langkah-langkah Dasar untuk Melakukan Pemesanan
1. Masuk ke platform perdagangan
Masuk ke akun trading Anda.
Pilih pasangan mata uang yang ingin Anda perdagangkan (misalnya EUR/USD).
2. Pilih jenis pesanan.
Klik “Pending Order”.
Kemudian, pilih Buy Stop atau Buy Limit tergantung pada preferensi Anda.
3. Atur detail pesanan
Harga Pembukaan: Tentukan harga di mana Anda ingin pesanan dieksekusi.
Ukuran lot: Tentukan volume perdagangan.
Stop Loss: Tetapkan harga di bawah pembukaan, untuk membatasi kerugian.
Ambil Untung: Tetapkan harga lebih tinggi dari pembukaan untuk mengunci keuntungan.
4. Konfirmasi dan jalankan
Periksa kembali detailnya.
Klik tombol “Konfirmasi” untuk menyimpan pesanan.
Apa yang harus diperhatikan saat menggunakan pesanan tertunda
Poin penting yang perlu diingat
Jangan lupa Stop Loss
Stop Loss adalah batas untuk melindungi dari kerugian besar.
Tidak adanya stop loss dapat mengakibatkan kerugian yang melebihi yang diantisipasi.
Atur Take Profit yang Sesuai
Take Profit membantu mengunci keuntungan dari pembalikan pasar.
Mengaturnya terlalu rendah dapat menyebabkan hilangnya peluang keuntungan.
Jangan menggunakan terlalu banyak leverage.
Leverage memperbesar keuntungan, tetapi juga memperbesar kerugian.
Gunakan leverage sedang (1:10 hingga 1:50) sebagai tempat yang lebih aman.
Miliki rencana perdagangan yang jelas
Sebelum menempatkan pending order, harus ada tujuan dan strategi.
Buat keputusan berdasarkan data dan analisis, bukan emosi.
Manajemen risiko yang memadai
Total dana akun tidak digunakan untuk memperdagangkan hanya satu posisi.
Bagi risiko di beberapa perdagangan sehingga mereka tidak kehilangan semuanya.
Kesimpulan
Buy limit vs buy stop adalah bagian penting dari proses trading forex profesional. Memahami perbedaan dan menggunakannya dengan benar akan membantu pemula dan veteran untuk mengontrol perdagangan mereka dengan lebih baik.
Buy Stop cocok untuk mengikuti tren naik. Sedangkan Buy Limit cocok untuk menunggu alasan harga. Kombinasi kedua jenis ini dengan manajemen risiko yang baik, stop loss dan take profit yang tepat memberi pedagang peluang sukses yang lebih baik di pasar forex.
Pendidikan dan latihan berkelanjutan dengan setiap jenis pesanan akan membantu pedagang meningkatkan keterampilan mereka dan membangun kepercayaan diri dalam pengambilan keputusan mereka. Penting untuk diingat bahwa perdagangan selalu berisiko. Oleh karena itu, manajemen risiko yang cerdas adalah inti dari kesuksesan jangka panjang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Buy Limit vs Buy Stop adalah perbedaan dan cara penggunaan dalam trading forex
Buy limit vs buy stop adalah dua jenis pending order di pasar forex yang memainkan peran penting dalam manajemen risiko dan pengendalian titik masuk dan keluar. Artikel ini akan membantu trader pemula dan berpengalaman untuk memahami perbedaan ini dengan jelas.
Mengenal Market Order dan Pending Order
Sebelum masuk ke detail Buy limit vs buy stop, penting untuk dipahami bahwa trading forex memiliki dua kelompok utama trading order yang tersedia untuk setiap broker.
Pesanan Pasar Ini adalah pesanan yang segera dieksekusi pada harga pasar terbaik pada saat itu. Sangat cocok untuk trader yang ingin segera membuka posisi. Tetapi kelemahannya adalah harga yang tepat tidak dapat dijamin, karena harga dapat berubah antara klik dan jeli tempat pesanan dieksekusi.
Pesanan Tertunda Ini adalah pesanan perdagangan berjangka, yang dieksekusi hanya ketika pasar mencapai tingkat harga yang ditetapkan oleh pedagang. Jenis pernyataan ini dibagi menjadi dua kategori utama. Limit order dan stop order masing-masing memiliki karakteristik dan metode penggunaan yang berbeda.
Buy Stop vs Buy Limit - Perbedaan yang Perlu Diketahui
Buy limit vs buy stop adalah dua jenis order untuk membuka posisi dengan perbedaan fundamental harga dan target perdagangan.
Buy Stop - Tempatkan pesanan saat harga naik.
Beli Berhenti Ini adalah pesanan untuk membuka posisi beli dengan harga yang lebih tinggi dari harga pasar saat ini. Perintah ini adalah taruhan bahwa ketika harga menembus satu level resistance, harga akan dapat melewati garis Bull Line. Trader sering menggunakan Buy Stop ketika mereka melihat bahwa pasar jelas bergerak ke atas dan ingin masuk ke arah pasar.
Misalnya, jika harga saat ini berada di 1.0950, seorang trader dapat menempatkan Buy Stop di 1.1000.
Batas Beli - Pesan dengan harga lebih rendah.
Batas Beli Ini adalah pesanan untuk membuka posisi beli dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar saat ini. Pesanan ini adalah prediksi bahwa harga akan turun ke level tertentu dan kemudian berbalik ke atas.
Misalnya, jika harga saat ini berada di 1,0950, seorang trader mungkin menempatkan Batas Beli di 1,0900, menunggu harga turun untuk mencapai apa yang mereka yakini akan menjadi akhir dari penurunan.
Jual Stop dan Sell Limit
Demikian pula, Jual Berhentiadalah pesanan untuk membuka posisi short pada harga yang lebih rendah dari harga saat ini.Batas Jual adalah pesanan untuk menjual dengan harga yang lebih tinggi dari harga saat ini. Untuk menunggu pasar mencapai level tertentu dan kemudian para dewa keluar.
Dua Jenis Pending Order yang Perlu Diketahui Trader
Limit Order - Par dengan harga tertentu
Limit order adalah order yang akan dieksekusi ketika harga mencapai level yang ditetapkan. Atau lebih baik Hanya Keuntungan dari Limit Order adalah menawarkan jaminan harga pada tingkat yang diharapkan. Hal ini memungkinkan pedagang untuk menghindari slippage (penyimpangan harga dari ekspektasi).
Kerugiannya adalah pengoperasiannya tidak dijamin. Pesanan tidak akan dibuka, dan pedagang mungkin kehilangan peluang perdagangan.
Stop Order - Dibuka saat pasar aktif.
Stop order segera dieksekusi ketika harga mencapai level yang ditetapkan. Pesanan ini penting untuk mengambil keuntungan dan membatasi kerugian (Stop Loss).
Keuntungan menggunakan Buy limit vs buy stop
1. Kontrol Harga Masuk yang Tepat
Dengan menggunakan Buy Limit, trader dapat mendekati posisi pada harga yang diinginkan. Tanpa khawatir tentang perubahan harga yang tiba-tiba. Bagian Buy Stop memungkinkan masuk ketika pasar mengkonfirmasi arahnya. Mengurangi kerugian yang disebabkan oleh terbalik
2. Otomatisasi dan Kenyamanan
Setelah pesanan tertunda ditetapkan, tidak perlu memantau pasar sepanjang waktu. Pesanan dieksekusi secara otomatis ketika kondisi terpenuhi, memungkinkan pedagang untuk fokus pada strategi lain.
3.
Mengetahui berapa harga titik masuk dan keluar akan terjadi Ini memungkinkan pedagang untuk menghitung rasio risiko-imbalan terlebih dahulu. Kurangi dampak pengambilan keputusan emosional
4. Hindari membuat keputusan yang disebabkan oleh emosi.
Dengan melakukan pemesanan terlebih dahulu, pedagang dapat tetap berpegang pada rencana perdagangan mereka. Ini tidak terpengaruh oleh fluktuasi pasar jangka pendek atau tekanan psikologis yang disebabkan oleh melihat pergerakan pasar.
Kerugian dan risiko yang harus diwaspadai
1. Fluktuasi Tak Terduga
Pasar forex sangat fluktuatif. Berita atau peristiwa utama dapat menyebabkan harga melonjak di atas titik lokasi Pending Order tanpa kesempatan untuk dieksekusi. Ini disebut celah, yang dapat menyebabkan banyak selip.
2.
Jika pasar tidak mencapai titik di mana pesanan tertunda berada, pesanan tidak akan dibuka sama sekali. Trader mungkin kehilangan perdagangan yang menguntungkan karena prediksi harga yang tidak akurat.
3. Strategi Kompleks
Menggunakan beberapa pending order sekaligus dapat memperumit strategi trading. Hal ini membuatnya sulit untuk dilacak, dianalisis, dan ditingkatkan.
Cara menempatkan pesanan Buy Stop dan Buy Limit dalam praktiknya
Langkah-langkah Dasar untuk Melakukan Pemesanan
1. Masuk ke platform perdagangan
2. Pilih jenis pesanan.
3. Atur detail pesanan
4. Konfirmasi dan jalankan
Apa yang harus diperhatikan saat menggunakan pesanan tertunda
Poin penting yang perlu diingat
Jangan lupa Stop Loss
Atur Take Profit yang Sesuai
Jangan menggunakan terlalu banyak leverage.
Miliki rencana perdagangan yang jelas
Manajemen risiko yang memadai
Kesimpulan
Buy limit vs buy stop adalah bagian penting dari proses trading forex profesional. Memahami perbedaan dan menggunakannya dengan benar akan membantu pemula dan veteran untuk mengontrol perdagangan mereka dengan lebih baik.
Buy Stop cocok untuk mengikuti tren naik. Sedangkan Buy Limit cocok untuk menunggu alasan harga. Kombinasi kedua jenis ini dengan manajemen risiko yang baik, stop loss dan take profit yang tepat memberi pedagang peluang sukses yang lebih baik di pasar forex.
Pendidikan dan latihan berkelanjutan dengan setiap jenis pesanan akan membantu pedagang meningkatkan keterampilan mereka dan membangun kepercayaan diri dalam pengambilan keputusan mereka. Penting untuk diingat bahwa perdagangan selalu berisiko. Oleh karena itu, manajemen risiko yang cerdas adalah inti dari kesuksesan jangka panjang.