Dalam dunia trading dan investasi, kata oversold berarti “jual terlalu banyak” atau kondisi di mana aset dijual hingga harga turun di bawah nilai yang seharusnya. Ini adalah konsep penting yang membantu trader menghindari keputusan yang salah, seperti menjual barang yang terlalu murah atau membeli barang yang terlalu mahal. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi makna mendalam dari kondisi oversold dan overbought, serta cara mengaplikasikannya dalam trading nyata.
Oversold dan Overbought: Pengertian Dasar
Apa itu kondisi Oversold? Itu adalah penggunaan indikator teknikal untuk menganalisis apakah suatu aset telah dijual terlalu banyak. Ketika indikator menunjukkan nilai Oversold, sinyal ini menunjukkan bahwa tekanan jual mulai melemah dan kemungkinan kekuatan beli akan masuk kembali, sehingga harga berpotensi rebound atau kembali ke level normal.
Sebaliknya, kondisi Overbought berarti aset telah dibeli terlalu banyak, harga naik melebihi kebutuhan dan ada kecenderungan bahwa kekuatan beli mulai melemah, disertai masuknya tekanan jual. Saat ini, harga mungkin berhenti naik atau berbalik turun.
Analisis kedua kondisi ini tidak berkaitan dengan harga wajar (Fair Price), melainkan mengamati apakah pergerakan harga sudah terlalu jauh dari level normalnya.
Apa itu Overbought dan Oversold?
Oversold terjadi ketika aset dijual terlalu banyak sehingga harga turun di bawah nilai yang seharusnya. Pada saat ini, trader cerdas akan menyadari bahwa tekanan jual akan segera berakhir dan sinyal bahwa kekuatan beli akan kembali muncul. Hasilnya, harga cenderung berhenti turun dan mulai rebound. Indikator seperti Stochastic Oscillator di bawah 20 atau RSI di bawah 30 adalah sinyal bahwa saat ini pasar sedang oversold. Ketika melihat sinyal ini, jangan langsung menjual karena mungkin sudah terlalu murah, melainkan cari peluang membeli.
Overbought adalah kondisi di mana aset dibeli terlalu banyak sehingga harga naik terlalu tinggi. Pada saat ini, kekuatan beli mulai melemah, tekanan jual masuk, dan harga cenderung berhenti naik atau berbalik turun. Indikator seperti Stochastic di atas 80 atau RSI di atas 70 menunjukkan kondisi overbought. Trader berpengalaman biasanya menghindari membeli lagi di zona ini dan mulai mencari peluang untuk menjual (short).
Alat Ukur Kondisi Overbought dan Oversold
RSI (Relative Strength Index) - Indikator Kekuatan Relatif
RSI adalah salah satu indikator paling populer untuk mengidentifikasi kondisi overbought dan oversold. Indikator ini membandingkan kekuatan kenaikan dan penurunan harga.
Rumus RSI:
RSI = 100 - (100 / (1 + RS))
di mana RS adalah rasio rata-rata kenaikan harga dalam N hari dibagi rata-rata penurunan harga dalam N hari.
Nilai RSI berkisar antara 0 sampai 100:
RSI di atas 70: sinyal overbought, harga mungkin berbalik turun
RSI di bawah 30: sinyal oversold, harga mungkin naik kembali
Perlu diingat bahwa angka 70 dan 30 adalah standar umum, bisa disesuaikan sesuai karakteristik aset.
Stochastic Oscillator - Indikator Posisi Harga
Stochastic Oscillator mengukur posisi harga penutupan hari ini dalam rentang High-Low selama periode tertentu (biasanya 14 hari).
Rumus:
%K = [(Harga Penutupan - Harga Terendah 14 hari) / (Harga Tertinggi 14 hari - Harga Terendah 14 hari)] x 100
%D adalah rata-rata dari %K selama 3 hari terakhir.
Nilai berkisar 0 sampai 100:
%K di atas 80: sinyal overbought
%K di bawah 20: sinyal oversold
Indikator ini membantu trader melihat posisi penutupan harga dalam rentang High-Low, mempercepat deteksi perubahan tren.
Strategi Trading: Mean Reversal
Mean Reversal adalah strategi yang berasumsi bahwa harga yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan kembali ke nilai rata-rata. Strategi ini cocok di pasar sideways tanpa tren yang jelas.
Contoh strategi Mean Reversal dengan RSI
Langkah-langkah:
Analisis tren utama menggunakan MA200:
Harga di atas MA200 = tren naik
Harga di bawah MA200 = tren turun
Harga berayun di sekitar MA200 = sideways
Tentukan zona overbought/oversold dengan RSI:
Overbought: RSI > 90
Oversold: RSI < 10
Entry posisi saat harga menyentuh zona oversold/overbought sesuai tren utama.
Keluar posisi saat harga kembali ke MA5 (rata-rata 5 hari).
Studi kasus: USDJPY di timeframe 2H
Dalam contoh trading USD/JPY:
Harga menembus di atas MA200 dan mulai berayun di sekitar MA200 sebagai support/resistance utama.
Karena tren naik, peluang buy muncul saat RSI menunjukkan oversold (misalnya RSI < 10).
Entry buy saat harga menembus MA5 ke atas, stop loss di bawah harga terendah sebelumnya.
Exit saat harga mendekati MA25 atau saat RSI menunjukkan kondisi overbought.
Strategi ini cocok saat pasar sedang sideways dan tidak menunjukkan tren kuat.
Strategi Trading: Divergence
Divergence terjadi saat indikator menunjukkan sinyal yang berlawanan dengan pergerakan harga. Contohnya, harga membuat higher high, tetapi RSI tidak ikut membuat higher high, menandakan potensi pembalikan tren.
Divergence paling akurat saat terjadi bersamaan dengan kondisi overbought atau oversold.
Contoh strategi divergence dengan RSI
Langkah-langkah:
Cari pola pembalikan seperti Double Top, Double Bottom, Head and Shoulders.
Perhatikan divergence: misalnya, harga membuat lower low, tetapi RSI membuat higher low (bullish divergence), atau sebaliknya (bearish divergence).
Konfirmasi dengan menunggu harga menembus level penting, misalnya MA5.
Entry saat konfirmasi tren baru muncul.
Studi kasus: WTI (minyak mentah) timeframe 2H
Dalam contoh:
Harga membentuk lower low, tetapi RSI menunjukkan higher low (bullish divergence).
Entry beli saat harga menembus MA25 ke atas.
Stop loss di bawah low sebelumnya.
Keluar saat divergence bearish muncul lagi atau tren berbalik.
Kesimpulan: Menggunakan Oversold dan Overbought dengan Bijak
Oversold berarti “jual terlalu banyak” dan Overbought berarti “beli terlalu banyak”. Keduanya adalah alat bantu yang tidak boleh digunakan secara tunggal untuk keputusan trading. Bahkan indikator seperti RSI dan Stochastic bisa sangat membantu, tetapi harus dikombinasikan dengan alat lain seperti divergence, moving averages, dan pola grafik.
Ingat, oversold dan overbought bukan sinyal beli/jual langsung, melainkan indikator yang membantu mengidentifikasi potensi pembalikan tren. Trader sukses biasanya menunggu konfirmasi dari beberapa indikator sebelum masuk posisi. Prinsip ini yang membuat oversold dan overbought menjadi alat yang efektif dan terpercaya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Oversold berarti: Panduan trading forex untuk pemula
Dalam dunia trading dan investasi, kata oversold berarti “jual terlalu banyak” atau kondisi di mana aset dijual hingga harga turun di bawah nilai yang seharusnya. Ini adalah konsep penting yang membantu trader menghindari keputusan yang salah, seperti menjual barang yang terlalu murah atau membeli barang yang terlalu mahal. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi makna mendalam dari kondisi oversold dan overbought, serta cara mengaplikasikannya dalam trading nyata.
Oversold dan Overbought: Pengertian Dasar
Apa itu kondisi Oversold? Itu adalah penggunaan indikator teknikal untuk menganalisis apakah suatu aset telah dijual terlalu banyak. Ketika indikator menunjukkan nilai Oversold, sinyal ini menunjukkan bahwa tekanan jual mulai melemah dan kemungkinan kekuatan beli akan masuk kembali, sehingga harga berpotensi rebound atau kembali ke level normal.
Sebaliknya, kondisi Overbought berarti aset telah dibeli terlalu banyak, harga naik melebihi kebutuhan dan ada kecenderungan bahwa kekuatan beli mulai melemah, disertai masuknya tekanan jual. Saat ini, harga mungkin berhenti naik atau berbalik turun.
Analisis kedua kondisi ini tidak berkaitan dengan harga wajar (Fair Price), melainkan mengamati apakah pergerakan harga sudah terlalu jauh dari level normalnya.
Apa itu Overbought dan Oversold?
Oversold terjadi ketika aset dijual terlalu banyak sehingga harga turun di bawah nilai yang seharusnya. Pada saat ini, trader cerdas akan menyadari bahwa tekanan jual akan segera berakhir dan sinyal bahwa kekuatan beli akan kembali muncul. Hasilnya, harga cenderung berhenti turun dan mulai rebound. Indikator seperti Stochastic Oscillator di bawah 20 atau RSI di bawah 30 adalah sinyal bahwa saat ini pasar sedang oversold. Ketika melihat sinyal ini, jangan langsung menjual karena mungkin sudah terlalu murah, melainkan cari peluang membeli.
Overbought adalah kondisi di mana aset dibeli terlalu banyak sehingga harga naik terlalu tinggi. Pada saat ini, kekuatan beli mulai melemah, tekanan jual masuk, dan harga cenderung berhenti naik atau berbalik turun. Indikator seperti Stochastic di atas 80 atau RSI di atas 70 menunjukkan kondisi overbought. Trader berpengalaman biasanya menghindari membeli lagi di zona ini dan mulai mencari peluang untuk menjual (short).
Alat Ukur Kondisi Overbought dan Oversold
RSI (Relative Strength Index) - Indikator Kekuatan Relatif
RSI adalah salah satu indikator paling populer untuk mengidentifikasi kondisi overbought dan oversold. Indikator ini membandingkan kekuatan kenaikan dan penurunan harga.
Rumus RSI: RSI = 100 - (100 / (1 + RS))
di mana RS adalah rasio rata-rata kenaikan harga dalam N hari dibagi rata-rata penurunan harga dalam N hari.
Nilai RSI berkisar antara 0 sampai 100:
Perlu diingat bahwa angka 70 dan 30 adalah standar umum, bisa disesuaikan sesuai karakteristik aset.
Stochastic Oscillator - Indikator Posisi Harga
Stochastic Oscillator mengukur posisi harga penutupan hari ini dalam rentang High-Low selama periode tertentu (biasanya 14 hari).
Rumus: %K = [(Harga Penutupan - Harga Terendah 14 hari) / (Harga Tertinggi 14 hari - Harga Terendah 14 hari)] x 100
%D adalah rata-rata dari %K selama 3 hari terakhir.
Nilai berkisar 0 sampai 100:
Indikator ini membantu trader melihat posisi penutupan harga dalam rentang High-Low, mempercepat deteksi perubahan tren.
Strategi Trading: Mean Reversal
Mean Reversal adalah strategi yang berasumsi bahwa harga yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan kembali ke nilai rata-rata. Strategi ini cocok di pasar sideways tanpa tren yang jelas.
Contoh strategi Mean Reversal dengan RSI
Langkah-langkah:
Analisis tren utama menggunakan MA200:
Tentukan zona overbought/oversold dengan RSI:
Entry posisi saat harga menyentuh zona oversold/overbought sesuai tren utama.
Keluar posisi saat harga kembali ke MA5 (rata-rata 5 hari).
Studi kasus: USDJPY di timeframe 2H
Dalam contoh trading USD/JPY:
Harga menembus di atas MA200 dan mulai berayun di sekitar MA200 sebagai support/resistance utama.
Karena tren naik, peluang buy muncul saat RSI menunjukkan oversold (misalnya RSI < 10).
Entry buy saat harga menembus MA5 ke atas, stop loss di bawah harga terendah sebelumnya.
Exit saat harga mendekati MA25 atau saat RSI menunjukkan kondisi overbought.
Strategi ini cocok saat pasar sedang sideways dan tidak menunjukkan tren kuat.
Strategi Trading: Divergence
Divergence terjadi saat indikator menunjukkan sinyal yang berlawanan dengan pergerakan harga. Contohnya, harga membuat higher high, tetapi RSI tidak ikut membuat higher high, menandakan potensi pembalikan tren.
Divergence paling akurat saat terjadi bersamaan dengan kondisi overbought atau oversold.
Contoh strategi divergence dengan RSI
Langkah-langkah:
Cari pola pembalikan seperti Double Top, Double Bottom, Head and Shoulders.
Perhatikan divergence: misalnya, harga membuat lower low, tetapi RSI membuat higher low (bullish divergence), atau sebaliknya (bearish divergence).
Konfirmasi dengan menunggu harga menembus level penting, misalnya MA5.
Entry saat konfirmasi tren baru muncul.
Studi kasus: WTI (minyak mentah) timeframe 2H
Dalam contoh:
Harga membentuk lower low, tetapi RSI menunjukkan higher low (bullish divergence).
Entry beli saat harga menembus MA25 ke atas.
Stop loss di bawah low sebelumnya.
Keluar saat divergence bearish muncul lagi atau tren berbalik.
Kesimpulan: Menggunakan Oversold dan Overbought dengan Bijak
Oversold berarti “jual terlalu banyak” dan Overbought berarti “beli terlalu banyak”. Keduanya adalah alat bantu yang tidak boleh digunakan secara tunggal untuk keputusan trading. Bahkan indikator seperti RSI dan Stochastic bisa sangat membantu, tetapi harus dikombinasikan dengan alat lain seperti divergence, moving averages, dan pola grafik.
Ingat, oversold dan overbought bukan sinyal beli/jual langsung, melainkan indikator yang membantu mengidentifikasi potensi pembalikan tren. Trader sukses biasanya menunggu konfirmasi dari beberapa indikator sebelum masuk posisi. Prinsip ini yang membuat oversold dan overbought menjadi alat yang efektif dan terpercaya.