Tingkat USD/JPY mencapai 4,85, permintaan perjalanan ke Jepang dan investasi dalam yen kembali meningkat. Tapi tahukah kamu? Cara menukar yen yang berbeda bisa membuat biaya tambahan hingga 1.500 yuan atau bahkan lebih. Bagaimana cara menukar yen agar paling menguntungkan? Sebenarnya, tidak hanya harus memperhatikan kurs, tetapi juga biaya layanan, biaya penarikan, bahkan apakah kamu memilih untuk tidak berinvestasi sama sekali. Kami telah merangkum 4 metode penukaran mata uang terbaru, dan dengan angka nyata, kami hitung mana yang benar-benar paling hemat biaya.
Jangan tertipu kurs! Biaya tiap metode jelas di depan mata
Banyak orang mengira kurs bank semuanya sama, tapi setelah dibandingkan, ternyata untuk jumlah 50.000 yuan Taiwan, yen yang didapat dari berbagai metode bisa berbeda 200-500 yuan, dan biaya layanan yang terkumpul bisa menyebabkan kerugian minimal 1.500 yuan.
Berikut adalah gambaran biaya dari berbagai bank per akhir 2025:
Penarikan tunai di kantor cabang (paling mahal)
Biaya: kerugian 1.500-2.000 yuan
Penyebab: selisih kurs jual tunai, biaya layanan, waktu petugas
Cocok untuk: kebutuhan mendadak di bandara, yang tidak paham internet
Penukaran online + penarikan di bandara (paling hemat)
Biaya: kerugian 300-800 yuan
Penyebab: kurs diskon 0,5%, sebagian besar tanpa biaya layanan
Cocok untuk: perencanaan sebelum berangkat, yang membutuhkan uang tunai
Penukaran online + ATM mata uang asing (biaya sedang)
Biaya: kerugian 500-1.000 yuan
Penyebab: perlu rekening mata uang asing, biaya antar bank, batas penarikan
Cocok untuk: membeli secara bertahap, yang ingin berinvestasi deposito yen
Penarikan langsung dari ATM mata uang asing (paling fleksibel)
Biaya: kerugian 800-1.200 yuan
Penyebab: kurs biasa, lokasi terbatas, saat puncak sering kehabisan uang tunai
Cocok untuk: kebutuhan mendadak, yang tidak bisa merencanakan sebelumnya
Singkatnya, jika kamu punya waktu untuk merencanakan, penukaran online paling hemat. Kalau ingin masuk secara bertahap, kombinasi online dan ATM mata uang asing paling fleksibel. Kalau benar-benar tidak punya waktu, pilihan terakhir adalah penarikan di kantor cabang bandara.
Bagaimana memilih 4 metode penukaran? Tentukan sesuai anggaran
Metode 1: Tukar di kantor cabang (jual tunai)
Bawa uang tunai Taiwan ke bank atau bandara, langsung tukar jadi yen tunai. Mudah dan cepat, tapi kursnya kurang menguntungkan (selisih 1-2% dari kurs spot).
Pada akhir 2025, kurs jual tunai di bank berkisar antara 0,2058-0,2069 yuan/Ten, artinya 1 yuan hanya bisa didapat sekitar 4,70-4,86 yuan. Perbedaan ini tampak kecil, tapi untuk 50.000 yuan, bisa berbeda 150-300 yuan (sekitar 30-60 yuan Taiwan). Ditambah biaya layanan 100-200 yuan di beberapa bank, biaya total bisa membengkak.
Keuntungan tukar di kantor cabang adalah langsung mendapatkan uang tunai tanpa menunggu, cocok untuk kebutuhan mendadak di bandara. Kerugiannya, kursnya kurang menguntungkan dan jam operasional terbatas (Senin-Jum’at 09:00-15:30, libur akhir pekan).
Metode 2: Tukar online + ATM mata uang asing
Gunakan aplikasi bank atau internet banking untuk mengubah yuan Taiwan menjadi yen di rekening mata uang asing, dengan kurs jual spot (lebih baik sekitar 1% dari kurs tunai). Jika perlu uang tunai, bisa tarik di ATM mata uang asing, atau biarkan yen tersimpan di rekening untuk deposito atau investasi.
Keunggulan metode ini adalah bisa dilakukan 24 jam, kurs lebih baik, dan bisa masuk secara bertahap. Kekurangannya, harus buka rekening mata uang asing (biasanya gratis), dan saat tarik tunai dikenakan biaya antar bank 5-100 yuan.
Cocok untuk yang berpengalaman dalam investasi valas, ingin membeli secara bertahap dengan biaya rata-rata, atau berencana memindahkan yen ke deposito (saat ini bunga 1,5-1,8%).
Metode 3: Tukar online + penarikan di cabang tertentu
Ini layanan terbaru dari Bank Taiwan dan Mega Bank. Isi formulir di website bank, pilih jumlah, mata uang, dan cabang pengambilan (misalnya di Bandara Taoyuan). Sistem otomatis tukar dengan kurs diskon (biasanya tanpa biaya atau cuma 10 yuan), lalu bawa ID dan bukti transaksi ke cabang yang dipilih untuk ambil uang.
Bank Taiwan punya layanan “Easy Purchase” yang sangat hemat, dengan diskon kurs sekitar 0,5% dan biaya hampir gratis (hanya 10 yuan pakai Taiwan Pay). Ada 14 cabang di Bandara Taoyuan, 2 di antaranya buka 24 jam, sangat praktis sebelum berangkat.
Ini adalah cara paling murah untuk mendapatkan uang tunai, tapi harus reservasi minimal 1-3 hari sebelumnya, dan waktu pengambilan serta cabang tidak bisa diubah secara mendadak.
Metode 4: Penarikan langsung dari ATM mata uang asing
Bawa kartu chip bank, cari ATM mata uang asing bank, dan tarik yen tunai langsung. Bisa 24 jam, biaya antar bank cuma 5 yuan per transaksi, langsung debit dari rekening Taiwan. Praktis, tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Jumlah ATM terbatas, sekitar 200 di seluruh Taiwan, tidak semua bank memilikinya.
Nominal tetap hanya 1.000/5.000/10.000 yen.
Saat akhir pekan atau di tempat ramai (misalnya bandara), sering kehabisan uang tunai, jadi bisa sia-sia.
Batas penarikan harian sekitar 10-15 juta yuan Taiwan, harus tarik berkali-kali jika butuh banyak.
Kalau mendadak butuh yen dan tinggal dekat ATM, metode ini cocok. Tapi jangan tunggu hari terakhir sebelum berangkat, takut kehabisan uang tunai.
Bagaimana langkah konkret jika memilih masing-masing metode?
Setelah memilih, langkah-langkahnya juga penting.
Kalau pilih metode 1 (kantor cabang):
Bawa ID dan paspor (untuk warga asing, paspor + KITAS), uang tunai Taiwan yang cukup, langsung ke bank atau bandara, beritahu jumlahnya. Bank akan berikan yen tunai sesuai kurs hari itu dan nominal yang dipilih (biasanya 1.000, 5.000, 10.000 yen). Perhatikan, jika lebih dari 100.000 yuan, mungkin perlu isi formulir sumber dana, jadi rencanakan jumlahnya.
Kalau pilih metode 2 (online + ATM):
Langkah pertama, buka rekening mata uang asing lewat aplikasi bank atau internet banking (biasanya gratis dan bisa hari itu juga). Kedua, isi formulir tukar, masukkan jumlah yuan yang mau ditukar, sistem otomatis tukar dengan kurs spot dan transfer ke rekening yen. Ketiga, jika perlu uang tunai, bawa kartu ke ATM mata uang asing dan tarik. Atau, biarkan yen tersimpan di rekening untuk deposito atau investasi.
Kalau pilih metode 3 (tukar online + reservasi cabang):
Akses website bank, masuk ke layanan online, pilih yen, jumlah, dan cabang pengambilan (misalnya di Bandara Taoyuan). Pilih tanggal reservasi minimal 1 hari setelah transaksi. Setelah transfer dana, simpan atau cetak bukti transaksi. Pada hari pengambilan, bawa ID dan bukti, lalu ambil uang di cabang yang dipilih. Proses ini cuma 3-5 menit.
Kalau pilih metode 4 (ATM mata uang asing):
Bawa kartu chip, cari ATM mata uang asing bank, pilih “Tarik uang asing” → “Yen” → tentukan jumlah, ATM akan keluarkan uang tunai. Biaya antar bank cuma 5 yuan per transaksi, paling murah. Tapi jangan tunggu di waktu puncak, karena uang tunai sering habis.
Setelah mendapatkan yen, bagaimana memaksimalkan keuntungan?
Banyak orang setelah tukar yen langsung diam saja, biarkan uang menganggur tanpa bunga. Padahal, setelah punya yen, masih ada beberapa cara agar uang tetap berkembang.
Pendekatan konservatif: Yen deposito
Cara paling simpel adalah simpan yen di deposito bank, bunga sekitar 1,5-1,8% per tahun. Bank seperti E.SUN dan Bank Taiwan menawarkan deposito mata uang asing, mulai dari 10.000 yen. Simpan selama satu tahun, bunga kecil tapi pasti, apalagi jika yakin yen tidak akan jatuh tajam.
Menengah: Asuransi yen
Beli produk asuransi tabungan dalam yen dari Cathay atau Fubon, dengan tingkat pengembalian sekitar 2-3%, sekaligus mengunci risiko kurs. Cocok untuk yang ingin “peluk yen” tapi takut kurs berbalik.
Pertumbuhan: ETF yen
Misalnya, Yuanta 00675U, mengikuti indeks yen, bisa dibeli di aplikasi broker sebagai saham pecahan, dengan dividen bulanan dan apresiasi yen. Biaya pengelolaan tahunan cuma 0,4%, cukup murah. Investasi rutin (dollar-cost averaging) membantu menurunkan risiko dan memperkecil biaya rata-rata.
Trading valas: USD/JPY, EUR/JPY
Kalau tertarik dengan fluktuasi kurs, bisa trading langsung di platform forex seperti Mitrade, beli jual pasangan mata uang yen seperti USD/JPY atau EUR/JPY. Keuntungannya, bisa trading dua arah, 24 jam, modal kecil, dan biaya rendah (spread rendah, tanpa komisi). Tapi, risiko tinggi, cocok untuk yang sudah paham.
Yen sebagai salah satu mata uang safe haven utama, secara jangka panjang bisa jadi lindung nilai terhadap volatilitas saham Taiwan. Tapi dalam jangka pendek, pasar global dan konflik geopolitik (Taiwan, Timur Tengah) bisa menekan kurs, jadi penting melakukan pembelian bertahap dan pasang stop-loss.
Apakah saat ini waktu yang tepat untuk tukar yen? Kapan waktu terbaik masuk pasar?
Tahun 2025, nilai tukar Taiwan terhadap yen dari awal tahun 4,46 naik ke 4,85 di akhir tahun, apresiasi sekitar 8,7%. Artinya, mereka yang menukar lebih awal sudah mendapatkan keuntungan dari selisih kurs.
Dari sudut pandang Bank Sentral, Bank of Japan (BOJ) sudah menaikkan suku bunga di Desember 2025, menjadi 0,75% (tertinggi dalam 30 tahun), dan yield obligasi Jepang mencapai 1,93%. Ini meningkatkan daya tarik yen. Sebaliknya, AS mulai menurunkan suku bunga, sehingga spread menipis, mendukung penguatan yen.
Dari analisis teknikal, USD/JPY dari puncak 160 di awal tahun turun ke sekitar 154-155, dan kemungkinan berfluktuasi di 155-157 dalam jangka pendek. Secara jangka menengah dan panjang, prediksi di bawah 150. Artinya, yen masih punya potensi menguat.
Lalu, apakah saat ini waktu yang tepat untuk tukar yen?
Jawabannya: Menguntungkan, tapi harus bertahap.
Jangan tukar sekaligus seluruhnya, karena fluktuasi jangka pendek bisa 2-5%. Disarankan tukar 1-2 juta yuan Taiwan setiap bulan atau setiap minggu, secara berkala. Dengan cara ini, risiko fluktuasi bisa diminimalkan dan biaya rata-rata lebih baik. Setelah tukar, jangan diam saja, langsung alihkan ke deposito atau ETF agar uang bisa berkembang.
Dalam 3 bulan terakhir, permintaan tukar yen di Taiwan meningkat 25%, didorong oleh kebangkitan pariwisata dan kebutuhan lindung nilai institusi. Pada awal 2026, tren ini diperkirakan akan berlanjut. Jadi, manfaatkan saat ini untuk tukar, tidak hanya agar perjalanan lebih hemat, tetapi juga untuk menambah perlindungan aset.
5 mitos umum tentang tukar yen
Q1: Kurs tunai dan kurs spot berbeda jauh?
Kurs tunai (kurs saat bank menerima uang tunai) biasanya 1-2% lebih buruk dari kurs spot (kurs transfer di rekening). Contohnya, untuk 50.000 yuan, tukar di kantor cabang bisa menambah sekitar 300-500 yen. Jadi, kalau tidak butuh uang tunai segera, lebih baik tukar online dan simpan di rekening.
Q2: 1 juta yuan bisa tukar berapa yen?
Dengan kurs akhir 2025 sekitar 4,85 yuan/Ten, 10.000 yuan bisa dapat sekitar 48.500 yen (kurs tunai) atau 48.700 yen (kurs spot). Selisihnya cuma 200 yen, tapi kalau dikumpulkan, cukup signifikan.
Q3: Dokumen apa yang dibawa saat tukar mata uang asing?
Kalau di kantor, bawa ID dan paspor (warga asing juga harus bawa KITAS). Kalau reservasi online, bawa bukti transaksi. Kalau di bawah 20 tahun, harus didampingi orang tua dan surat izin. Jika lebih dari 100.000 yuan, mungkin perlu deklarasi sumber dana.
Q4: ATM mata uang asing ada batas harian?
Ada. Biasanya sekitar 10-15 juta yuan Taiwan per hari. Limit untuk RMB biasanya 2 juta per hari/ transaksi. Kalau mau ambil banyak, harus lakukan beberapa kali atau tukar online langsung ke uang tunai.
Q5: Setelah tukar yen, harus langsung investasi?
Tidak wajib, tapi sayang kalau dibiarkan saja. Bahkan simpan di deposito bunga 1,5% tetap menguntungkan. Kalau takut risiko kurs, deposito adalah pilihan paling aman. Kalau mau risiko lebih tinggi, ETF atau trading valas bisa dicoba. Intinya, jangan tukar lalu diam saja, biarkan uang berkembang.
Kesimpulan: 2 rahasia utama agar tukar yen paling hemat
Secara garis besar, yen bukan cuma uang jalan-jalan, tapi juga aset yang punya nilai lindung dan potensi investasi.
Rahasia satu: Pilih metode yang tepat
Tukar online + ambil di bandara, atau tukar online + ATM mata uang asing, bisa menghemat biaya lebih dari 1.200 yuan. Jangan pakai kantor cabang secara dadakan.
Rahasia dua: Masuk secara bertahap, jangan diamkan uangnya
Jangan berharap kurs akan selalu naik, lakukan pembelian secara bertahap, misalnya 1-2 juta yuan setiap bulan atau minggu. Setelah tukar, langsung alihkan ke deposito, ETF, atau trading valas agar uang terus berkembang. Dengan cara ini, perjalananmu lebih hemat dan asetmu terlindungi dari fluktuasi pasar.
Bagi pemula, mulai dari “TBank online + pengambilan di bandara” atau “ATM mata uang asing” adalah langkah awal yang baik. Setelah terbiasa, bisa lanjut ke deposito yen atau ETF. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, tukar yen jadi jauh lebih menguntungkan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apakah Yen Jepang paling hemat? Analisis biaya 4 saluran secara lengkap
Tingkat USD/JPY mencapai 4,85, permintaan perjalanan ke Jepang dan investasi dalam yen kembali meningkat. Tapi tahukah kamu? Cara menukar yen yang berbeda bisa membuat biaya tambahan hingga 1.500 yuan atau bahkan lebih. Bagaimana cara menukar yen agar paling menguntungkan? Sebenarnya, tidak hanya harus memperhatikan kurs, tetapi juga biaya layanan, biaya penarikan, bahkan apakah kamu memilih untuk tidak berinvestasi sama sekali. Kami telah merangkum 4 metode penukaran mata uang terbaru, dan dengan angka nyata, kami hitung mana yang benar-benar paling hemat biaya.
Jangan tertipu kurs! Biaya tiap metode jelas di depan mata
Banyak orang mengira kurs bank semuanya sama, tapi setelah dibandingkan, ternyata untuk jumlah 50.000 yuan Taiwan, yen yang didapat dari berbagai metode bisa berbeda 200-500 yuan, dan biaya layanan yang terkumpul bisa menyebabkan kerugian minimal 1.500 yuan.
Berikut adalah gambaran biaya dari berbagai bank per akhir 2025:
Penarikan tunai di kantor cabang (paling mahal)
Penukaran online + penarikan di bandara (paling hemat)
Penukaran online + ATM mata uang asing (biaya sedang)
Penarikan langsung dari ATM mata uang asing (paling fleksibel)
Singkatnya, jika kamu punya waktu untuk merencanakan, penukaran online paling hemat. Kalau ingin masuk secara bertahap, kombinasi online dan ATM mata uang asing paling fleksibel. Kalau benar-benar tidak punya waktu, pilihan terakhir adalah penarikan di kantor cabang bandara.
Bagaimana memilih 4 metode penukaran? Tentukan sesuai anggaran
Metode 1: Tukar di kantor cabang (jual tunai)
Bawa uang tunai Taiwan ke bank atau bandara, langsung tukar jadi yen tunai. Mudah dan cepat, tapi kursnya kurang menguntungkan (selisih 1-2% dari kurs spot).
Pada akhir 2025, kurs jual tunai di bank berkisar antara 0,2058-0,2069 yuan/Ten, artinya 1 yuan hanya bisa didapat sekitar 4,70-4,86 yuan. Perbedaan ini tampak kecil, tapi untuk 50.000 yuan, bisa berbeda 150-300 yuan (sekitar 30-60 yuan Taiwan). Ditambah biaya layanan 100-200 yuan di beberapa bank, biaya total bisa membengkak.
Keuntungan tukar di kantor cabang adalah langsung mendapatkan uang tunai tanpa menunggu, cocok untuk kebutuhan mendadak di bandara. Kerugiannya, kursnya kurang menguntungkan dan jam operasional terbatas (Senin-Jum’at 09:00-15:30, libur akhir pekan).
Metode 2: Tukar online + ATM mata uang asing
Gunakan aplikasi bank atau internet banking untuk mengubah yuan Taiwan menjadi yen di rekening mata uang asing, dengan kurs jual spot (lebih baik sekitar 1% dari kurs tunai). Jika perlu uang tunai, bisa tarik di ATM mata uang asing, atau biarkan yen tersimpan di rekening untuk deposito atau investasi.
Keunggulan metode ini adalah bisa dilakukan 24 jam, kurs lebih baik, dan bisa masuk secara bertahap. Kekurangannya, harus buka rekening mata uang asing (biasanya gratis), dan saat tarik tunai dikenakan biaya antar bank 5-100 yuan.
Cocok untuk yang berpengalaman dalam investasi valas, ingin membeli secara bertahap dengan biaya rata-rata, atau berencana memindahkan yen ke deposito (saat ini bunga 1,5-1,8%).
Metode 3: Tukar online + penarikan di cabang tertentu
Ini layanan terbaru dari Bank Taiwan dan Mega Bank. Isi formulir di website bank, pilih jumlah, mata uang, dan cabang pengambilan (misalnya di Bandara Taoyuan). Sistem otomatis tukar dengan kurs diskon (biasanya tanpa biaya atau cuma 10 yuan), lalu bawa ID dan bukti transaksi ke cabang yang dipilih untuk ambil uang.
Bank Taiwan punya layanan “Easy Purchase” yang sangat hemat, dengan diskon kurs sekitar 0,5% dan biaya hampir gratis (hanya 10 yuan pakai Taiwan Pay). Ada 14 cabang di Bandara Taoyuan, 2 di antaranya buka 24 jam, sangat praktis sebelum berangkat.
Ini adalah cara paling murah untuk mendapatkan uang tunai, tapi harus reservasi minimal 1-3 hari sebelumnya, dan waktu pengambilan serta cabang tidak bisa diubah secara mendadak.
Metode 4: Penarikan langsung dari ATM mata uang asing
Bawa kartu chip bank, cari ATM mata uang asing bank, dan tarik yen tunai langsung. Bisa 24 jam, biaya antar bank cuma 5 yuan per transaksi, langsung debit dari rekening Taiwan. Praktis, tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Kalau mendadak butuh yen dan tinggal dekat ATM, metode ini cocok. Tapi jangan tunggu hari terakhir sebelum berangkat, takut kehabisan uang tunai.
Bagaimana langkah konkret jika memilih masing-masing metode?
Setelah memilih, langkah-langkahnya juga penting.
Kalau pilih metode 1 (kantor cabang): Bawa ID dan paspor (untuk warga asing, paspor + KITAS), uang tunai Taiwan yang cukup, langsung ke bank atau bandara, beritahu jumlahnya. Bank akan berikan yen tunai sesuai kurs hari itu dan nominal yang dipilih (biasanya 1.000, 5.000, 10.000 yen). Perhatikan, jika lebih dari 100.000 yuan, mungkin perlu isi formulir sumber dana, jadi rencanakan jumlahnya.
Kalau pilih metode 2 (online + ATM): Langkah pertama, buka rekening mata uang asing lewat aplikasi bank atau internet banking (biasanya gratis dan bisa hari itu juga). Kedua, isi formulir tukar, masukkan jumlah yuan yang mau ditukar, sistem otomatis tukar dengan kurs spot dan transfer ke rekening yen. Ketiga, jika perlu uang tunai, bawa kartu ke ATM mata uang asing dan tarik. Atau, biarkan yen tersimpan di rekening untuk deposito atau investasi.
Kalau pilih metode 3 (tukar online + reservasi cabang): Akses website bank, masuk ke layanan online, pilih yen, jumlah, dan cabang pengambilan (misalnya di Bandara Taoyuan). Pilih tanggal reservasi minimal 1 hari setelah transaksi. Setelah transfer dana, simpan atau cetak bukti transaksi. Pada hari pengambilan, bawa ID dan bukti, lalu ambil uang di cabang yang dipilih. Proses ini cuma 3-5 menit.
Kalau pilih metode 4 (ATM mata uang asing): Bawa kartu chip, cari ATM mata uang asing bank, pilih “Tarik uang asing” → “Yen” → tentukan jumlah, ATM akan keluarkan uang tunai. Biaya antar bank cuma 5 yuan per transaksi, paling murah. Tapi jangan tunggu di waktu puncak, karena uang tunai sering habis.
Setelah mendapatkan yen, bagaimana memaksimalkan keuntungan?
Banyak orang setelah tukar yen langsung diam saja, biarkan uang menganggur tanpa bunga. Padahal, setelah punya yen, masih ada beberapa cara agar uang tetap berkembang.
Pendekatan konservatif: Yen deposito
Cara paling simpel adalah simpan yen di deposito bank, bunga sekitar 1,5-1,8% per tahun. Bank seperti E.SUN dan Bank Taiwan menawarkan deposito mata uang asing, mulai dari 10.000 yen. Simpan selama satu tahun, bunga kecil tapi pasti, apalagi jika yakin yen tidak akan jatuh tajam.
Menengah: Asuransi yen
Beli produk asuransi tabungan dalam yen dari Cathay atau Fubon, dengan tingkat pengembalian sekitar 2-3%, sekaligus mengunci risiko kurs. Cocok untuk yang ingin “peluk yen” tapi takut kurs berbalik.
Pertumbuhan: ETF yen
Misalnya, Yuanta 00675U, mengikuti indeks yen, bisa dibeli di aplikasi broker sebagai saham pecahan, dengan dividen bulanan dan apresiasi yen. Biaya pengelolaan tahunan cuma 0,4%, cukup murah. Investasi rutin (dollar-cost averaging) membantu menurunkan risiko dan memperkecil biaya rata-rata.
Trading valas: USD/JPY, EUR/JPY
Kalau tertarik dengan fluktuasi kurs, bisa trading langsung di platform forex seperti Mitrade, beli jual pasangan mata uang yen seperti USD/JPY atau EUR/JPY. Keuntungannya, bisa trading dua arah, 24 jam, modal kecil, dan biaya rendah (spread rendah, tanpa komisi). Tapi, risiko tinggi, cocok untuk yang sudah paham.
Yen sebagai salah satu mata uang safe haven utama, secara jangka panjang bisa jadi lindung nilai terhadap volatilitas saham Taiwan. Tapi dalam jangka pendek, pasar global dan konflik geopolitik (Taiwan, Timur Tengah) bisa menekan kurs, jadi penting melakukan pembelian bertahap dan pasang stop-loss.
Apakah saat ini waktu yang tepat untuk tukar yen? Kapan waktu terbaik masuk pasar?
Tahun 2025, nilai tukar Taiwan terhadap yen dari awal tahun 4,46 naik ke 4,85 di akhir tahun, apresiasi sekitar 8,7%. Artinya, mereka yang menukar lebih awal sudah mendapatkan keuntungan dari selisih kurs.
Dari sudut pandang Bank Sentral, Bank of Japan (BOJ) sudah menaikkan suku bunga di Desember 2025, menjadi 0,75% (tertinggi dalam 30 tahun), dan yield obligasi Jepang mencapai 1,93%. Ini meningkatkan daya tarik yen. Sebaliknya, AS mulai menurunkan suku bunga, sehingga spread menipis, mendukung penguatan yen.
Dari analisis teknikal, USD/JPY dari puncak 160 di awal tahun turun ke sekitar 154-155, dan kemungkinan berfluktuasi di 155-157 dalam jangka pendek. Secara jangka menengah dan panjang, prediksi di bawah 150. Artinya, yen masih punya potensi menguat.
Lalu, apakah saat ini waktu yang tepat untuk tukar yen?
Jawabannya: Menguntungkan, tapi harus bertahap.
Jangan tukar sekaligus seluruhnya, karena fluktuasi jangka pendek bisa 2-5%. Disarankan tukar 1-2 juta yuan Taiwan setiap bulan atau setiap minggu, secara berkala. Dengan cara ini, risiko fluktuasi bisa diminimalkan dan biaya rata-rata lebih baik. Setelah tukar, jangan diam saja, langsung alihkan ke deposito atau ETF agar uang bisa berkembang.
Dalam 3 bulan terakhir, permintaan tukar yen di Taiwan meningkat 25%, didorong oleh kebangkitan pariwisata dan kebutuhan lindung nilai institusi. Pada awal 2026, tren ini diperkirakan akan berlanjut. Jadi, manfaatkan saat ini untuk tukar, tidak hanya agar perjalanan lebih hemat, tetapi juga untuk menambah perlindungan aset.
5 mitos umum tentang tukar yen
Q1: Kurs tunai dan kurs spot berbeda jauh?
Kurs tunai (kurs saat bank menerima uang tunai) biasanya 1-2% lebih buruk dari kurs spot (kurs transfer di rekening). Contohnya, untuk 50.000 yuan, tukar di kantor cabang bisa menambah sekitar 300-500 yen. Jadi, kalau tidak butuh uang tunai segera, lebih baik tukar online dan simpan di rekening.
Q2: 1 juta yuan bisa tukar berapa yen?
Dengan kurs akhir 2025 sekitar 4,85 yuan/Ten, 10.000 yuan bisa dapat sekitar 48.500 yen (kurs tunai) atau 48.700 yen (kurs spot). Selisihnya cuma 200 yen, tapi kalau dikumpulkan, cukup signifikan.
Q3: Dokumen apa yang dibawa saat tukar mata uang asing?
Kalau di kantor, bawa ID dan paspor (warga asing juga harus bawa KITAS). Kalau reservasi online, bawa bukti transaksi. Kalau di bawah 20 tahun, harus didampingi orang tua dan surat izin. Jika lebih dari 100.000 yuan, mungkin perlu deklarasi sumber dana.
Q4: ATM mata uang asing ada batas harian?
Ada. Biasanya sekitar 10-15 juta yuan Taiwan per hari. Limit untuk RMB biasanya 2 juta per hari/ transaksi. Kalau mau ambil banyak, harus lakukan beberapa kali atau tukar online langsung ke uang tunai.
Q5: Setelah tukar yen, harus langsung investasi?
Tidak wajib, tapi sayang kalau dibiarkan saja. Bahkan simpan di deposito bunga 1,5% tetap menguntungkan. Kalau takut risiko kurs, deposito adalah pilihan paling aman. Kalau mau risiko lebih tinggi, ETF atau trading valas bisa dicoba. Intinya, jangan tukar lalu diam saja, biarkan uang berkembang.
Kesimpulan: 2 rahasia utama agar tukar yen paling hemat
Secara garis besar, yen bukan cuma uang jalan-jalan, tapi juga aset yang punya nilai lindung dan potensi investasi.
Rahasia satu: Pilih metode yang tepat Tukar online + ambil di bandara, atau tukar online + ATM mata uang asing, bisa menghemat biaya lebih dari 1.200 yuan. Jangan pakai kantor cabang secara dadakan.
Rahasia dua: Masuk secara bertahap, jangan diamkan uangnya Jangan berharap kurs akan selalu naik, lakukan pembelian secara bertahap, misalnya 1-2 juta yuan setiap bulan atau minggu. Setelah tukar, langsung alihkan ke deposito, ETF, atau trading valas agar uang terus berkembang. Dengan cara ini, perjalananmu lebih hemat dan asetmu terlindungi dari fluktuasi pasar.
Bagi pemula, mulai dari “TBank online + pengambilan di bandara” atau “ATM mata uang asing” adalah langkah awal yang baik. Setelah terbiasa, bisa lanjut ke deposito yen atau ETF. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, tukar yen jadi jauh lebih menguntungkan.