Buy Stop dan Buy Limit adalah apa: Perintah trading forex yang perlu diketahui

Ketika memasuki dunia trading forex, berbagai jenis order sangat penting dalam membangun strategi yang efektif. Buy stop dan buy limit apa itu? Apa perbedaannya? Dan dalam situasi apa saja penggunaannya? Pertanyaan ini sering diajukan trader pemula untuk memahami dan meningkatkan hasil trading mereka.

Jenis Order Dasar: Buy Stop vs Buy Limit

Dalam trading forex, broker menyediakan dua jenis order utama yaitu Market Order (order langsung dengan harga pasar saat ini) dan Pending Order (order yang akan dieksekusi nanti).

Buy stop dirancang agar trader dapat membeli saat harga naik ke level tertentu yang telah ditentukan, yang biasanya lebih tinggi dari harga pasar saat ini. Strategi ini didasarkan pada prediksi bahwa setelah menembus resistance, harga akan terus naik.

Buy limit sebaliknya, dibuat untuk membeli aset pada harga di bawah harga pasar saat ini. Trader menunggu agar harga “menurun” ke level tertentu agar bisa membeli dengan harga lebih murah. Trader berharap pasar akan turun lalu kembali naik.

Sedangkan Sell Stop digunakan untuk menutup posisi jual saat harga turun ke level tertentu, dan Sell Limit memungkinkan trader menjual pada harga lebih tinggi dari harga pasar saat ini, menunggu pasar naik sebelum menjual.

Perbedaan Antara Jenis Order

Market Order dieksekusi segera dengan harga terbaik yang tersedia di pasar saat itu. Namun, tidak menjamin harga pasti saat order dieksekusi karena harga bisa berubah selama proses. Umumnya, Market Order cocok untuk trader yang yakin dengan posisi mereka dan ingin masuk/keluar pasar dengan cepat.

Pending Order dipasang sebelumnya agar sistem broker otomatis membeli atau menjual saat harga mencapai level tertentu. Ini membantu trader tidak perlu memantau pasar terus-menerus. Jenis order ini terbagi menjadi empat: Buy Stop, Sell Stop, Buy Limit, dan Sell Limit.

Kapan Menggunakan Buy Stop dan Buy Limit

Buy Stop sering digunakan saat trader melihat indikator teknikal bahwa harga sedang pulih setelah menembus resistance. Misalnya, EUR/USD mendekati resistance di 1.1200 dan trader yakin jika menembus level itu akan naik lebih lanjut. Trader bisa menempatkan Buy Stop di 1.1205 agar otomatis masuk saat harga melewati level tersebut.

Buy Limit cocok digunakan saat pasar diperkirakan akan turun. Jika pasar bergerak turun dan trader yakin akan rebound dari 1.1150, mereka bisa menempatkan Buy Limit di 1.1150 atau sedikit di bawahnya, menunggu pasar turun lalu membeli dengan harga lebih murah.

Perbedaan utama adalah, Buy Stop digunakan saat harga sedang naik (strategi breakout), sedangkan Buy Limit digunakan saat harga sedang turun (strategi pullback).

Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing Order

Kelebihan Pending Order

Kemudahan dan otomatisasi trading adalah keunggulan utama, karena trader tidak perlu terus-menerus memantau layar. Order akan dieksekusi otomatis sesuai kondisi yang telah ditetapkan.

Akurasi masuk dan keluar memungkinkan trader masuk posisi di level harga yang diinginkan, bukan berdasarkan emosi atau perubahan mendadak.

Manajemen risiko yang lebih baik dengan pengaturan Stop Loss dan Take Profit bersamaan dengan order, sehingga risiko dan reward dapat dikontrol.

Menghindari emosi negatif karena keputusan diambil sebelumnya sesuai rencana, bukan saat pasar sedang volatile.

Kekurangan dan Tantangan

Volatilitas tak terduga di pasar forex bisa menjadi masalah besar. Pergerakan harga mendadak (Gap) bisa menyebabkan order tidak terisi atau dieksekusi di harga yang jauh dari target (Slippage).

Kehilangan peluang trading jika pasar tidak mencapai level yang ditetapkan, sehingga order tidak terpicu dan trader kehilangan potensi keuntungan.

Peristiwa berita tak terduga seperti data ekonomi atau pengumuman kebijakan bisa menyebabkan gap harga yang membuat order terlewatkan atau dieksekusi di harga yang jauh dari target.

Strategi terlalu kompleks jika terlalu banyak order dipasang, bisa menyulitkan analisis dan pengelolaan. Penting menjaga keseimbangan antara penggunaan Pending Order dan alat analisis lainnya.

Cara Menempatkan Order di Mitrade

Trading di platform Mitrade cukup mudah dan cocok untuk pemula maupun trader berpengalaman.

Langkah 1: Login dan Pilih Pasangan Mata Uang

Login ke akun Mitrade melalui aplikasi atau website. Pilih aset yang ingin diperdagangkan, misalnya EUR/USD dari menu sebelah kiri. Di layar trading, pilih menu “Jenis Order” dan klik “Pending Order”.

Langkah 2: Pilih Jenis Order

Dari jendela order, pilih Buy Stop atau Buy Limit dari menu dropdown sesuai prediksi pasar.

Langkah 3: Masukkan Detail

Isi informasi berikut:

  • Harga Trigger: harga di mana order akan aktif (lebih tinggi dari harga saat ini untuk Buy Stop, lebih rendah untuk Buy Limit)
  • Volume Lot: jumlah yang ingin diperdagangkan (misalnya 0.01 lot)
  • Stop Loss: level harga di bawah posisi masuk untuk membatasi kerugian
  • Take Profit: level harga di atas posisi masuk untuk mengunci keuntungan

Langkah 4: Konfirmasi dan Tunggu Eksekusi

Klik tombol konfirmasi, dan sistem akan memantau pasar untuk mengeksekusi sesuai kondisi yang telah diatur.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Trading Forex

Jangan Abaikan Stop Loss

Tidak menggunakan Stop Loss adalah kesalahan besar. Jika pasar bergerak berlawanan, kerugian bisa membesar dengan cepat. Stop Loss membantu membatasi risiko.

Tidak Menetapkan Target Profit

Tanpa Take Profit, trader bisa kehilangan peluang mengamankan keuntungan saat pasar bergerak sesuai harapan. Kadang trader menunggu harga naik lebih jauh, tapi akhirnya melewatkan keuntungan.

Leverage Berlebihan

Menggunakan leverage tinggi untuk memperbesar keuntungan juga memperbesar risiko. Posisi besar yang salah arah bisa menghabiskan modal dalam sekejap.

Tidak Memiliki Rencana Trading yang Jelas

Trading tanpa rencana sama seperti berjudi. Rencana harus mencakup target, titik masuk, keluar, dan batas risiko.

Tidak Mengelola Risiko

Ini adalah penyebab utama kerugian di pasar forex. Batasi risiko per trading sekitar 1-2% dari modal agar tetap bertahan di pasar dengan disiplin.

Kunci Utama Trading Forex

Memahami apa itu buy stop dan buy limit serta penggunaannya yang tepat adalah alat penting bagi trader. Pengetahuan ini tidak hanya membantu masuk dan keluar posisi di level harga yang diinginkan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan dalam pengambilan keputusan.

Pemilihan antara Buy Stop dan Buy Limit bergantung pada analisis pasar dan strategi pribadi. Apapun order yang digunakan, yang terpenting adalah pengelolaan risiko yang ketat, karena bahkan strategi terbaik pun tetap memerlukan perlindungan dari kerugian di pasar yang volatil ini.

Dengan memanfaatkan berbagai jenis order dan pengelolaan risiko yang konsisten, peluang keberhasilan di pasar forex akan semakin besar.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)