Tahun 2025 menandai periode perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk Yen Jepang, sementara tren yang sedang terbentuk sedang membentuk kembali pasar valuta asing untuk sisa kuartal. Memahami dinamika mata uang Jepang ini sangat penting bagi investor di seluruh dunia karena hubungan berlapis Yen dengan pasar keuangan global.
Faktor Dasar: Mengapa Yen Penting bagi Investor Dunia
Yen berfungsi sebagai komponen utama dalam sistem pertukaran mata uang, dengan salah satu dari lima volume perdagangan pasar valuta asing global yang melibatkan pasangan mata uang terkait Yen. Selain berfungsi sebagai mata uang perdagangan untuk ekonomi Jepang yang berada di peringkat ke-4 terbesar di dunia, Yen juga dianggap sebagai aset aman (Safe Haven) yang dipilih oleh investor institusional selama ketidakpastian pasar.
Keunggulan ini berasal dari faktor ekonomi khas Jepang. Menurut sumber data keuangan terkemuka, Jepang diperkirakan akan tetap menjadi ekonomi terbesar kelima di dunia pada tahun 2025 dengan PDB sekitar 4,19 triliun dolar AS, menunjukkan potensi yang kuat meskipun pertumbuhan ekonomi global melambat.
Faktor Penentu Tren Yen Global
Memahami bagaimana Yen akan bergerak memerlukan analisis berlapis yang bergantung pada lima indikator ekonomi utama yang mempengaruhi pasar valuta asing ini.
Kebijakan Moneter dan Pergerakan Bank Sentral
Bank Sentral Jepang (BOJ) tetap mendukung pelonggaran likuiditas ke sistem keuangan, meskipun sinyal dari Yield Curve Control (YCC) tetap ada. Pengendalian hasil obligasi dirancang agar hasil jangka panjang tetap dalam kerangka yang telah ditetapkan. Sementara itu, Federal Reserve (FED) dan European Central Bank (ECB) mulai mengencangkan kebijakan setelah periode inflasi tinggi pada 2022-2023. Perbedaan kecepatan ini menjadi faktor utama yang menggerakkan Yen.
Pengurangan pembelian obligasi: Pada kuartal kedua tahun 2025, BOJ mengurangi pembelian obligasi bulanan dari 9 triliun Yen menjadi 7,5 triliun Yen. Perubahan kebijakan ini memicu pemulihan kecil Yen dan menunjukkan kemungkinan BOJ akan melangkah lebih jauh dalam normalisasi kebijakan.
Perbandingan Imbal Hasil dan Suku Bunga
Perbedaan antara suku bunga AS dan Jepang menghentikan pergerakan mata uang. Suku bunga kebijakan BOJ tetap dekat -0,1%, sementara FED menurunkan suku bunga setelah periode pengetatan. Perbedaan ini menciptakan lingkungan yang tetap menguntungkan dolar AS terhadap Yen.
Pertumbuhan Ekonomi dan Indikator PDB
Pertumbuhan PDB dianggap sebagai indikator dasar dari jumlah uang dan permintaan mata uang. Negara dengan pertumbuhan PDB yang kuat menunjukkan mata uang yang menguat, sementara resesi ekonomi biasanya menyebabkan pelemahan mata uang. Jepang tetap mampu beradaptasi setelah pelonggaran inflasi global.
Neraca Perdagangan dan Arus Modal
Surplus neraca perdagangan mencerminkan permintaan yang kuat terhadap mata uang, sementara defisit menunjukkan pelemahan. Tren menunjukkan bahwa arus modal asing terus mengalir ke negara-negara seperti Thailand lebih dari Eropa, memperkuat Baht dan menekan Yen.
Persepsi Risiko dan Aset Aman
Dalam kondisi pasar yang dipenuhi risiko perang, konflik geopolitik, atau krisis ekonomi, Yen sering mendapatkan manfaat sebagai aset aman yang dicari.
Peristiwa Penting Tahun 2025: Yen vs. Baht
Sejak awal tahun 2025, kurs JPY/THB berada di kisaran 0,2130-0,2176 Baht per Yen, sedikit di atas level support historis 0,2150. Peristiwa ini mencerminkan rebound dari level terendah yang tercatat, dengan Yen menguat hingga 30% dari pelemahan selama dekade terakhir.
Faktor utama yang mempengaruhi neraca transaksi:
Perbedaan Inflasi: Meskipun inflasi Jepang meningkat di awal 2025 menjadi 2,5%-3,5%, melebihi target 2% BOJ, kebijakan moneter ECB dan Fed tetap ketat, menciptakan perbedaan suku bunga yang melebar.
Pengurangan Pembelian Obligasi BOJ: Keputusan mengurangi pembelian menjadi 7,5 triliun Yen dari 9 triliun Yen menunjukkan pelonggaran yang berkurang, memicu rebound Yen dalam jangka pendek.
Thailand tetap mendapatkan manfaat dari pemulihan pariwisata, perdagangan regional yang kuat, dan suku bunga yang didukung oleh arus modal asing. Situasi ini menekan Yen terhadap Baht.
Tren Prediksi Tahun 2026: Penyesuaian Baru dalam Pergerakan
Dari sudut pandang teknikal dan tren jangka panjang, banyak analisis menunjukkan Yen mungkin mendekati titik terendah dalam sejarahnya. Statistik menunjukkan JPY/THB akan berkisar antara 0,2150-0,2250 Baht per Yen pada 2026.
Dua skenario utama untuk 2026:
Skenario 1 (Lebih Normal): Jika Bank Jepang terus memperketat kebijakan moneter dan arus masuk modal asing meningkat, Yen bisa menguat ke kisaran 0,2300-0,2400 menjelang akhir 2026.
Skenario 2 (Pelonggaran Berkelanjutan): Jika Bank Jepang menunda normalisasi atau tetap melonggarkan kebijakan, Yen bisa mencapai titik terendah baru di bawah 0,2100 Baht per Yen.
Tiga faktor utama yang harus diikuti untuk memprediksi Yen di 2026:
1. Inflasi global dan perbedaan suku bunga
Dengan menyeimbangkan inflasi global secara bertahap, diharapkan Fed dan ECB akan melakukan penurunan suku bunga secara hati-hati. Jika perbedaan suku bunga menguntungkan Jepang, Yen bisa menguat. Sebaliknya, jika Jepang menunda pengetatan, Yen tetap akan menentang mata uang lain.
2. Strategi kebijakan moneter Bank Jepang
BOJ menunjukkan kemungkinan keluar dari pelonggaran agresif. Jika BOJ mengambil langkah nyata seperti mengakhiri suku bunga negatif dan YCC, Yen akan didukung secara kuat. Namun, langkah yang lambat dan hati-hati akan membatasi penguatan Yen.
3. Kembalinya modal Jepang dan konflik geopolitik
Investor Jepang mungkin mengalihkan kembali modalnya ke dalam negeri di tengah kekhawatiran pasar berkembang dan pemilihan umum global. Pergerakan ini dapat memperkuat Yen. Ketegangan geopolitik di Asia juga dapat meningkatkan permintaan aset aman regional, mendukung Yen.
Analisis Teknikal dan Sinyal Pasar
Dari indikator teknikal jangka pendek, 13 indikator yang menganalisis JPY/THB menunjukkan 7 sinyal “jual”, 1 sinyal “beli”, dan 5 sinyal “netral”. Rata-rata moving average menunjukkan pandangan seimbang, dengan 6 indikator “beli” dan 6 indikator “jual”.
Analisis ini menunjukkan:
Kurs mungkin mengalami koreksi jangka pendek
Tekanan teknikal nyata, tetapi risiko jangka panjang bisa membatasi penurunan lebih lanjut
Trader harus memperhatikan sinyal pembalikan, terutama jika support jangka panjang di 0,2150 tetap terjaga.
Kesimpulan: Pentingnya Tren Yen bagi Investor Dunia
Memahami tren Yen adalah prinsip utama bagi investor global karena Yen berfungsi sebagai jalur utama yang menghubungkan aset lain, termasuk dolar, obligasi, dan indeks pasar saham Jepang.
Tahun 2025 menunjukkan titik balik, di mana keputusan kebijakan BOJ secara signifikan mempengaruhi Yen. Apakah Yen akan menguat ke level tertinggi baru di 2026 atau menguji level terendah baru tetap bergantung pada keputusan BOJ, risiko geopolitik, dan arus modal. Investor yang berhati-hati akan mendapatkan manfaat terbesar dengan memantau pelonggaran tren ini secara dekat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Yen dan Tren Perubahan Antara Tahun 2025-2026: Pandangan Analisis yang Komprehensif
Tahun 2025 menandai periode perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk Yen Jepang, sementara tren yang sedang terbentuk sedang membentuk kembali pasar valuta asing untuk sisa kuartal. Memahami dinamika mata uang Jepang ini sangat penting bagi investor di seluruh dunia karena hubungan berlapis Yen dengan pasar keuangan global.
Faktor Dasar: Mengapa Yen Penting bagi Investor Dunia
Yen berfungsi sebagai komponen utama dalam sistem pertukaran mata uang, dengan salah satu dari lima volume perdagangan pasar valuta asing global yang melibatkan pasangan mata uang terkait Yen. Selain berfungsi sebagai mata uang perdagangan untuk ekonomi Jepang yang berada di peringkat ke-4 terbesar di dunia, Yen juga dianggap sebagai aset aman (Safe Haven) yang dipilih oleh investor institusional selama ketidakpastian pasar.
Keunggulan ini berasal dari faktor ekonomi khas Jepang. Menurut sumber data keuangan terkemuka, Jepang diperkirakan akan tetap menjadi ekonomi terbesar kelima di dunia pada tahun 2025 dengan PDB sekitar 4,19 triliun dolar AS, menunjukkan potensi yang kuat meskipun pertumbuhan ekonomi global melambat.
Faktor Penentu Tren Yen Global
Memahami bagaimana Yen akan bergerak memerlukan analisis berlapis yang bergantung pada lima indikator ekonomi utama yang mempengaruhi pasar valuta asing ini.
Kebijakan Moneter dan Pergerakan Bank Sentral
Bank Sentral Jepang (BOJ) tetap mendukung pelonggaran likuiditas ke sistem keuangan, meskipun sinyal dari Yield Curve Control (YCC) tetap ada. Pengendalian hasil obligasi dirancang agar hasil jangka panjang tetap dalam kerangka yang telah ditetapkan. Sementara itu, Federal Reserve (FED) dan European Central Bank (ECB) mulai mengencangkan kebijakan setelah periode inflasi tinggi pada 2022-2023. Perbedaan kecepatan ini menjadi faktor utama yang menggerakkan Yen.
Pengurangan pembelian obligasi: Pada kuartal kedua tahun 2025, BOJ mengurangi pembelian obligasi bulanan dari 9 triliun Yen menjadi 7,5 triliun Yen. Perubahan kebijakan ini memicu pemulihan kecil Yen dan menunjukkan kemungkinan BOJ akan melangkah lebih jauh dalam normalisasi kebijakan.
Perbandingan Imbal Hasil dan Suku Bunga
Perbedaan antara suku bunga AS dan Jepang menghentikan pergerakan mata uang. Suku bunga kebijakan BOJ tetap dekat -0,1%, sementara FED menurunkan suku bunga setelah periode pengetatan. Perbedaan ini menciptakan lingkungan yang tetap menguntungkan dolar AS terhadap Yen.
Pertumbuhan Ekonomi dan Indikator PDB
Pertumbuhan PDB dianggap sebagai indikator dasar dari jumlah uang dan permintaan mata uang. Negara dengan pertumbuhan PDB yang kuat menunjukkan mata uang yang menguat, sementara resesi ekonomi biasanya menyebabkan pelemahan mata uang. Jepang tetap mampu beradaptasi setelah pelonggaran inflasi global.
Neraca Perdagangan dan Arus Modal
Surplus neraca perdagangan mencerminkan permintaan yang kuat terhadap mata uang, sementara defisit menunjukkan pelemahan. Tren menunjukkan bahwa arus modal asing terus mengalir ke negara-negara seperti Thailand lebih dari Eropa, memperkuat Baht dan menekan Yen.
Persepsi Risiko dan Aset Aman
Dalam kondisi pasar yang dipenuhi risiko perang, konflik geopolitik, atau krisis ekonomi, Yen sering mendapatkan manfaat sebagai aset aman yang dicari.
Peristiwa Penting Tahun 2025: Yen vs. Baht
Sejak awal tahun 2025, kurs JPY/THB berada di kisaran 0,2130-0,2176 Baht per Yen, sedikit di atas level support historis 0,2150. Peristiwa ini mencerminkan rebound dari level terendah yang tercatat, dengan Yen menguat hingga 30% dari pelemahan selama dekade terakhir.
Faktor utama yang mempengaruhi neraca transaksi:
Thailand tetap mendapatkan manfaat dari pemulihan pariwisata, perdagangan regional yang kuat, dan suku bunga yang didukung oleh arus modal asing. Situasi ini menekan Yen terhadap Baht.
Tren Prediksi Tahun 2026: Penyesuaian Baru dalam Pergerakan
Dari sudut pandang teknikal dan tren jangka panjang, banyak analisis menunjukkan Yen mungkin mendekati titik terendah dalam sejarahnya. Statistik menunjukkan JPY/THB akan berkisar antara 0,2150-0,2250 Baht per Yen pada 2026.
Dua skenario utama untuk 2026:
Tiga faktor utama yang harus diikuti untuk memprediksi Yen di 2026:
1. Inflasi global dan perbedaan suku bunga
Dengan menyeimbangkan inflasi global secara bertahap, diharapkan Fed dan ECB akan melakukan penurunan suku bunga secara hati-hati. Jika perbedaan suku bunga menguntungkan Jepang, Yen bisa menguat. Sebaliknya, jika Jepang menunda pengetatan, Yen tetap akan menentang mata uang lain.
2. Strategi kebijakan moneter Bank Jepang
BOJ menunjukkan kemungkinan keluar dari pelonggaran agresif. Jika BOJ mengambil langkah nyata seperti mengakhiri suku bunga negatif dan YCC, Yen akan didukung secara kuat. Namun, langkah yang lambat dan hati-hati akan membatasi penguatan Yen.
3. Kembalinya modal Jepang dan konflik geopolitik
Investor Jepang mungkin mengalihkan kembali modalnya ke dalam negeri di tengah kekhawatiran pasar berkembang dan pemilihan umum global. Pergerakan ini dapat memperkuat Yen. Ketegangan geopolitik di Asia juga dapat meningkatkan permintaan aset aman regional, mendukung Yen.
Analisis Teknikal dan Sinyal Pasar
Dari indikator teknikal jangka pendek, 13 indikator yang menganalisis JPY/THB menunjukkan 7 sinyal “jual”, 1 sinyal “beli”, dan 5 sinyal “netral”. Rata-rata moving average menunjukkan pandangan seimbang, dengan 6 indikator “beli” dan 6 indikator “jual”.
Analisis ini menunjukkan:
Kesimpulan: Pentingnya Tren Yen bagi Investor Dunia
Memahami tren Yen adalah prinsip utama bagi investor global karena Yen berfungsi sebagai jalur utama yang menghubungkan aset lain, termasuk dolar, obligasi, dan indeks pasar saham Jepang.
Tahun 2025 menunjukkan titik balik, di mana keputusan kebijakan BOJ secara signifikan mempengaruhi Yen. Apakah Yen akan menguat ke level tertinggi baru di 2026 atau menguji level terendah baru tetap bergantung pada keputusan BOJ, risiko geopolitik, dan arus modal. Investor yang berhati-hati akan mendapatkan manfaat terbesar dengan memantau pelonggaran tren ini secara dekat.