Gedung Putih telah menjadi pusat perhatian dalam negosiasi berisiko tinggi yang dapat mengubah masa depan regulasi stablecoin dan pasar aset digital di AS. Inti dari perdebatan ini adalah apakah dan bagaimana stablecoin seharusnya diizinkan menawarkan hasil atau imbalan kepada pemegangnya — sebuah pertanyaan yang kini menghentikan RUU Kejelasan Aset Digital (CLARITY Act) di Senat.
Dalam beberapa putaran pembicaraan, pejabat administrasi, pemimpin industri kripto, dan perwakilan perbankan tradisional telah bertemu secara tertutup untuk mencari kesepakatan bersama. Titik utama yang menjadi hambatan adalah apakah penerbit stablecoin — atau platform yang menyimpan aset stablecoin — harus mampu memberikan hasil pasif pada saldo yang tidak aktif. Bank berpendapat bahwa peluang hasil tanpa batas dapat menarik dana dari lembaga keuangan tradisional dan melemahkan sistem perbankan, sementara perusahaan kripto bersikeras bahwa hasil dan imbalan mendorong inovasi dan likuiditas pasar.
Gedung Putih telah mendorong solusi kompromi yang mungkin memungkinkan imbalan terbatas atau terkait aktivitas tanpa mengancam stabilitas keuangan — dan bahkan menetapkan batas waktu 1 Maret bagi para negosiator untuk menyelesaikan sengketa ini jika RUU KEJELASAN ingin maju pada musim semi ini.
Pertemuan terakhir digambarkan sebagai “kemajuan” oleh peserta, tetapi belum ada kesepakatan definitif yang dicapai. Moderator dalam diskusi ini berusaha menyeimbangkan kejelasan regulasi, perlindungan konsumen, dan keadilan kompetitif untuk memuaskan baik bank maupun inovator aset digital sebelum mengirimkan legislasi kembali ke Kongres.
Jika pembicaraan ini berhasil mendefinisikan bagaimana hasil stablecoin akan diatur — terutama dalam kerangka legislatif yang komprehensif — hal ini dapat memiliki dampak besar terhadap arus masuk modal, partisipasi institusional, adopsi DeFi, dan kepercayaan pasar secara keseluruhan sepanjang 2026 dan seterusnya.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
#WhiteHouseTalksStablecoinYields #PembicaraanWhiteHouseTentangHasilStablecoin
Gedung Putih telah menjadi pusat perhatian dalam negosiasi berisiko tinggi yang dapat mengubah masa depan regulasi stablecoin dan pasar aset digital di AS. Inti dari perdebatan ini adalah apakah dan bagaimana stablecoin seharusnya diizinkan menawarkan hasil atau imbalan kepada pemegangnya — sebuah pertanyaan yang kini menghentikan RUU Kejelasan Aset Digital (CLARITY Act) di Senat.
Dalam beberapa putaran pembicaraan, pejabat administrasi, pemimpin industri kripto, dan perwakilan perbankan tradisional telah bertemu secara tertutup untuk mencari kesepakatan bersama. Titik utama yang menjadi hambatan adalah apakah penerbit stablecoin — atau platform yang menyimpan aset stablecoin — harus mampu memberikan hasil pasif pada saldo yang tidak aktif. Bank berpendapat bahwa peluang hasil tanpa batas dapat menarik dana dari lembaga keuangan tradisional dan melemahkan sistem perbankan, sementara perusahaan kripto bersikeras bahwa hasil dan imbalan mendorong inovasi dan likuiditas pasar.
Gedung Putih telah mendorong solusi kompromi yang mungkin memungkinkan imbalan terbatas atau terkait aktivitas tanpa mengancam stabilitas keuangan — dan bahkan menetapkan batas waktu 1 Maret bagi para negosiator untuk menyelesaikan sengketa ini jika RUU KEJELASAN ingin maju pada musim semi ini.
Pertemuan terakhir digambarkan sebagai “kemajuan” oleh peserta, tetapi belum ada kesepakatan definitif yang dicapai. Moderator dalam diskusi ini berusaha menyeimbangkan kejelasan regulasi, perlindungan konsumen, dan keadilan kompetitif untuk memuaskan baik bank maupun inovator aset digital sebelum mengirimkan legislasi kembali ke Kongres.
Jika pembicaraan ini berhasil mendefinisikan bagaimana hasil stablecoin akan diatur — terutama dalam kerangka legislatif yang komprehensif — hal ini dapat memiliki dampak besar terhadap arus masuk modal, partisipasi institusional, adopsi DeFi, dan kepercayaan pasar secara keseluruhan sepanjang 2026 dan seterusnya.
#crypto #stablecoins #cryptoRegulation