Setiap trader keuangan harus mengetahui secara tepat saat harga sedang naik atau turun agar dapat mengelola portofolionya secara efektif dan membuat keputusan yang tepat. Di sinilah diagram candlestick menjadi salah satu alat terpenting dalam analisis harga dan pergerakan pasar.
Apa itu diagram candlestick dan mengapa diperlukan
Diagram candlestick adalah grafik yang secara visual menggambarkan proses perubahan harga aset trading. Ini memungkinkan trader dan analis untuk memantau harga pembukaan, harga tertinggi, harga terendah, dan harga penutupan dalam rentang waktu tertentu.
Ide dasar diagram candlestick berasal dari pedagang Jepang abad ke-17. Sejak saat itu, alat ini berkembang dan mulai digunakan secara luas di pasar keuangan London pada abad lalu. Saat ini, diagram candlestick menjadi salah satu alat paling populer di pasar keuangan global di antara trader dan analis.
Komponen utama diagram candlestick
Setiap diagram candlestick terdiri dari empat bagian utama. Selain itu, tergantung pada jenis diagram candlestick, koordinat elemen-elemennya dapat berbeda.
Komponen candlestick bullish (naik)
Biasanya berwarna hijau atau hitam dan mencakup:
Harga pembukaan: Harga saat transaksi pertama dalam periode tersebut
Harga penutupan: Harga transaksi terakhir dalam periode tersebut
Harga tertinggi: Harga tertinggi yang tercapai selama periode tersebut
Harga terendah: Harga terendah yang tercapai selama periode tersebut
Komponen candlestick bearish (turun)
Biasanya berwarna merah atau kosong dan mencakup:
Harga pembukaan: Harga saat transaksi pertama dalam periode tersebut
Harga penutupan: Harga transaksi terakhir dalam periode tersebut
Harga tertinggi: Harga tertinggi yang tercapai selama periode tersebut
Harga terendah: Harga terendah yang tercapai selama periode tersebut
Setiap diagram candlestick juga memiliki garis kecil di atas dan di bawah badan candlestick yang disebut “garis bayangan” atau “ekor”, menunjukkan batas atas dan bawah harga selama periode tersebut. Bagian utama atau “badannya” menunjukkan rentang antara harga pembukaan dan penutupan.
Mengapa trader memilih diagram candlestick
Dibandingkan dengan jenis grafik lain seperti grafik garis, diagram batang, dan lain-lain, diagram candlestick adalah yang paling umum digunakan di kalangan trader. Alasannya sederhana: diagram ini lebih mudah dipahami secara visual dan memberikan gambaran lengkap tentang pergerakan harga.
Misalnya, grafik satu jam terdiri dari beberapa candlestick, masing-masing mewakili pergerakan pasar selama satu jam. Ini membantu trader mengamati tren dalam berbagai kerangka waktu dan mengembangkan strategi trading berdasarkan pola tersebut.
Pentingnya belajar membaca diagram candlestick
Sejak diperkenalkan, diagram candlestick telah banyak dipelajari dan menjadi bagian integral dari pasar keuangan. Menguasai cara membaca diagram ini dan mengenali pola-pola di dalamnya adalah salah satu kemampuan terpenting bagi trader mana pun. Menguasai diagram candlestick dari awal hingga akhir adalah kunci untuk meningkatkan kemampuan trading dan prediksi harga ke level yang lebih tinggi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Memahami diagram Shams - dasar bagi trader keuangan
Setiap trader keuangan harus mengetahui secara tepat saat harga sedang naik atau turun agar dapat mengelola portofolionya secara efektif dan membuat keputusan yang tepat. Di sinilah diagram candlestick menjadi salah satu alat terpenting dalam analisis harga dan pergerakan pasar.
Apa itu diagram candlestick dan mengapa diperlukan
Diagram candlestick adalah grafik yang secara visual menggambarkan proses perubahan harga aset trading. Ini memungkinkan trader dan analis untuk memantau harga pembukaan, harga tertinggi, harga terendah, dan harga penutupan dalam rentang waktu tertentu.
Ide dasar diagram candlestick berasal dari pedagang Jepang abad ke-17. Sejak saat itu, alat ini berkembang dan mulai digunakan secara luas di pasar keuangan London pada abad lalu. Saat ini, diagram candlestick menjadi salah satu alat paling populer di pasar keuangan global di antara trader dan analis.
Komponen utama diagram candlestick
Setiap diagram candlestick terdiri dari empat bagian utama. Selain itu, tergantung pada jenis diagram candlestick, koordinat elemen-elemennya dapat berbeda.
Komponen candlestick bullish (naik)
Biasanya berwarna hijau atau hitam dan mencakup:
Komponen candlestick bearish (turun)
Biasanya berwarna merah atau kosong dan mencakup:
Setiap diagram candlestick juga memiliki garis kecil di atas dan di bawah badan candlestick yang disebut “garis bayangan” atau “ekor”, menunjukkan batas atas dan bawah harga selama periode tersebut. Bagian utama atau “badannya” menunjukkan rentang antara harga pembukaan dan penutupan.
Mengapa trader memilih diagram candlestick
Dibandingkan dengan jenis grafik lain seperti grafik garis, diagram batang, dan lain-lain, diagram candlestick adalah yang paling umum digunakan di kalangan trader. Alasannya sederhana: diagram ini lebih mudah dipahami secara visual dan memberikan gambaran lengkap tentang pergerakan harga.
Misalnya, grafik satu jam terdiri dari beberapa candlestick, masing-masing mewakili pergerakan pasar selama satu jam. Ini membantu trader mengamati tren dalam berbagai kerangka waktu dan mengembangkan strategi trading berdasarkan pola tersebut.
Pentingnya belajar membaca diagram candlestick
Sejak diperkenalkan, diagram candlestick telah banyak dipelajari dan menjadi bagian integral dari pasar keuangan. Menguasai cara membaca diagram ini dan mengenali pola-pola di dalamnya adalah salah satu kemampuan terpenting bagi trader mana pun. Menguasai diagram candlestick dari awal hingga akhir adalah kunci untuk meningkatkan kemampuan trading dan prediksi harga ke level yang lebih tinggi.