Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
#美联储重启降息步伐 Pria yang mengelola $10 triliun baru saja melakukan sesuatu yang cukup langka di KTT DealBook New York Times—mengakui kesalahan di depan umum.
Orang itu adalah Larry Fink, bos besar BlackRock. Mungkin kamu belum tahu siapa dia, tapi kamu pasti pernah dengar soal produk ETF Bitcoin mereka, IBIT, yang sekarang sudah jadi yang terbesar di dunia. Ironisnya, pada tahun 2017, tokoh Wall Street ini masih secara terbuka mengecam mata uang kripto sebagai "mainan pencuci uang dan pencuri".
Sang pembawa acara jelas tidak mau melewatkan gosip ini, langsung menanyakan hal itu kepadanya. Fink pun menjawab dengan jujur, tidak berbelit-belit: "Saya memang punya pandangan pribadi yang kuat, tapi itu tidak berarti saya tidak bisa salah." Ucapan ini terdengar ringan, tapi di baliknya ada perubahan pemikiran selama enam tahun penuh.
Penjelasan dari dia sendiri seperti ini—setiap tahun ia bertemu ribuan klien dan pejabat tinggi pemerintah dari berbagai negara, dan dalam perbincangan-perbincangan itu ia menyadari bahwa penilaiannya sebelumnya sudah tidak relevan lagi. "Sekarang kami secara aktif merangkul Bitcoin." Dia menggunakan kata "aktif", menandakan perubahan sikap yang benar-benar total.
Jujur saja, seorang CEO mengakui kesalahan sebenarnya bukan berita besar. Tapi ketika CEO itu mewakili perusahaan manajemen aset terbesar di dunia, dan kesalahan yang diakuinya adalah tentang Bitcoin—yang dulu pernah jadi bahan olok-olokan di lingkaran finansial tradisional—maka maknanya jadi benar-benar berbeda. Ini bukan sekadar peningkatan wawasan Fink secara pribadi, tapi lebih seperti cerminan sikap Wall Street terhadap mata uang kripto—dari penolakan, menunggu, hingga kini terjun total.
Pasar berubah sangat cepat, dan yang benar-benar berbahaya bukanlah membuat kesalahan, melainkan bersikeras pada kesalahan tersebut. Pernyataan terbuka Fink kali ini, dalam arti tertentu menjelaskan kenapa BlackRock selalu bisa mengikuti irama yang tepat. Bagaimanapun juga, institusi yang bisa merendah dan mengakui "saya salah menilai" biasanya bisa bertahan lebih lama dibanding mereka yang keras kepala.