Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
🏛️ Peraturan Bank Jepang tentang Pembukaan Cryptocurrency — Tanda-tanda Perubahan Besar di Bidang Keuangan Tradisional
Jepang sedang mengalami perubahan besar, Otoritas Jasa Keuangan (FSA) bersiap mengusulkan izin bagi kelompok bank besar untuk membeli, memegang, dan memperdagangkan aset digital, seperti Bitcoin. Jika disetujui, ini akan menjadi salah satu kebijakan paling terbuka terhadap cryptocurrency di bidang keuangan tradisional — tidak hanya di Asia, tetapi di seluruh dunia.
💡 Mengapa Jepang memilih saat ini untuk “membuka”?
Jepang adalah negara dengan sistem hukum keuangan yang ketat, yang pernah terdampak serius setelah insiden Mt. Gox pada 2014. Namun, setelah lebih dari sepuluh tahun, negara ini telah membangun kerangka hukum cryptocurrency yang relatif lengkap untuk melindungi investor dan mengawasi bursa secara lebih efektif.
Di tengah ketidakstabilan ekonomi global, suku bunga yang rendah, dan depresiasi yen, mengizinkan bank untuk berpartisipasi dalam pasar kripto dipandang sebagai dorongan baru untuk menarik modal, meningkatkan pendapatan, dan mengikuti inovasi keuangan digital. Selain itu, banyak kelompok keuangan besar di Jepang — seperti Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) dan SBI Holdings — telah berinvestasi besar dalam teknologi blockchain dan tokenisasi aset (RWA), sehingga melegalkan cryptocurrency di bank menjadi langkah yang masuk akal dan tepat waktu.
🌏 Dampak terhadap pasar Asia dan aliran dana global
Jika FSA secara resmi mengizinkan, Jepang berpotensi menjadi pusat cryptocurrency legal terbesar di Asia, menyamai Singapura atau Hong Kong.
Partisipasi dari bank-bank besar akan membantu menjadikan cryptocurrency sebagai aset investasi utama, sehingga menarik lebih banyak dana institusional masuk.
Tidak hanya terbatas di pasar domestik, langkah ini juga dapat mendorong efek spillover: negara-negara Asia lain mungkin akan melihatnya sebagai model bertahap untuk membuka cryptocurrency — dari Korea Selatan, Thailand, hingga Indonesia.
⚠️ Manfaat dan risiko masuknya bank ke dalam cryptocurrency
Partisipasi bank dalam cryptocurrency dapat membawa manfaat ganda: memperluas produk keuangan baru dan meningkatkan keandalan pasar. Investor ritel dapat memperdagangkan cryptocurrency melalui saluran yang sah dan diawasi secara ketat, bukan bergantung pada bursa desentralisasi yang penuh risiko.
Namun, risiko tetap ada. Kepemilikan aset yang sangat volatil seperti Bitcoin oleh bank dapat mempengaruhi neraca keuangan, dan membutuhkan mekanisme pengendalian risiko serta cadangan modal yang lebih ketat.
🚀 Era baru keuangan Jepang
Jika regulasi ini disetujui, hambatan antara bank tradisional dan cryptocurrency hampir akan hilang. Jepang — yang dikenal konservatif dalam keuangan — berpotensi menjadi pelopor dalam membentuk model “bank kripto” di era digital.
Ini bukan hanya kebijakan tunggal, tetapi sinyal bahwa keuangan global sedang memasuki fase integrasi blockchain yang mendalam, di mana cryptocurrency tidak lagi menjadi sesuatu di luar sistem — melainkan bagian dari sistem itu sendiri.