Bitcoin ($BTC) kembali berada di bawah air dengan para trader mempertanyakan stabilitasnya. Dalam hal ini, pasokan Bitcoin yang mengalami kerugian menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Berdasarkan data dari CryptoQuant, metrik ini melonjak ke kisaran antara 40% dan 45%. Tingkat ini secara historis terkait dengan pergeseran pasar bearish atau fase koreksi yang menyeluruh.
Pasokan dalam Kerugian Kembali Meningkat“Pasokan dalam Kerugian meningkat, menunjukkan tekanan pasar yang meningkat. Tetapi jika pola historis berulang, tingkat saat ini mungkin mewakili fase awal pasar bearish daripada dasar akhir.” – Oleh @Woo_Minkyu pic.twitter.com/5tEeQHvm4Z
— CryptoQuant.com (@cryptoquant_com) 11 Maret 2026
Pasokan dalam Kerugian Melonjak ke Kisaran 40-45% saat Pasar Bear Menguat
Data pasar menunjukkan bahwa pasokan $BTC yang berada dalam kerugian meningkat secara signifikan, mencapai kisaran 40-45%. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang melemahnya struktur pasar dan berkurangnya minat. Tren ini menyoroti meningkatnya tekanan di seluruh pasar kripto. Secara historis, dasar pasar yang jelas biasanya terjadi setelah Pasokan dalam Kerugian melebihi 50%.
Selain itu, statistik pasar menunjukkan bahwa penurunan tajam dalam Pasokan dalam Kerugian sering kali menjadi titik balik penting. Secara khusus, siklus pasar tahun 2022, 2019, dan 2015 menunjukkan peningkatan signifikan dalam pasokan yang berada dalam kerugian. Fase-fase ini sering membuka jalan bagi pembentukan dasar utama atau pasar bearish yang berkepanjangan. Melihat hal ini, para pelaku pasar sangat khawatir tentang kemungkinan hasil dari kerugian saat ini. Sementara aset kripto utama diperdagangkan di angka $69.800, rata-rata pergerakan sederhana 30 hari dari pasokan yang berada dalam kerugian mengonfirmasi tren kenaikan yang meningkat.
Kenaikan Pasokan dalam Kerugian Menunjukkan Peluang dan Risiko
Menurut CryptoQuant, situasi saat ini menawarkan peluang sekaligus risiko. Di satu sisi, lonjakan Pasokan dalam Kerugian menunjukkan bahwa banyak pemegang mengalami kerugian dan dapat memicu tekanan jual tambahan. Di sisi lain, ini juga bisa menjadi indikasi awal akumulasi yang dapat menghasilkan rebound harga yang besar.