11 Maret, berita terbaru menunjukkan bahwa prospek kebijakan moneter AS kembali menjadi fokus pasar. Mantan anggota Federal Reserve Kevin Warsh dianggap mungkin akan menjabat sebagai Ketua Fed pada Mei tahun ini, tetapi sebelum resmi menjabat, nominasi tersebut telah menghadapi hambatan politik di Senat AS. Sementara itu, ekonomi AS masih berada dalam fase tekanan inflasi dan perlambatan lapangan kerja, yang berarti bahwa ketua baru akan menghadapi pilihan kebijakan yang kompleks setelah menjabat.
Para analis menunjukkan bahwa jika Kevin Warsh mengambil alih Federal Reserve, ia akan langsung menghadapi serangkaian tantangan utama. Tingkat inflasi di AS saat ini masih mungkin lebih tinggi dari target kebijakan, dan pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda pendinginan, ditambah lagi fluktuasi harga energi dapat kembali mendorong kenaikan harga secara keseluruhan. Dalam konteks ini, Federal Reserve perlu mencari keseimbangan antara mengendalikan inflasi dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi.
Menurut alat kebijakan moneter tradisional, Federal Reserve biasanya mengatur ekonomi melalui tiga cara utama: menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi, menurunkan suku bunga untuk merangsang pertumbuhan ekonomi, atau mempertahankan suku bunga stabil untuk mengamati perkembangan ekonomi. Namun dalam kondisi saat ini, ketiga jalur tersebut memiliki risiko yang jelas. Jika terlalu banyak menaikkan suku bunga, hal ini dapat semakin melemahkan pasar tenaga kerja; jika terlalu cepat menurunkan suku bunga, inflasi bisa kembali meningkat.
Namun, apakah Kevin Warsh dapat dengan lancar menjabat masih belum pasti. Senator AS Thom Tillis telah secara terbuka menyatakan bahwa ia akan terus menolak setiap nominasi Ketua Fed baru, karena ia berpendapat bahwa sebelum penyelidikan terhadap Ketua Fed Powell selesai, proses pengangkatan baru tidak seharusnya dilanjutkan.
Tillis menyatakan di Kongres bahwa sikap ini bukan ditujukan secara pribadi kepada Kevin Warsh, melainkan karena masalah prosedur. Ia menegaskan bahwa selama penyelidikan terhadap Powell belum selesai, ia tidak akan mendukung nominasi baru untuk masuk ke proses pemungutan suara.
Powell sendiri membantah adanya tindakan tidak pantas dan menyatakan bahwa dirinya menjadi pusat kontroversi politik terkait ketidakpastian dalam kebijakan suku bunga yang tidak mengikuti permintaan Donald Trump untuk menurunkan suku bunga dengan cepat. Sementara itu, Mahkamah Agung AS belum memutuskan apakah Presiden memiliki wewenang untuk memecat anggota Federal Reserve Lisa Cook, yang menambah kekhawatiran pasar terhadap independensi bank sentral.
Meskipun menolak proses nominasi, Thom Tillis tetap mengapresiasi kemampuan Kevin Warsh. Ia menyatakan bahwa dirinya selalu terkesan dengan latar belakang profesional Warsh, tetapi tidak dapat mendukung pengangkatan tersebut sampai masalah politik dan hukum saat ini terselesaikan. Pengamat pasar berpendapat bahwa ketidakpastian seputar kepemimpinan Federal Reserve kemungkinan akan terus mempengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga AS dan pergerakan pasar keuangan global dalam beberapa bulan mendatang.