Presiden Amerika Donald Trump mengisyaratkan bahwa “perang dengan Iran akan segera berakhir,” dan hal ini disambut gembira oleh aset risiko global, mendorong rebound kuat pada mata uang kripto utama. Bitcoin kembali menembus level USD 70.000, dan Ethereum juga kembali di atas level psikologis penting USD 2.000. Menurut data pasar CoinGecko, harga Bitcoin saat ini adalah USD 71.032, naik 4,5% dalam 24 jam terakhir; Ethereum naik 3,1% menjadi USD 2.068, kembali stabil di dekat angka psikologis USD 2.000 yang selama beberapa minggu dianggap sebagai “batas antara bullish dan bearish”; Solana (SOL) naik 3,7% ke USD 86,74; Binance Coin (BNB) naik 3,3% ke USD 646,06; Ripple (XRP) juga naik 4,3% menjadi USD 1,4. Trump Sebut Perang Segera Berakhir! Pasar Asia dan Kripto Melonjak Katalis utama yang memicu tren bullish ini berasal dari pernyataan Presiden Trump. Ia menyebut bahwa perang dengan Iran “akan segera berakhir,” dan menegaskan bahwa misi militer ini “sudah secara kasar selesai,” mendorong pasar saham Asia yang sebelumnya turun 3,7% pada hari Senin untuk rebound besar sebesar 2%, dan indeks MSCI Asia-Pasifik Teknologi melonjak 3,5%. Sebaliknya, harga minyak internasional yang sempat melonjak hingga USD 119 per barel, kini kembali turun di bawah USD 100. Market maker kripto Enflux menyatakan, “Di awal gelombang jual safe haven di pasar, meskipun Bitcoin sempat turun di bawah USD 66.000, ia segera menemukan support kuat di kisaran USD 66.000 hingga USD 68.000 dan berhenti kerugian dengan cepat.”
Dari segi performa relatif, Bitcoin kali ini menunjukkan daya tahan yang lebih baik dibandingkan pasar saham dan bahkan melampaui beberapa aset safe haven tradisional.
Dukungan Institusi, Sentimen Pasar Sedang Pulih Selain itu, permintaan dari institusi juga menjadi fondasi utama yang mendukung harga kripto. Menurut data dari platform SoSoValue, meskipun pasar bergejolak, ETF Bitcoin spot AS minggu lalu menarik sekitar USD 568 juta dana masuk bersih, melanjutkan aliran masuk kuat minggu sebelumnya sebesar USD 787 juta, sehingga total dana masuk bersih sejak peluncuran ETF ini melewati USD 55 miliar. Perusahaan analisis data blockchain Glassnode dalam laporan terbarunya menunjukkan bahwa indikator di on-chain dan pasar derivatif juga menunjukkan bahwa setelah aksi bersih yang ekstrem baru-baru ini, pasar mulai stabil kembali, meskipun kepercayaan investor belum sepenuhnya pulih. Dalam laporannya disebutkan:
Secara keseluruhan, kondisi pasar sedang membaik secara bertahap, dengan momentum, minat beli ETF, dan indikator profit menunjukkan kenaikan kecil. Namun, aliran modal masih lemah, partisipasi dana spekulatif terbatas, dan kepercayaan pasar secara keseluruhan masih membutuhkan waktu untuk pulih.
Dengan Bitcoin kembali menguat, sentimen bullish di pasar pun segera menyala. Di platform prediksi desentralisasi terkenal Polymarket, peluang Bitcoin menembus USD 75.000 pada Maret meningkat dari 34% menjadi 56% dalam satu hari, menunjukkan kecepatan perubahan persepsi trader. Perlu dicatat, saat pasar kripto mengalami arus dana besar-besaran, pasar saham AS juga mengalami gejolak dengan indeks S&P 500 menguangkan USD 1 triliun dalam satu hari dan kehilangan 92.000 pekerjaan. Ryan Kirkley, pendiri dan CEO Global Settlement, berkomentar:
Meskipun harga melemah, ETF Bitcoin spot tetap mampu menarik dana, menunjukkan bahwa institusi melihat koreksi ini sebagai peluang “masuk taktis,” bukan “penjualan panik” mengikuti retail.
Level USD 2.000 Ethereum Menjadi Fokus Pasar Melihat ke depan, apakah Ethereum mampu bertahan di atas USD 2.000 akan menjadi perhatian utama pasar minggu ini. Sejak akhir Februari, level ini menjadi area utama pertempuran antara bullish dan bearish. Analis dari broker forex dan kripto FxPro memperingatkan bahwa Ethereum harus menembus “level USD 2.500” dan berada di atas “rata-rata pergerakan 200 minggu” untuk memastikan pasar memasuki fase pemulihan yang nyata, bukan sekadar rebound sementara. Kebangkitan Solana dan Demam Meme Coin Mereda Sebaliknya, struktur rebound Solana (SOL) terlihat lebih rapuh. Saat ini, SOL masih turun sekitar 55% dari puncak siklus ini; sejak crash besar pasar Oktober lalu, setiap rebound SOL cenderung di bawah Ethereum. Penyebabnya, demam meme coin yang mendukung lonjakan Solana di tahun 2024 mulai mereda. Setelah energi spekulatif berkurang, pergerakan SOL lebih dipengaruhi oleh suasana ekonomi secara umum daripada aktivitas ekosistemnya sendiri. Ripple Tetap Stabil di Rentang Di sisi lain, Ripple (XRP) adalah salah satu aset kripto dengan volatilitas paling rendah, dan sejak Maret, harga cenderung bergerak di kisaran USD 1,30 hingga USD 1,45. Meskipun aliran dana ETF menunjukkan performa yang baik dan penyelesaian kasus hukum Ripple yang semakin jelas, faktor ini secara teoritis mendukung kenaikan harga, namun XRP belum mampu memutus korelasi dengan tren pasar secara umum. Pertemuan Federal Reserve Jadi Faktor Kunci Berikutnya Melihat ke depan, pertemuan kebijakan suku bunga Federal Reserve yang dijadwalkan pada 17-18 Maret akan menjadi ujian berikutnya bagi pasar kripto. Ryan Kirkley menyebutkan bahwa korelasi Bitcoin dengan pasar saham AS akhir-akhir ini meningkat secara signifikan. Data menunjukkan bahwa koefisien korelasi 90 hari antara Bitcoin dan indeks S&P 500 telah naik ke 0,78, tertinggi sejak pertengahan 2022.