Citi sedang mendorong perubahan besar dalam cara uang bergerak lintas batas. John Phinney, Kepala Layanan Pembayaran Lintas Batas di Citi, baru-baru ini mengatakan, “Memindahkan uang lintas batas harus semudah melakukan pembayaran domestik.” Pernyataan ini, yang dirilis pada 6 Maret 2026, bersamaan dengan kerangka kerja baru Swift untuk pembayaran ritel, menyoroti kebutuhan akan transfer internasional yang lebih cepat dan efisien.
Phinney menekankan bahwa transfer internasional seharusnya tidak lagi terasa lambat atau rumit. Saat ini, pengiriman uang global menghabiskan sekitar $120 miliar per tahun dalam biaya, menurut Bank Dunia. Dengan mempromosikan kerangka kerja yang memperlakukan transfer lintas batas seperti pembayaran domestik, Citi bertujuan mengurangi hambatan, mempercepat transaksi, dan menurunkan biaya bagi individu dan bisnis. Visi ini sejalan dengan upaya industri keuangan yang lebih luas untuk memodernisasi sistem lama.
Gambar yang menyertai pengumuman menunjukkan kantor pusat Citi di Shanghai dan logo Ripple, secara halus menyoroti teknologi blockchain seperti XRP. Banyak pengamat industri mengartikan ini sebagai sinyal bahwa aset digital dipandang sebagai solusi untuk ketidakefisienan sistem lama. Berbeda dengan jalur tradisional, jaringan blockchain dapat memproses pembayaran hampir secara real-time, dengan biaya lebih rendah dan transparansi yang lebih besar.
Pernyataan ini memicu antusiasme di kalangan penggemar XRP. Mereka melihat komentar Citi sebagai pengakuan lebih lanjut terhadap potensi kripto untuk mengganggu jaringan pembayaran yang lambat dan mahal seperti Swift. Ripple dan platform serupa bertujuan menyederhanakan pembayaran internasional, membuatnya lebih cepat dan lebih hemat biaya bagi bank dan pelanggan. Ini bisa mempercepat adopsi solusi blockchain secara institusional.
Seiring perkembangan pembayaran lintas batas, bank semakin mengeksplorasi model hibrida yang menggabungkan infrastruktur tradisional dengan teknologi blockchain. Penekanan Citi pada transfer internasional yang mulus menunjukkan bahwa lembaga keuangan menyadari ketidakefisienan sistem lama dan peluang yang ditawarkan oleh solusi kripto. Jika berhasil, upaya ini dapat menurunkan biaya, mengurangi waktu penyelesaian, dan mengubah cara uang mengalir secara global.
Dengan pemain besar seperti Citi secara terbuka membahas perbaikan dan menyoroti blockchain, jalur menuju pembayaran internasional yang lebih cepat dan murah tampaknya semakin memungkinkan. Bagi konsumen dan institusi, ini bisa menandai awal era baru dalam keuangan global.