Berita Gate News, pada 7 Maret, kemarin (6 Maret) pagi hari, dua korban mengalami perampokan bersenjata di dalam stasiun kereta bawah tanah Sheung Wan, Hong Kong, setelah menukarkan sekitar 10 juta HKD di sebuah toko penukaran uang. Polisi telah melakukan penempatan awal, dan barang bukti serta tersangka telah diamankan, tanpa kerugian properti bagi korban.
Ini adalah kasus perampokan uang tunai besar ketiga yang terjadi di daerah Sheung Wan dalam tiga bulan terakhir, dan semua korban adalah pelanggan toko penukaran uang. Sebelumnya, pada 18 Desember 2025 dan 30 Januari 2026, daerah ini pernah mengalami dua kasus perampokan serupa yang melibatkan toko penukaran mata uang virtual.
Polisi Hong Kong menyatakan bahwa mereka telah melakukan operasi berbasis intelijen, serta bekerja sama dengan penambahan kamera pengawas di bawah “Ruiyan Plan”, dan berhasil mengumpulkan bukti penting. Polisi akan menyelidiki lebih dalam apakah ada anggota lain atau kelompok kriminal yang berada di baliknya, serta apakah kasus ini terkait dengan kasus sebelumnya. Selain itu, polisi juga akan fokus menyelidiki bagaimana para perampok mengetahui korban akan melakukan penukaran besar, dan apakah mereka pernah melakukan “pengecekan lokasi” sebelumnya. Saat ini, tidak ada bukti yang menunjukkan hubungan antara korban dan tersangka yang ditangkap.