
(Sumber: ZetaChain)
Pada 27 Januari, ZetaChain secara resmi meluncurkan arsitektur 2.0, menandai pergeseran strategis dari fokus tunggal pada teknologi lintas rantai ke lapisan aplikasi AI. Dengan pembaruan ini, ZetaChain memosisikan dirinya sebagai blockchain interoperabilitas yang dirancang khusus untuk AI.
Pada versi 2.0, ZetaChain mengatasi tantangan utama industri: aplikasi AI kerap bergantung pada satu model dan backend tertutup, yang mengakibatkan terkuncinya model, biaya skalabilitas tinggi, serta kontrol pengguna yang terbatas atas data kontekstual. ZetaChain 2.0 memungkinkan pengembang membangun aplikasi dan AI Agent yang dapat berjalan di berbagai model AI—tanpa memerlukan infrastruktur backend tradisional—sehingga mempercepat penerapan dan komersialisasi secara global.
Modul inti pertama di ZetaChain 2.0 adalah AI Portal. Lapisan ini berperan sebagai gerbang routing dan eksekusi terpadu, memungkinkan aplikasi beralih dengan mulus di antara berbagai penyedia model AI tanpa terkunci pada satu model atau ekosistem. Melalui AI Portal, pengembang dapat mengabstraksi pemilihan model, distribusi permintaan, dan strategi eksekusi.
Sistem ini dilengkapi manajemen ketersediaan bawaan, opsi fallback model, dan strategi optimasi dinamis untuk biaya serta performa. Desain ini memungkinkan aplikasi memilih model paling optimal untuk eksekusi secara real time. Untuk pertama kalinya, aplikasi AI memperoleh kapabilitas lintas model—model dapat dipertukarkan dan dikomposisikan, semua tanpa mengorbankan pengalaman pengguna.
Inovasi utama lainnya adalah Private Memory Layer—sistem memori terenkripsi yang dibangun di tingkat protokol. Lapisan ini menyimpan konteks pengguna dengan aman dan memungkinkan pengalaman AI yang berkelanjutan lintas sesi dan model.
Berbeda dengan aplikasi AI tradisional yang menyimpan konteks di backend terpusat, Private Memory Layer mengedepankan kontrol akses dan enkripsi sebagai fitur utama. Hanya aplikasi atau AI Agent yang diotorisasi pengguna yang dapat mengakses data memori yang tersimpan. Hal ini tidak hanya mengurangi risiko kebocoran dan penyalahgunaan data, tetapi juga menegaskan kontrol pengguna atas data kontekstual sebagai standar—membentuk ulang kedaulatan data dalam aplikasi AI.
Bersamaan dengan peluncuran arsitektur 2.0, ZetaChain juga memperkenalkan Anuma—aplikasi AI pertama yang dibangun di atas lapisan baru ini. Anuma berperan sebagai platform agregasi model berskala besar. Versi beta-nya kini dapat diuji, dan daftar tunggu publik telah dibuka untuk akses awal.
Keunggulan utama Anuma adalah akses tanpa hambatan ke berbagai model AI terkemuka dalam satu alur kerja, sehingga pengguna dapat beralih antar model tanpa kehilangan konteks. Seluruh data memori diatur oleh prinsip kendali pengguna dengan privasi sebagai standar, menjadikan Anuma validasi nyata pertama atas potensi praktis ZetaChain 2.0.
Untuk mempelajari lebih lanjut tentang Web3, klik untuk mendaftar: https://www.gate.com/
ZetaChain 2.0 bukan sekadar peningkatan teknis—melainkan menghadirkan solusi menyeluruh atas dua tantangan utama AI: operasi lintas model dan kedaulatan data pengguna. Dengan mengintegrasikan AI Portal dan Private Memory Layer, ZetaChain memberikan fleksibilitas lebih besar bagi pengembang dalam pemilihan model serta mengembalikan kendali data kontekstual kepada pengguna. Dengan hadirnya Anuma, arsitektur ini telah bertransformasi dari konsep menjadi implementasi nyata. Potensi ke depan untuk AI Agent, aplikasi otonom, dan ekosistem Web3 yang lebih luas layak mendapatkan perhatian khusus.





