
Pada tahun 2025, pasar mata uang kripto tidak menampilkan reli bullish kuat seperti yang terjadi pada 2021 atau 2017. Meski Bitcoin beberapa kali menembus level $90.000 di paruh awal tahun, hal ini tidak mampu memicu reli luas pada altcoin. Sebaliknya, pasar menunjukkan divergensi struktural, titik panas yang berlangsung singkat, serta siklus yang makin terkompresi. Likuiditas sangat terpusat pada ETF Bitcoin dan Ethereum, sedangkan token berkapitalisasi kecil dan menengah tertinggal jauh dari siklus historis dalam hal keuntungan. Ringkasan pasar terbaru dari Wintermute menyoroti bahwa kebangkitan kripto sejati di 2026 bergantung pada tiga faktor utama.
Pola konvensional: halving → reli BTC → ETH mengikuti → rotasi altcoin.
Pada 2025, pola ini jelas terputus.
Faktor utama penyebabnya:
Pasar kripto kini memasuki era baru yang didominasi institusi, dengan partisipasi ritel yang semakin berkurang serta reli selektif yang digerakkan faktor struktural.
Wintermute menyatakan, arah pasar di 2026 bergantung pada setidaknya satu dari tiga faktor berikut:
Pada 2025, arus modal terbesar berasal dari ETF Bitcoin. Jika institusi mampu:
Maka skala modal di 2026 akan jauh melampaui pertumbuhan bertahap dari investor ritel yang kembali.
Institusi menjadi penggerak utama siklus baru.
Jika Bitcoin tetap di level tinggi atau mencetak rekor tertinggi baru, maka akan mendorong:
Jika BTC membentuk tren naik yang jelas—misalnya menembus rentang $110.000–$120.000—itu akan menjadi “sinyal tren utama” yang mendorong ekspansi pasar secara luas.
Selama setahun terakhir, modal ritel lebih banyak mengalir ke:
Agar investor ritel kembali, pasar membutuhkan:
Setelah investor ritel kembali, volume perdagangan, volatilitas, dan momentum narasi akan meningkat kembali.





