
(Sumber: Tether_to)
Bloomberg melaporkan bahwa penerbit stablecoin Tether Holdings SA secara konsisten meningkatkan alokasi asetnya ke emas fisik dalam beberapa tahun terakhir dan kini memegang sekitar 140 metrik ton dengan nilai pasar sekitar $23 miliar. Di luar bank dan negara berdaulat, Tether kini dianggap sebagai salah satu pemegang emas fisik terbesar di dunia—peran yang jauh melampaui cakupan tradisional penerbit stablecoin.
CEO Tether, Paolo Ardoino, menyatakan bahwa perusahaan saat ini membeli sekitar 1 hingga 2 metrik ton emas setiap minggu dan berencana menyimpan aset fisik ini dalam jangka panjang di bekas bunker nuklir Swiss. Langkah ini berfungsi sebagai alokasi cadangan yang sangat aman dan berisiko rendah.
Ia menggambarkan strategi ini sebagai upaya yang menjadikan Tether, dalam beberapa aspek, “salah satu bank sentral emas terbesar di dunia.”
Ardoino juga menjelaskan bahwa seiring meningkatnya ketegangan politik dan keuangan global, mata uang berbasis emas bisa muncul untuk bersaing dengan sistem dolar. Untuk menangkap potensi permintaan ini, Tether meluncurkan token emas XAUT—aset on-chain yang didukung emas fisik—sehingga menempatkan diri di depan perubahan pasar.
Pada tahun 2025 saja, Tether memperoleh lebih dari 70 metrik ton emas—melampaui pembelian tahunan hampir setiap bank sentral kecuali Polandia, dan melebihi akumulasi tahunan sebagian besar ETF emas utama. Hal ini menegaskan pesatnya pertumbuhan kehadiran Tether di pasar emas.
Selain kepemilikan emas secara langsung, Tether secara agresif memperluas kehadirannya di industri. Perusahaan telah merekrut mantan trader senior emas dari HSBC dan sedang mengembangkan platform perdagangan emas miliknya sendiri, dengan tujuan bersaing dengan institusi keuangan besar seperti JPMorgan Chase. Tether juga berinvestasi pada beberapa perusahaan royalti pertambangan emas Kanada berukuran menengah, memperluas jangkauan hingga ke pengembangan sumber daya.
Untuk mempelajari lebih lanjut tentang Web3, klik untuk mendaftar: https://www.gate.com/
Pendekatan mendalam Tether terhadap emas fisik kini bukan sekadar lindung nilai; ini adalah strategi jangka panjang yang komprehensif yang mengintegrasikan stablecoin, emas on-chain, dan pasar logam mulia tradisional. Seiring ketidakpastian geopolitik dan moneter meningkat, Tether memanfaatkan cadangan fisik dan aset ter-tokenisasi untuk memposisikan diri menghadapi potensi perubahan tatanan keuangan global. Pengaruhnya terhadap lanskap aset global terus berkembang.





