Harga saham Ola Electric Mobility meningkat hampir 15% dalam dua hari terakhir. Saham ini menembus rekor tertinggi selama lima bulan. Lonjakan ini utamanya dipicu oleh persetujuan perusahaan dalam program Production Linked Incentive (PLI) pemerintah, yang mencakup lini skuter listrik Gen 3. Dengan sertifikasi ini, Ola Electric berhak mendapatkan insentif berdasarkan volume penjualan. Insentif tersebut berkisar antara 13% hingga 18% dan berlaku hingga tahun 2028.
Seri Gen 3 terdiri dari tujuh model, yang jika digabungkan mewakili 56% dari total volume penjualan Ola Electric saat ini. Sertifikasi PLI yang didapat perusahaan diperkirakan akan memangkas biaya produksi secara signifikan untuk model-model ini. Efisiensi biaya ini akan meningkatkan margin laba kotor dan mendorong profitabilitas perusahaan.
Saham Ola Electric terus menunjukkan kinerja positif, tetapi kesehatan finansial perusahaan masih menjadi perhatian utama. Pada kuartal I tahun 2025, Ola Electric membukukan kerugian bersih sebesar Rp42,8 miliar. Meskipun kerugian berkurang, perusahaan tetap menghadapi tantangan dalam mencapai profitabilitas.
Bagi investor, lonjakan harga saham saat ini menawarkan peluang perdagangan jangka pendek. Namun, penting untuk meninjau secara cermat kemampuan Ola Electric dalam menghasilkan laba jangka panjang dan posisinya di pasar yang kompetitif. Investor sebaiknya menganalisis laporan keuangan perusahaan serta tren industri sebelum mengambil keputusan investasi.





