
Grafik: https://www.gate.com/trade/XRP_USDT
Per 26 Januari 2026, XRP (Ripple) diperdagangkan pada kisaran $1,88. Harga mengalami sedikit penurunan dalam 24 jam terakhir dan masih berada di zona rendah. XRP telah lama dipandang sebagai aset inti untuk jaringan pembayaran dan penyelesaian, namun harganya belum sepenuhnya pulih sejak penurunan dari puncak tahun 2025.
Data menunjukkan bahwa volatilitas jangka pendek XRP terutama dipengaruhi oleh sentimen pasar secara umum dan faktor makroekonomi. Belakangan ini, peristiwa seperti likuidasi posisi long dan meningkatnya aversi risiko global memberi tekanan pada XRP dalam jangka pendek. Data on-chain juga memperlihatkan pasokan XRP di bursa telah mencapai titik terendah dalam tujuh tahun terakhir, mengindikasikan bahwa keterbatasan pasokan jangka panjang berpotensi menopang harga di masa mendatang.
Baru-baru ini, seorang analis terkemuka (dikenal sebagai XRP Queen) menyoroti di media sosial bahwa target harga XRP yang sering disebutkan, yaitu $10–$25, mencerminkan sudut pandang investor ritel. Ia menekankan bahwa proyeksi tersebut terlalu berfokus pada apresiasi harga jangka pendek dan belum mempertimbangkan potensi XRP yang lebih luas dalam infrastruktur pembayaran dan penyelesaian global.
Ia juga menyoroti bahwa Ripple tengah memperluas kemitraan dengan bank, manajer aset, dan penyedia penyelesaian aset dunia nyata. Jika strategi ini terwujud, peran XRP di pasar akan berkembang melampaui sekadar aset spekulatif. Ia bahkan menyebutkan bahwa, dari sisi permintaan institusional, XRP dapat memiliki target harga jauh di atas $10.
Beberapa pelaku pasar kripto menilai bahwa memandang XRP sebagai aset infrastruktur, bukan sekadar instrumen spekulatif, lebih sesuai dengan logika investasi institusional. Seorang ahli strategi kripto mencontohkan bahwa, dengan skala transaksi dan penyelesaian global bernilai triliunan dolar, menempatkan XRP pada lapisan infrastruktur bisa menghasilkan harga yang jauh melampaui target konvensional.
Penurunan pasokan XRP di bursa yang terus berlanjut juga dapat menunjukkan bahwa pemegang jangka panjang memindahkan token dari bursa, sebuah tren yang secara teori dapat mendorong harga naik di masa depan.
Walaupun target harga dari sudut pandang institusional lebih tinggi, harga XRP saat ini masih menghadapi sejumlah ketidakpastian. Risiko makro seperti volatilitas pasar keuangan global dapat berdampak negatif pada aset kripto. Analisis teknikal juga menunjukkan volatilitas jangka pendek yang tinggi, tanpa pola pemulihan yang jelas. Oleh karena itu, menganggap XRP sebagai “aset pasti untung” masih mengandung risiko cukup besar.
Singkatnya, menyebut target $10 sebagai “terlalu rendah” mencerminkan fokus pada nilai jangka panjang dan posisi institusional, bukan prediksi langsung atas pergerakan harga jangka pendek. Sebagian besar investor sebaiknya mengambil pendekatan rasional terhadap harga XRP—mempertimbangkan adopsi jangka panjang dan nilai infrastruktur, serta tetap waspada terhadap volatilitas pasar. Dengan harga saat ini di kisaran $1,88, masih terdapat selisih menuju target yang lebih tinggi seperti yang dibayangkan investor ritel dan institusional. Namun, perubahan pasokan on-chain dan minat institusional merupakan faktor yang perlu dicermati secara saksama.





