
Unduh laporan lengkap: https://get.glassnode.com/charting-crypto-q1-2026/
Charting Crypto: Q1 2026, yang diterbitkan bersama oleh Coinbase Institutional dan Glassnode, mengungkapkan bahwa setelah likuidasi dan penyesuaian struktural di Q4 2025, pasar mata uang kripto telah beralih dari fase spekulatif berleverage tinggi menjadi lingkungan yang lebih tangguh dan stabil secara struktural. Dengan memanfaatkan data on-chain, posisi derivatif, dan survei institusi kuartalan, laporan ini menyajikan sejumlah wawasan penting, memberikan panduan otoritatif bagi investor yang menganalisis tren pasar awal 2026.
Laporan ini mencatat bahwa proses deleveraging berskala besar di Q4 2025 telah menurunkan eksposur leverage sistemik secara signifikan. Perbaikan struktural tersebut mengubah pendekatan pasar dari penghindaran risiko langsung menjadi penetapan ulang risiko secara aktif. Bitcoin tetap mendominasi selama transisi ini, dengan pasar derivatif menunjukkan pergeseran investor dari kontrak perpetual berisiko tinggi ke strategi opsi yang lebih defensif. Secara keseluruhan, penyesuaian ini meredakan kekhawatiran terkait risiko arah, meski sentimen masih berhati-hati.
Data survei institusi yang dikutip oleh Coinbase menunjukkan sekitar 71% investor institusi menilai Bitcoin undervalued di kisaran $85.000–$95.000, dengan 60% investor independen menyatakan pendapat serupa. Hanya sebagian kecil yang menilai harga sudah wajar atau overvalued. Mayoritas institusi mengindikasikan bahwa walaupun harga turun lagi 10%, mereka tetap akan menahan atau menambah posisi saat harga melemah.
Laporan menyoroti bahwa Ethereum memasuki fase akhir siklus di pasar saat ini. Jika sebelumnya indikator siklus memberikan nilai prediktif yang kuat untuk ETH, efektivitasnya kini berkurang. Pergeseran ini menandakan bahwa pergerakan harga Ethereum selanjutnya lebih dipengaruhi oleh kondisi likuiditas makro dan posisi relatif pelaku pasar, bukan hanya sinyal siklus tradisional.

Grafik: https://www.gate.com/trade/BTC_USDT
Per 28 Januari 2026, harga Bitcoin sekitar $89.120, turun tajam lebih dari 30% dari rekor tertinggi Oktober 2025 di atas $126.000. Meskipun volatilitas jangka pendek memengaruhi sentimen pasar, investor institusi jangka panjang menilai koreksi ini sebagai pondasi untuk level dukungan baru dalam struktur pasar yang lebih sehat.
Sentimen tetap berhati-hati, dengan investor mengambil posisi defensif di tengah ketidakpastian makro seperti ketegangan geopolitik dan perubahan kebijakan. Namun, data on-chain menunjukkan beberapa metrik pasar mengarah pada penetapan ulang risiko, bukan penghindaran risiko, sehingga berpotensi memberikan sinyal arah yang lebih kuat untuk volatilitas ke depan. Laporan kuartalan juga menyoroti risiko makro—termasuk perlambatan ekonomi global dan eskalasi konflik geopolitik—yang dapat terus memengaruhi sentimen pasar.
Secara ringkas, laporan Charting Crypto Q1 2026 memberikan gambaran luas bagi pelaku pasar: peningkatan struktur pasar, sentimen institusi yang relatif optimis terhadap harga, serta pergeseran selera risiko derivatif, semuanya mengindikasikan bahwa Bitcoin dan aset kapitalisasi besar lainnya dapat mempertahankan zona dukungan yang kuat sepanjang kuartal pertama. Fluktuasi harga jangka pendek tetap didorong oleh faktor makroekonomi dan likuiditas.
Bagi investor, memantau indikator struktur pasar, tren alokasi institusi, dan risiko makro akan lebih bernilai dibandingkan hanya berfokus pada target harga teknikal.





