Setelah mengeluarkan 250 juta untuk mengakuisisi perusahaan dan memangkas 30% karyawan, Polygon kini mengambil strategi baru demi kelangsungan bisnisnya.

Terakhir Diperbarui 2026-03-25 21:40:28
Waktu Membaca: 1m
Penulis membahas keunggulan Base dalam menarik pengguna jika dibandingkan dengan pemimpin industri seperti Stripe, sekaligus menyoroti strategi Polygon yang memilih menghindari persaingan di sektor Layer-2 yang sudah padat dengan berfokus pada saluran pembayaran terbuka—langkah yang membawa risiko besar sekaligus peluang imbal hasil. Artikel ini juga menyajikan analisis komprehensif terkait narasi yang mulai berkembang untuk token $POL.

Hari ini saya membaca sebuah laporan berita: Polygon melakukan PHK terhadap sekitar 30% tenaga kerjanya.

Meski Polygon belum mengeluarkan pernyataan resmi, CEO Marc Boiron mengonfirmasi PHK tersebut dalam wawancara, dengan catatan jumlah karyawan akan tetap stabil seiring tim-tim hasil akuisisi bergabung ke organisasi.

Mantan karyawan juga membagikan kabar PHK ini di media sosial, memperkuat validitas berita tersebut.

Namun, pada minggu yang sama, Polygon mengumumkan akuisisi dua perusahaan senilai USD 250 juta. Langkah PHK bersamaan dengan pembelian besar seperti ini memang terbilang tidak lazim.

Jika langkah ini sekadar efisiensi, mereka tak akan menggelontorkan USD 250 juta untuk akuisisi. Jika ekspansi, memangkas 30% pekerjaan jelas tidak logis. Kombinasi kedua langkah ini menandakan perombakan strategi.

PHK difokuskan pada karyawan di lini bisnis yang sudah ada, untuk memberi ruang bagi tim-tim baru hasil akuisisi.

USD 250 Juta untuk Lisensi dan Saluran Pembayaran

Dua perusahaan yang diakuisisi adalah Coinme dan Sequence.

Coinme, berdiri sejak 2014, mengoperasikan saluran pertukaran fiat-ke-kripto dan ATM kripto di lebih dari 50.000 lokasi ritel di seluruh AS. Aset terpentingnya adalah rekam jejak regulasi—Coinme memegang lisensi pengirim uang di 48 negara bagian. Lisensi ini sangat sulit didapat di AS; bahkan raksasa seperti PayPal dan Stripe membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengumpulkannya.

Sequence membangun infrastruktur dompet dan solusi routing lintas-chain. Intinya, Sequence memungkinkan pengguna mentransfer aset antar-blockchain hanya dengan satu klik, tanpa perlu mengelola bridge atau swap gas. Kliennya antara lain Polygon, Immutable, dan Arbitrum, serta bermitra distribusi dengan Google Cloud.

Nilai total akuisisi mencapai USD 250 juta. Polygon menyebut rangkaian ini sebagai “Open Money Stack”, menempatkannya sebagai middleware pembayaran stablecoin untuk bank, perusahaan pembayaran, dan penyedia remitansi.

Logikanya sebagai berikut:

Coinme menghadirkan on-ramp dan off-ramp fiat yang patuh regulasi, Sequence menawarkan dompet intuitif dan fitur lintas-chain, sementara Polygon menjadi settlement layer. Ketiganya membentuk infrastruktur pembayaran stablecoin full-stack.

Pertanyaan utama: Mengapa Polygon mengambil langkah ini?

Jalur Polygon sebagai L2 Kian Menantang

Pada 2025, peta persaingan jelas: Base memimpin pasar.

L2 milik Coinbase meningkatkan TVL dari USD 3,1 miliar di awal tahun lalu menjadi USD 5,6 miliar, menguasai setengah pasar L2. Arbitrum bertahan di 30% namun tidak tumbuh signifikan. Sebagian besar L2 lain kehilangan pengguna setelah airdrop mereka berakhir.

Keunggulan Base bersumber dari basis pengguna Coinbase yang masif—lebih dari 100 juta pengguna terdaftar—sehingga fitur baru langsung mendapat adopsi luas.

Contohnya Morpho, protokol peminjaman: deposit di Base melonjak dari USD 354 juta di awal tahun lalu menjadi USD 2 miliar, terutama karena terintegrasi di aplikasi Coinbase. Pengguna bisa mengakses langsung tanpa perlu memahami L2 atau Morpho itu sendiri.

Polygon tidak punya gateway seperti ini. Pada 2024, Polygon juga memangkas 20% stafnya, sejalan dengan tren efisiensi di industri akibat bear market.

Kali ini, perusahaan masih sehat secara finansial namun memilih mengubah arah secara proaktif.

Narasi awal Polygon berfokus pada adopsi korporasi—kemitraan dengan Disney untuk akselerator, program keanggotaan NFT Starbucks, minting Instagram milik Meta, hingga avatar Reddit, dan lainnya.

Empat tahun kemudian, sebagian besar kemitraan itu telah berakhir. Program Odyssey Starbucks, misalnya, ditutup tahun lalu.

Bersaing langsung dengan Base di arena L2 membuat peluang Polygon sangat kecil. Kesenjangan teknis bisa dijembatani, namun kanal akuisisi pengguna jauh lebih sulit ditiru. Alih-alih bertarung sia-sia, mencari peluang baru lebih rasional.

Pembayaran Stablecoin: Arena Menjanjikan, Persaingan Ketat

Pembayaran stablecoin memang pasar yang bertumbuh pesat.

Pada 2025, total kapitalisasi pasar stablecoin menembus USD 300 miliar, naik 45% dari tahun sebelumnya. Penggunaannya meluas dari arbitrase bursa menjadi pembayaran lintas negara, keuangan bisnis, gaji, dan lainnya.

Namun, persaingan sangat sengit.

Tahun lalu, Stripe menggelontorkan USD 1,1 miliar untuk mengakuisisi perusahaan infrastruktur stablecoin Bridge, dan baru saja mendapat hak menerbitkan stablecoin USDH di Hyperliquid. PYUSD milik PayPal sudah mencakup 7% volume stablecoin di Solana.

Circle sedang membangun Payments Network sendiri. Bank besar seperti JPMorgan, Wells Fargo, dan Bank of America membentuk aliansi meluncurkan stablecoin mereka sendiri.

Co-founder Polygon, Sandeep Nailwal, mengatakan kepada Fortune bahwa akuisisi ini menempatkan Polygon bersaing langsung dengan Stripe.

Terus terang, itu klaim yang sangat berani.

Biaya akuisisi Stripe USD 1,1 miliar; Polygon hanya USD 250 juta. Stripe punya jutaan merchant, sedangkan Polygon utamanya melayani developer. Lebih penting lagi, Stripe membangun lisensi pembayaran dan jaringan perbankan lebih dari satu dekade.

Head-to-head, kedua perusahaan ini tidak sebanding.

Namun Polygon mungkin memilih strategi berbeda. Stripe ingin mengintegrasikan stablecoin ke ekosistem tertutup, memungkinkan merchant tetap memakai Stripe dengan settlement stablecoin yang lebih cepat dan murah.

Polygon ingin menyediakan infrastruktur terbuka, memungkinkan bank atau penyedia pembayaran membangun layanan mereka sendiri di atasnya.

Satu model integrasi vertikal, yang lain platform horizontal. Mungkin tidak bersaing langsung, tapi tetap membidik basis klien yang sama.

Playbook Baru, Prospek Tak Pasti

Pada akhirnya, PHK sudah jadi hal lumrah di industri kripto dua tahun terakhir.

OpenSea memangkas 50% stafnya; Yuga Labs dan Chainalysis juga melakukan efisiensi. ConsenSys memangkas 20% tahun lalu dan kembali memangkas tahun ini. Sebagian besar karena kas menipis—prioritasnya bertahan.

Polygon berbeda. Masih punya kas, mampu melakukan akuisisi USD 250 juta, namun tetap memangkas 30% tenaga kerja.

Ini perombakan strategi, namun membawa risiko.

Coinme, perusahaan yang diakuisisi Polygon, fokus pada bisnis ATM kripto, mengoperasikan lebih dari 50.000 mesin di AS yang memungkinkan pengguna membeli kripto dengan tunai atau mencairkan kripto ke fiat.

Masalahnya: bisnis ini bermasalah tahun lalu.

Regulator California mendenda Coinme USD 300.000 karena mengizinkan pengguna melebihi batas penarikan harian USD 1.000 di ATM mereka. Negara bagian Washington bahkan melarang, dan baru mencabut larangan pada Desember.

CEO Polygon sebelumnya mengklaim kepatuhan Coinme “melebihi persyaratan.” Namun tindakan regulator sudah tercatat—klaim positif tak bisa mengubah fakta itu.

Perkembangan ini juga mengubah narasi token $POL.

Sebelumnya, makin sering chain digunakan, makin bernilai POL. Setelah akuisisi, Coinme menghasilkan pendapatan nyata dari biaya transaksi—uang tunai, bukan sekadar spekulasi token. Perusahaan memperkirakan pendapatan tahunan lebih dari USD 100 juta.

Jika terealisasi, Polygon bisa bertransformasi dari “protokol” menjadi “perusahaan,” dengan pendapatan, laba, dan landasan valuasi nyata—sesuatu yang langka di industri kripto.

Namun, keuangan tradisional bergerak cepat dan peluang untuk perusahaan kripto-native semakin sempit.

Industri punya pepatah: membangun saat bear market, panen saat bull market.

Tantangan Polygon kini, saat mereka masih membangun, pemenang bull market berikutnya bisa jadi bukan lagi pemain kripto-native seperti mereka.

Disclaimer:

  1. Artikel ini merupakan reproduksi dari [TechFlow] dengan hak cipta milik penulis asli [David]. Jika Anda keberatan atas pemuatan ulang ini, silakan hubungi tim Gate Learn dan kami akan menindaklanjutinya sesuai prosedur yang berlaku.
  2. Disclaimer: Pandangan dan opini dalam artikel ini sepenuhnya milik penulis dan tidak merupakan saran investasi.
  3. Versi artikel dalam bahasa lain diterjemahkan oleh tim Gate Learn. Kecuali disebutkan secara spesifik oleh Gate, dilarang menyalin, mendistribusikan, atau menjiplak artikel terjemahan ini.

Artikel Terkait

Apa itu privacy smart contract? Bagaimana Aztec mengimplementasikan programmable privacy?
Menengah

Apa itu privacy smart contract? Bagaimana Aztec mengimplementasikan programmable privacy?

Kontrak pintar privasi merupakan jenis Smart Contract yang menjaga data tetap tersembunyi selama eksekusi, namun tetap memungkinkan verifikasi atas kebenarannya. Aztec menghadirkan privasi yang dapat diprogram dengan memanfaatkan zkSNARK zero-knowledge proofs, lingkungan eksekusi privat, serta bahasa pemrograman Noir. Pendekatan ini memberikan kendali penuh kepada pengembang untuk menentukan data mana yang dapat dipublikasikan dan mana yang tetap bersifat rahasia. Dengan demikian, tidak hanya permasalahan privasi akibat transparansi Blockchain yang dapat diatasi, tetapi juga tercipta fondasi yang kokoh untuk pengembangan DeFi, solusi identitas, dan aplikasi perusahaan.
2026-04-17 08:04:15
Sentio vs The Graph: Perbandingan Mekanisme Indeksasi Real Time dan Indeksasi Subgraf
Menengah

Sentio vs The Graph: Perbandingan Mekanisme Indeksasi Real Time dan Indeksasi Subgraf

Sentio dan The Graph sama-sama platform untuk pengindeksan data on-chain, namun memiliki perbedaan signifikan pada tujuan inti desainnya. The Graph memanfaatkan subgraph untuk mengindeks data on-chain, dengan fokus utama pada kebutuhan permintaan data dan agregasi. Di sisi lain, Sentio menggunakan mekanisme pengindeksan real-time yang memprioritaskan pemrosesan data berlatensi rendah, pemantauan visualisasi, serta fitur peringatan otomatis—sehingga sangat ideal untuk pemantauan real-time dan peringatan risiko.
2026-04-17 08:55:07
Apa itu Hyperliquid (HYPE)?
Menengah

Apa itu Hyperliquid (HYPE)?

Hyperliquid adalah platform blockchain terdesentralisasi yang memungkinkan perdagangan efisien, kontrak abadi, dan alat yang ramah pengembang untuk inovasi.
2026-04-02 20:25:44
Aztec vs Zcash vs Tornado Cash: Analisis Komparatif Perbedaan Utama dalam Tiga Solusi Privasi
Pemula

Aztec vs Zcash vs Tornado Cash: Analisis Komparatif Perbedaan Utama dalam Tiga Solusi Privasi

Zcash, Tornado Cash, dan Aztec merupakan tiga pendekatan utama dalam privasi blockchain: privacy public chains, mixing protocol, dan solusi privacy Layer 2. Zcash memungkinkan pembayaran anonim menggunakan zkSNARKs, Tornado Cash memutus tautan transaksi melalui coin mixing, dan Aztec memanfaatkan teknologi zkRollup untuk menciptakan lingkungan eksekusi privasi yang dapat diprogram. Ketiga solusi ini memiliki perbedaan signifikan dalam arsitektur teknis, cakupan fungsi, dan standar kepatuhan, menegaskan pergeseran teknologi privasi dari sekadar alat terpisah menjadi fondasi infrastruktur utama.
2026-04-17 07:40:34
Apa itu Tronscan dan Bagaimana Anda Dapat Menggunakannya pada Tahun 2025?
Pemula

Apa itu Tronscan dan Bagaimana Anda Dapat Menggunakannya pada Tahun 2025?

Tronscan adalah penjelajah blockchain yang melampaui dasar-dasar, menawarkan manajemen dompet, pelacakan token, wawasan kontrak pintar, dan partisipasi tata kelola. Pada tahun 2025, ia telah berkembang dengan fitur keamanan yang ditingkatkan, analitika yang diperluas, integrasi lintas rantai, dan pengalaman seluler yang ditingkatkan. Platform ini sekarang mencakup otentikasi biometrik tingkat lanjut, pemantauan transaksi real-time, dan dasbor DeFi yang komprehensif. Pengembang mendapatkan manfaat dari analisis kontrak pintar yang didukung AI dan lingkungan pengujian yang diperbaiki, sementara pengguna menikmati tampilan portofolio multi-rantai yang terpadu dan navigasi berbasis gerakan pada perangkat seluler.
2026-04-08 21:20:42
Apa saja use case token ST? Tinjauan mendalam mengenai mekanisme insentif ekosistem Sentio
Pemula

Apa saja use case token ST? Tinjauan mendalam mengenai mekanisme insentif ekosistem Sentio

ST merupakan token utilitas inti dalam ekosistem Sentio, yang berfungsi sebagai media utama transfer nilai antara pengembang, infrastruktur data, dan peserta jaringan. Sebagai elemen utama jaringan data on-chain real-time Sentio, ST digunakan untuk pemanfaatan sumber daya, insentif jaringan, dan kolaborasi ekosistem, sehingga mendukung platform dalam membangun model layanan data yang berkelanjutan. Melalui mekanisme token ST, Sentio mengintegrasikan penggunaan sumber daya jaringan dengan insentif ekosistem, memungkinkan pengembang mengakses layanan data real-time secara lebih efisien sekaligus memperkuat keberlanjutan jangka panjang seluruh jaringan data.
2026-04-17 09:26:07