Selama beberapa dekade, internet telah memungkinkan informasi melintasi batas negara, platform, dan sistem secara bebas. Namun, nilai masih tertinggal. Uang, aset, dan perjanjian keuangan masih bergerak melalui infrastruktur yang terfragmentasi, dibangun di atas sistem lama, batas negara, dan perantara yang mengambil keuntungan di setiap titik persimpangan.
Kesenjangan ini kini semakin cepat tertutup. Kondisi ini menciptakan peluang bagi perusahaan infrastruktur yang secara langsung menggantikan fungsi kliring, penyelesaian, dan kustodian tradisional. Infrastruktur yang memungkinkan nilai bergerak semudah informasi kini bukan lagi sekadar teori. Saat ini, infrastruktur tersebut tengah dibangun, diterapkan, dan digunakan dalam skala besar.
Selama bertahun-tahun, kripto hanya berada di onchain namun tetap terputus dari ekonomi riil. Hal ini mulai berubah. Kripto kini menjadi lapisan kliring dan penyelesaian yang selalu dibutuhkan oleh ekonomi internet; beroperasi secara berkelanjutan, transparan, dan tanpa memerlukan izin dari otoritas terpusat.
Tema-tema berikut mencerminkan arah perkembangan aset digital pada 2026 dan area yang secara aktif didukung oleh Wintermute Ventures.
Semakin banyak jenis aset dan hasil nyata yang dapat diperdagangkan melalui primitif keuangan baru, seperti prediction markets, tokenisasi, dan derivatif. Pergeseran ini menciptakan lapisan likuiditas bagi area yang sebelumnya tidak memiliki pasar sama sekali.
Tokenisasi dan aset sintetis membawa likuiditas pada aset yang sudah dikenal. Prediction markets melangkah lebih jauh dengan memberi harga pada hal-hal yang sebelumnya tidak dapat dihargai, mengubah informasi mentah menjadi instrumen yang dapat diperdagangkan.
Prediction markets terus berkembang sebagai produk konsumen dan instrumen keuangan baru, memungkinkan lindung nilai, perdagangan berbasis hasil, dan ekspresi pandangan atas peristiwa spesifik. Prediction markets juga mulai menggantikan sebagian infrastruktur keuangan lama.
Asuransi menjadi contoh menarik: pasar berbasis hasil dapat menawarkan lindung nilai yang lebih murah dan fleksibel dibandingkan asuransi atau reasuransi tradisional, dengan secara langsung mematok harga risiko tertentu, bukan membundel risiko ke dalam produk yang luas. Alih-alih membeli asuransi badai untuk satu wilayah, pengguna dapat melindungi risiko terhadap kecepatan angin tertentu di lokasi spesifik pada periode waktu tertentu. Dalam jangka panjang, risiko idiosinkratik ini dapat dipilih dan disesuaikan dengan kebutuhan unik individu melalui alur kerja berbasis agen.
Seiring skala infrastruktur prediction market bertambah, kategori produk data baru pun muncul untuk topik-topik yang sebelumnya tidak pernah diberi harga. Kami memperkirakan akan muncul pasar yang memperdagangkan dan mengukur persepsi, sentimen, dan opini kolektif secara objektif. Pasar baru ini merupakan perpanjangan alami dari keuangan terdesentralisasi, membuka cara baru untuk memberi harga dan menukar informasi itu sendiri. Ketika segala sesuatu menjadi dapat diperdagangkan, infrastruktur yang menyediakan likuiditas, memungkinkan penemuan harga, dan menjamin penyelesaian menjadi sangat penting.
Pergeseran struktural ini akan memusatkan nilai pada lapisan infrastruktur yang secara langsung menentukan bagaimana kita mengalokasikan modal. Kami secara aktif mendukung tim yang membangun infrastruktur inti pasar dan penyelesaian, lapisan data untuk verifikasi dan atestasi, serta produk data baru yang mendukung finansialisasi hasil yang sebelumnya tidak dapat diperdagangkan. Kami juga berfokus pada model abstraksi baru yang membuat pasar ini dapat diprogram dan digabungkan, sehingga dapat diintegrasikan ke dalam alur kerja nyata dan menggantikan sebagian infrastruktur keuangan dan asuransi lama.
Aset digital belum memiliki padanan kuat bagi settlement bank dan clearing house yang memperlancar roda keuangan tradisional. Stablecoin memungkinkan akses terbuka dan nilai yang dapat diprogram, namun tanpa infrastruktur penyelesaian, fragmentasi menciptakan hambatan yang membatasi adopsi.
Seiring bertambahnya penerbit stablecoin dengan model jaminan yang berbeda di berbagai ekosistem, permintaan terhadap lapisan interoperabilitas yang dapat menggabungkan aset-aset ini secara andal semakin meningkat. Agar sistem ini dapat berkembang, kripto membutuhkan infrastruktur yang memungkinkan netting, konversi, dan penyelesaian antar stablecoin dan chain tanpa menambah risiko kredit, risiko likuiditas, atau beban operasional tambahan.
Abstraksi yang hilang adalah memindahkan risiko konversi dan risiko kredit ke penerbit stablecoin melalui interoperabilitas berbasis neraca, bukan membebankan pengguna akhir untuk mengelola risiko FX, routing, atau eksposur rekanan saat bertransaksi antar stablecoin. Kami melihatnya sebagai padanan onchain dari correspondent banking, dengan penyelesaian dalam hitungan detik dan akses terbuka bagi pengembang aplikasi, serta memperkirakan akan semakin banyak perusahaan yang memosisikan diri sebagai lapisan koordinasi antara penerbit dan aplikasi.
Pertumbuhan berbasis token tanpa model bisnis berkelanjutan makin tidak efektif. Perusahaan yang mengandalkan subsidi pengguna atau penyedia likuiditas dengan model pendapatan yang rapuh secara struktural akan semakin sulit bersaing.
Penilaian akan semakin terikat pada pendapatan berkelanjutan dan proyeksi ke depan, mengarah pada kerangka berbasis arus kas. Mengannualisasi lonjakan biaya bulanan yang volatil dalam jangka pendek tidak lagi menjadi cara kredibel untuk menilai bisnis, karena kualitas pendapatan dan keselarasan insentif menjadi pusat penilaian. Token tanpa jalur kredibel untuk menangkap nilai akan kesulitan mempertahankan permintaan di luar fase spekulatif.
Akibatnya, semakin sedikit perusahaan yang akan meluncurkan token sejak awal. Banyak yang akan memilih struktur berbasis ekuitas terlebih dahulu, menggunakan blockchain terutama sebagai infrastruktur backend yang tak terlihat oleh pengguna dan investor. Ketika token digunakan, peluncuran akan lebih sering dilakukan setelah product-market fit terbukti, dengan pendapatan, unit ekonomi, dan distribusi yang sudah jelas serta insentif pemangku kepentingan yang selaras.
Kami melihat transisi ini sebagai evolusi yang sehat dan diperlukan bagi ekosistem secara keseluruhan. Pendiri dapat fokus membangun bisnis yang tahan lama daripada terlalu dini memprioritaskan insentif dan permintaan token. Investor dapat mengevaluasi perusahaan dengan kerangka keuangan yang sudah dikenal. Pengguna pun memperoleh produk yang dirancang untuk nilai jangka panjang.
Masa depan keuangan bukan sekadar DeFi atau TradFi: melainkan konvergensi keduanya. Arsitektur dual-rail memungkinkan aplikasi fintech mengarahkan transaksi secara dinamis berdasarkan biaya, kecepatan, dan hasil. Aplikasi konsumen terobosan akan tampil seperti produk fintech konvensional, dengan dompet, bridge, dan chain yang sepenuhnya terabstraksi. Efisiensi modal, hasil, kecepatan penyelesaian, dan eksekusi transparan menjadi ciri generasi baru produk keuangan.
Sementara pengalaman pengguna mendekati fintech, industri terus berkembang pesat di balik layar. Tokenisasi dan primitif keuangan yang sangat dapat digabungkan mendorong pertumbuhan ini, memungkinkan likuiditas lebih dalam dan produk keuangan yang lebih canggih.
Distribusi akan lebih penting daripada kepemilikan antarmuka. Tim unggul akan membangun infrastruktur backend-first yang terhubung ke platform dan kanal yang sudah ada, bukan bersaing sebagai aplikasi mandiri. Personalisasi dan otomasi, yang semakin diperkuat oleh AI, akan meningkatkan penetapan harga, routing, dan hasil di belakang layar. Pengguna tidak akan memilih DeFi secara sadar. Mereka akan memilih produk yang bekerja lebih baik.
Privasi kini menjadi fondasi adopsi institusional, bergeser dari beban regulasi menjadi pemberdaya regulasi. Pengungkapan selektif menggunakan zero-knowledge proofs dan multi-party computation memungkinkan peserta membuktikan kepatuhan tanpa mengekspos data mentah.
Secara praktis, hal ini memungkinkan bank menilai kelayakan kredit tanpa mengakses riwayat transaksi, pemberi kerja memverifikasi pekerjaan tanpa mengekspos gaji, dan institusi membuktikan cadangan tanpa mengungkap posisi. Perwujudan nyata visi ini adalah dunia di mana korporasi tidak perlu lagi menyimpan data dalam jumlah besar, sehingga terbebas dari regulasi privasi data yang mahal dan membebani. Primitif baru seperti private shared state, zkTLS, dan MPC membuka akses pada lending tanpa jaminan, tranching, dan produk risiko onchain baru, menggeser seluruh kategori structured finance ke onchain yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan.
Kejelasan regulasi kini berubah dari hambatan yang bersifat konfrontatif menjadi kanal distribusi yang terstandarisasi. Sifat “permissionless” pada DeFi awal tetap menjadi mesin inovasi penting, namun hadirnya kerangka operasional seperti GENIUS Act di AS, MiCA di Eropa, dan rezim stablecoin Hong Kong memberikan kepastian lebih besar bagi institusi tradisional. Pada 2026, fokusnya bukan lagi pada apakah institusi dapat menggunakan blockchain, melainkan bagaimana mereka memanfaatkan pedoman ini untuk menggantikan infrastruktur lama demi jalur onchain berkecepatan tinggi.
Standar ini akan mendorong gelombang produk onchain yang patuh, on- dan off-ramp yang teregulasi, serta infrastruktur institusional tanpa memaksa sentralisasi penuh, sehingga meningkatkan partisipasi institusi.
Wilayah yang menggabungkan aturan jelas dengan persetujuan cepat akan semakin menarik modal, talenta, dan eksperimen, mempercepat normalisasi distribusi nilai onchain baik pada produk kripto asli maupun produk keuangan hibrida, sementara rezim yang lambat akan tertinggal.
Pematangan infrastruktur menjadi benang merah dalam transformasi ini. Kripto kini menjadi lapisan kliring dan penyelesaian bagi ekonomi internet, memungkinkan nilai bergerak semudah informasi. Protokol, primitif, dan aplikasi yang dibangun hari ini membuka bentuk aktivitas ekonomi riil baru dan memperluas kemungkinan di internet.
Di Wintermute Ventures, kami mendukung para pendiri yang membangun infrastruktur ini. Kami mencari tim yang menggabungkan pemahaman teknis mendalam dengan pola pikir produk yang kuat. Tim yang menghadirkan solusi yang benar-benar diinginkan pengguna. Tim yang mampu beroperasi dalam kerangka regulasi sambil tetap mengedepankan prinsip inti sistem terdesentralisasi. Tim yang merancang bisnis untuk dampak jangka panjang.
Tahun 2026 akan menjadi titik balik. Infrastruktur kripto akan semakin tidak terlihat oleh pengguna, namun menjadi fondasi sistem keuangan global. Infrastruktur terbaik memberdayakan orang secara diam-diam, tanpa menuntut perhatian.





