
Grafik: https://www.gate.com/trade/BTC_USDT
Bitcoin (BTC) mencatat lonjakan tajam pada pertengahan Januari 2026, naik sekitar 2% dalam satu hari ke kisaran $93.500 dan kembali menembus level psikologis penting $90.000. Pergerakan ini membalikkan koreksi jangka pendek sebelumnya dan memicu pemulihan moderat di pasar kripto secara keseluruhan.
Data terbaru dari US Bureau of Labor Statistics (BLS) menunjukkan:
Pasar menilai data ini sebagai bukti bahwa tekanan inflasi mulai mereda, sehingga memberi ruang bagi kebijakan moneter tetap akomodatif atau bahkan bergerak ke arah pelonggaran. Hasil tersebut mengurangi kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi dan memberikan dukungan jangka pendek pada aset berisiko.
Dalam kerangka ekspektasi suku bunga, inflasi yang melemah → ekspektasi pemangkasan suku bunga meningkat → dukungan bagi aset berisiko—dampak ini kembali terlihat di pasar kripto.
Analis menekankan bahwa Core CPI yang di bawah ekspektasi memperkuat keyakinan pasar bahwa ekonomi AS berpotensi mencapai “soft landing.” Biasanya, ekspektasi ini:
Meskipun pasar prediksi masih melihat kemungkinan terbatas pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat (bulan ini atau pertemuan The Fed berikutnya), ekspektasi pemangkasan suku bunga untuk pertengahan dan sepanjang tahun 2026 terus meningkat. Sentimen ini menjadi faktor utama pendorong kenaikan harga BTC dalam jangka pendek.
Sebagai catatan teknikal, Bitcoin masih berada pada fase range-bound yang krusial. Mayoritas analis sepakat bahwa BTC perlu menembus secara tegas zona resistance $93.500–$95.000 untuk mengonfirmasi rebound yang lebih berkelanjutan.
Level teknikal kunci yang perlu diperhatikan meliputi:
Sebelum BTC menembus resistance utama, harga diperkirakan akan tetap volatil dengan fluktuasi jangka pendek yang tinggi.
Meski data inflasi memberikan dukungan jangka pendek pada aset berisiko, sentimen pasar secara keseluruhan tetap berhati-hati. Investor perlu mewaspadai risiko berikut:
Dengan demikian, rebound BTC saat ini sebagian besar digerakkan oleh ekspektasi, bukan tren satu arah yang berkelanjutan.
Secara ringkas, reli Bitcoin ke kisaran $93.500 baru-baru ini terutama didorong oleh data inflasi AS yang moderat dan ekspektasi pemangkasan suku bunga yang meningkat. Seiring meredanya tekanan inflasi, permintaan jangka pendek terhadap BTC dan aset kripto lainnya turut meningkat.
Ke depan:
Investor perlu terus memantau rilis data inflasi, perkembangan kebijakan The Fed, dan perubahan arus modal—ketiganya tetap menjadi variabel utama yang membentuk pergerakan BTC jangka pendek dan menengah.





