Bitcoin (BTC) baru-baru ini melonjak mendekati $97.000, didorong terutama oleh arus masuk yang kuat ke ETF Bitcoin spot. Namun, para analis menegaskan bahwa untuk menembus level $100.000 secara meyakinkan, dibutuhkan permintaan ETF yang stabil dan berkelanjutan—bukan hanya lonjakan sesaat.
ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus masuk bersih mingguan sebesar $1,8 miliar—tertinggi sejak awal Oktober 2025. Meskipun modal baru ini telah mendorong kenaikan harga jangka pendek, total aset ETF yang dikelola (AUM) masih sekitar 24% di bawah puncaknya pada kuartal IV 2025, yaitu sekitar $125 miliar. Ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase pemulihan modal secara parsial.
Para analis pasar mencermati bahwa arus masuk ETF jangka pendek umumnya hanya memicu rebound teknikal pada harga. Pertumbuhan berkelanjutan sangat bergantung pada arus modal yang konsisten selama beberapa minggu. Ecoinometrics menyatakan, “Bitcoin tidak butuh beberapa hari yang baik—melainkan membutuhkan akumulasi modal selama berminggu-minggu.” Sampai konsentrasi modal terbangun, rebound BTC kemungkinan hanya berperan menstabilkan harga, bukan memicu bull market yang berkelanjutan.
Secara struktural, permintaan ETF spot terhadap Bitcoin terus melampaui pasokan baru. Bitwise melaporkan bahwa sejak peluncuran ETF Bitcoin di AS pada Januari 2024, dana ini telah mengakumulasi sekitar 710.777 BTC, sementara pasokan jaringan pada periode yang sama hanya 363.047 BTC—yang mendorong harga Bitcoin naik hampir 94%.
Menjelang tahun 2026, permintaan ETF terhadap BTC diproyeksikan akan terus meningkat seiring semakin banyak investor institusi memasuki pasar. Bitwise memperkirakan pembelian ETF dapat melampaui pasokan Bitcoin baru dan menyoroti bahwa kepemilikan institusional dan negara secara global dapat mendorong total arus masuk hingga $300 miliar pada 2026.
Mulai perdagangan BTC spot sekarang: https://www.gate.com/trade/BTC_USDT
Arus masuk aktif ke ETF Bitcoin spot tidak hanya menopang harga BTC dalam jangka pendek—tetapi juga dapat menjadi pendorong utama apresiasi harga jangka panjang. Jika konsentrasi modal berlanjut, terobosan Bitcoin di atas $100.000 dapat menjadi kenyataan, bukan sekadar spekulasi pasar.





