Seiring platform media sosial X memperketat kebijakan terhadap aplikasi InfoFi, platform kripto Kaito tengah mengalami transformasi besar. Pada pertengahan Januari, X mengumumkan pembaruan kebijakan API pengembangnya, yang melarang seluruh aplikasi yang memberikan imbalan kepada pengguna untuk memposting atau berinteraksi—dikenal sebagai aplikasi reward InfoFi—sebagai upaya membatasi konten berkualitas rendah, hasil AI, dan spam.
Kebijakan ini secara langsung menantang model bisnis InfoFi. InfoFi (Information Finance) menerapkan mekanisme insentif terdesentralisasi untuk mengubah postingan dan interaksi pengguna menjadi imbalan ekonomi di platform sosial. “Yaps” milik Kaito menjadi contoh klasik, mendorong pengguna menciptakan konten melalui poin atau reward token.

Sumber: https://x.com/Punk9277/status/2011837292907020605
Pasca perubahan kebijakan X, Kaito mengumumkan akan secara bertahap menutup mekanisme reward “Yaps” dan mengubah strategi produknya. Setelah pengumuman tersebut, token asli Kaito, KAITO, turun sekitar 15–17% dalam jangka pendek.
Data pasar menunjukkan harga KAITO anjlok dari sekitar $0,70 ke sekitar $0,53—penurunan nyaris 20%—yang memicu perubahan cepat menuju sikap hati-hati di kalangan pelaku pasar.

Sumber: https://www.gate.com/trade/KAITO_USDT
Penurunan harga ini tidak hanya mencerminkan keraguan terhadap model reward InfoFi, tetapi juga menyoroti kekhawatiran investor terhadap proyek terdesentralisasi yang bergantung pada kebijakan platform terpusat. Usai pengumuman tersebut, token lain yang terkait InfoFi seperti Cookie DAO (COOKIE) dan LOUD juga mengalami penurunan dalam berbagai tingkat, memperketat sentimen pasar secara keseluruhan.
Seiring lonjakan konten hasil AI dan memburuknya pengalaman pengguna, pengawasan yang diperketat oleh X dipandang sebagai langkah menuju normalisasi tata kelola platform. Para pembuat kebijakan menilai, insentif dari model InfoFi tidak selalu mendorong interaksi berkualitas dan otentik, bahkan dapat memicu keterlibatan otomatis serta spam berbasis AI.
Situasi regulasi ini mengungkap risiko utama pada model InfoFi:
Menghadapi tekanan regulasi dan gejolak pasar, Kaito menyatakan akan beralih dari ketergantungan eksklusif pada “Yaps” dan memfokuskan kembali pada Kaito Studio yang lebih terstruktur. Menurut perusahaan, pendekatan baru ini menekankan kolaborasi dengan merek dan kreator konten, sehingga lebih sejalan dengan platform pemasaran tradisional daripada sistem insentif yang sepenuhnya terdesentralisasi.
Pendiri Kaito juga menyampaikan rencana ekspansi ke platform lain—termasuk YouTube dan TikTok—serta ekosistem konten yang lebih matang, sehingga tidak lagi hanya mengandalkan model reward untuk postingan pengguna.
Bagi pemegang saat ini dan calon investor, perkembangan terbaru Kaito memberikan sejumlah pelajaran penting:
Pada kondisi saat ini, InfoFi tetap menjadi model yang berkembang dan menawarkan ruang inovasi. Namun, proyek yang terlalu mengandalkan ekosistem terpusat dan reward insentif harus menerapkan strategi jangka panjang yang lebih tangguh untuk menghadapi perubahan aturan serta ekspektasi pasar yang dinamis.





