
(Sumber: Adobe)
Adobe (ADBE) telah mengalami fluktuasi harga yang tajam dalam beberapa tahun terakhir, turun dari harga tertingginya di tahun 2021 ke $309 saat ini—level terendah baru sejak November 2022. Kapitalisasi pasarnya anjlok dari $340 miliar menjadi sekitar $129 miliar, sehingga memicu keraguan investor terhadap potensi pertumbuhan jangka panjangnya.
Analis Wall Street tetap berhati-hati, dengan beberapa bahkan mengungkapkan pesimisme terhadap prospek Adobe. Oppenheimer menurunkan peringkatnya dari “Outperform” menjadi “Perform,” dengan alasan risiko bahwa alat AI yang berkembang dapat mengurangi permintaan untuk produk-produk tertentu dari Adobe. Goldman Sachs memberikan peringkat “Sell” dengan target harga $290, dan baik Jefferies maupun BMO juga telah menurunkan peringkat mereka baru-baru ini.
Persaingan yang semakin intens menjadi tantangan utama lainnya. Figma dan Canva semakin menguat, memberi tekanan besar pada Adobe di pasar alat desain. Canva, khususnya, telah mencapai valuasi pasar privat lebih dari $42 miliar, menjadikannya kekuatan dominan di bidang desain.
Selain itu, Adobe telah bertransformasi dari saham teknologi dengan pertumbuhan tinggi menjadi perusahaan matang dengan pertumbuhan yang lebih lambat. Meski laporan keuangan terbarunya menunjukkan pendapatan kuartal keempat mencapai $6,19 miliar—naik 10% dari tahun sebelumnya dan merupakan rekor tertinggi—laju pertumbuhannya tetap jauh di bawah trajektori eksplosif sebelumnya.





